Bottlesmoker Berkolaborasi dengan Grup Musik Elektronik Prancis

Bandung - Di kancah musik internasional, nama grup musik Indonesia, Bottlesmoker sudah tersohor banget loh. Bahkan, racikan Electronic Dance Music (EDM) dari duo yang beranggotakan Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie) ini sukses melahirkan sederet penghargaan level dunia.

Ada info buat TemanBaik nih, duo asal Bandung ini sempat tampil di Asian Festival 2010 di Filipina. Mereka juga sukses menggaet dua penghargaan di ajang AVIMA (Asia Pasific Voice Independent Music Awards) sebagai Juara I kategori Best Electro/Dance Act dan Juara III kategori Best Electro/Dance Song di tahun yang sama. 

Nah, terkait residensi dengan Christine, grup musik elektronik asal Prancis, Bottlesmoker mengaku bangga bisa dikolaborasikan dengan musisi elektronik sekelas Christine. Bottlesmoker berharap panggung konser yang akan digelar IFI Bandung pada 24 April-1 Mei 2019 ini bisa menjadi awal yang baru untuk membuat album kolaborasi.

"Kami berharap hasil residensi kami enggak hanya dipresentasikan melalui konser di kota-kota di pulau Jawa dan Bali, tapi bisa dilakukan di kota-kota lainnya, bahkan hingga ke Prancis. Bottlesmoker punya misi, pengin mengenalkan beragam etnik dan ritual chords yang ada di Indonesia melalui musik elektronik," ujar Nobie kepada BeritaBaik di De Braga Artotel, Selasa (23/04/2019).

Nobie mengisahkan, di album terbarunya yang berjudul 'Parakosmos', Bottlesmoker menemukan sentuhan baru lewat party chord yang biasa hadir di setiap ritual doa di beberapa daerah di Indonesia. Seperti di lagu yang berjudul 'Baaluk', Bottlesmoker memetik gaya transendetal dari seni ritual Beluk asal Jawa Barat yang cukup sakral.


"Ternyata sejak dulu masyarakat Indonesia telah terbiasa memulai doa itu lewat party chord bunyi-bunyian, seperti perkusi dan sejenisnya. Saya juga mengangkat musik ritual dalam musik eletronik seperti Bei Mau dari Indonesia Timur dan Beluk sebagai ritual buhun masyarakat sunda," ungkapnya.

Ia juga menceritakan, Bottlesmoker pernah beberapa kali tampil di perhelatan seni budaya Prancis di Indonesia, Printemps Français, dan berkolaborasi dengan seniman dan musisi Perancis. Pada tahun 2014 lalu, duo ini juga menjadi penata musik kelompok tari kontemporer Prancis, Kubilai Khan Investigation dan tampil berrsama musisi elektronik Prancis, Benoit Bottex. 

Lebih bangga lagi, Bottlesmoker juga pernah menjadi band pembuka konser musik dari M83 di Jakarta. Setahun kemudian, Bottlesmoker pun kembali tampil di ajang musik Transmusicales 2017 di Rennes, Prancis.

"Saat tampil di Prancis kita juga dan mendapat perhatian dari kurator musik Olivier Renault yang kemudian memberi ide untuk menyatukan musik elektronik Indonesia dan Prancis. Jadi bangga banget saat Christine bisa kolaborasi dengan kami," katanya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler