Band Asal Jogja, Bias Wakili Indonesia di Festival Musik Kanada

Yogyakarta - Planetrox, sebuah kompetisi musik berskala dunia kembali mengajak band lokal Indonesia untuk mencicipi euforia bermain di kancah musik internasional. Kali ini Bias, sebuah band alternatif asal Yogyakarta terpilih menjadi juara Planetrox 2019 yang kemudian akan mewakili Indonesia di Le Festive Envol et Macadam, Quebec, Kanada pada 5-7 September 2019.

Sedikit gambaran tentang Planetrox yang merupakan kompetisi tahunan berskala Internasional, inisiatif dari Envol et Macadam yang bekerjasama dengan kota Quebec dan dilangsungkan di beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Britania Raya, Perancis, Jerman, Jepang, Ceko, China, Slovakia, Mexico, dan Indonesia.

Setelah proses kurasi karya yang cukup ketat, Bias dan 4 band finalis lainnya harus berjibaku di grand final yang dilaksanakan pada 28 Juni lalu di Carburator Spring Cafe, bilangan Jakarta Selatan.

Simon Gaudry (Founder Envol et Macadam) yang terbang langsung dari Kanada, dibantu oleh Ezra Simanjuntak (The Rock Campus), dan PJ Panji (Planetrox Indonesia /Heaven Records) turut hadir sebagai dewan juri.

"Indonesia selalu memiliki bakat yang mengejutkan, oleh karena itu setiap tahunnya saya selalu ke sini untuk menilai langsung siapa yang akan bermain mewakili Indonesia, and they are (Bias) really a worthy representative for Indonesia," ujar Gaudry tepat sesudah pengumuman Bias sebagai juara Planetrox 2019.

Baca Ini Juga Yuk: Rayakan 12 Tahun Perjalanan, UTBBYS Bagikan Kado Buat Kamu Nih

Band asal Yogyakarta yang terbentuk sejak tahun 2015 ini melabelkan diri sebagai band bergenre alternative-grunge. Namun dalam praktiknya, mereka meramu musik dengan berbagai macam influence, seperti alternative rock, metal, shoegaze, dan hardcore.

Setelah beberapa kali rombak formasi, Bias kini digawangi oleh Rudi (Drum/Vocal), Agung (Guitar/Vocal), dan Billy (Bass). Visi Bias adalah menjadi band yang memiliki ciri khas, baik dari segi audio, visual, maupun citra saat di atas panggung. Nama Bias yang berarti 'berbelok dari arah' menjadi acuan untuk mencapai visi mereka.

Bias akan mengikuti jejak band Indonesia pendahulu seperti Navicula, Cupumanik, Saint Loco, Murphy Radio, dan beberapa band lainnya untuk menjadi line up dalam Festival Envol et Macadam 2019. Kini, Bias tengah melakukan persiapan yang cukup panjang menjelang keberangkatan mereka ke Kanada. "Tentu senang jika kami diberikan kesempatan merasakan panggung Internasional, bangga juga karena akan membawa nama Indonesia," terang Billy saat diwawancarai di beskem Bias, Minomartani, Sleman.

"Jadi kami akan memaksimalkan kesempatan ini, banyak sekali hal yang harus dipersiapkan, dan tentunya kami sudah tidak sabar untuk unjuk gigi di Kanada nanti," jelas Agung yang ditutup dengan tawa.

Menuju Kanada, Bias juga telah menyiapkan tambahan amunisi, seperti berbagai materi baru yang nantinya akan tercantum di album pertama mereka, menyusul karya-karya sebelumnya di EP berjudul 'Basabasi' yang semuanya dikerjakan secara independen oleh mereka sendiri.



Foto: dokumentasi Bias

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler