Cerita Perjalanan Noah Buat Album Kedua 'Keterkaitan Keterikatan'

Jakarta - Setelah 7 tahun berdiri dengan nama Noah, akhirnya album kedua band asal Kota Kembang ini bisa dirilis juga. Diberi judul 'Keterkaitan Keterikatan', album yang memakan waktu dua tahun dalam proses pengerjaannya ini sebelumnya melakukan serangkaian kegiatan yang diberi nama '7 Days In Paradise'.

Lewat kegiatan tersebut, Noah melakukan karantina selama 7 hari di kapal phinisi Cheng Ho untuk melakukan rekaman, latihan, serta berbagai proses kreatif lainnya dalam penggarapan album ini. Ariel, sang vokalis mengatakan jika ia senang bisa memiliki sesi khusus untuk ngobrol lebih dalam mengenai album baru Noah. Sebab, banyak cerita yang ingin ia bagikan.

Ia lalu menjelaskan awal mula melakukan karantina di kapal phinisi tersebut terjadi ketika tengah melakukan brainstorming internal untuk membuat plan mengenai album baru. Lalu, tercetuslah tempat di kapal phinisi, yang di mana mereka semua tidak akan mendapatkan banyak gangguan.

"Kita semua memilih tempat di sana karena dirasa bisa lebih fokus, ngumpul bareng tanpa ada gangguan dari pihak luar. Banyak hal yang digodok juga, khususnya pembuatan lagu, karena tadinya yang hanya fokus ke lagu 'Wanitaku' malah jadi bisa membuat lagu-lagu lainnya," kata Ariel saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu (14/08/2019).

Nama 'Keterkaitan Keterikatan' sendiri diakui Ariel muncul begitu saja. Ia malah tidak bisa menjabarkannya secara utuh lewat kata-kata. "Yang jelas judul album kedua Noah itu bisa dibilang rangkuman dari keseluruhan proses yang telah kita lalui. Enggak bisa diungkapkan pakai kata-kata.

Album 'Keterkaitan Keterikatan' memuat 8 lagu baru yang beberapa di antaranya sudah dirilis menjadi single pada dua tahun lalu, seperti 'Jalani Mimpi' dan 'My Situation'. Sementara itu, gitaris Lukman mengungkapkan jika Noah sebenarnya menyiapkan 10 lagu. Tapi ada dua lagu yang tidak bisa masuk ke album kedua karena alasan khusus.

Baca Ini Juga Yuk: Reality Club Jatuh Cinta dan Patah Hati dalam Single 'Alexandra'

"Ada satu lagu yang sampai detik ini masih belum bisa kita selesaikan judulnya 'Suara Dalam Kepala'. Kalau boleh flashback sebentar ke belakang, lagu 'Bintang di Surga' sebenarnya hampir masuk ke album 'Taman Langit'. Tapi akhirnya mundur dan baru bisa masuk ke album selanjutnya, karena lagunya belum selesai. Mungkin lagu 'Suara Dalam Kepala' juga akan masuk ke album Noah berikutnya," papar Lukman panjang lebar.

Di album 'Keterkaitan Keterikatan' Noah juga melakukan cara yang sedikit berbeda. Jika biasanya Ariel dan personel lain yang menulis lagu, kali ini band yang hanya menyisakan Ariel, Lukman, dan David ini mengajak penulis buku dan musisi lainnya untuk berkolaborasi. Sebut saja nama-nama seperti Marchella FP, Aan Mansyur, Noe Letto, Mohammad Istiqamah Djamad, Pongky Barata, hingga Hiroaki Kato.

"Sebenarnya kita bisa menyelesaikan semua materi sendiri, hanya Noah saja. Tapi pertimbangannya adalah kita pengin bikin sesuatu yang beda. Adanya kolaborator lain yang terlibat di album ini jadi menambahkan suasana berbeda. Cara inilah yang kita harapkan bisa memunculkan hal-hal baru yang tidak pernah ada sebelumnya," beber Ariel.

Ariel tidak memungkiri jika materi yang disajikan di album terbaru Noah ini memang sangat berbeda dengan karakter musik Noah yang sebelumnya. Namun, ia dan personel memiliki alasan khusus kenapa musik Noah menjadi seperti ini.

"Kita tuh sebisa mungkin tidak ingin mengulang ide yang pernah dikeluarkan. Enggak jarang sih kita juga membuat lagu yang terlalu dekat dengan materi yang ada album yang sebelumnya. Kita enggak mau kayak gitu, pengin memberikan yang lebih fresh, walau mungkin pendengar juga butuh proses untuk bisa menerimanya," papar Ariel.

Walau sudah tidak lagi bersama Uki, personel Noah yang telah bersama Ariel cs sejak mereka masih dengan nama Peterpan, Noah tetap akan terus berjalan ke depan. Rencananya pada bulan September mendatang, Noah akan mulai melakukan tur album 'Keterkaitan Keterikatan' di 15 titik/kota, dimulai dari Makassar hingga Jayapura.


Foto: Mentari Nurmalia/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler