Parahyena Hadirkan Musikalitas Nusantara di Showcase 'Kirata'

Bandung - Band akustik-folk Parahyena bakal menggelar showcase bertajuk 'KIRATA Rhythm of Neweast'. Showcase yang digelar 4 September 2019 ini bertempat di NuArt Sculpture Park, Jalan Setraduta Raya Blok L6 Ciwaruga, Parongpong, Bandung Barat, mulai pukul 18.00 WIB

Kata 'Kirata' diambil dari album kedua Parahyena, setelah di tahun 2016 lalu menghadirkan 'Ropea'. 'Kirata' adalah bentuk respons Parahyena selama proses pengerjaan album yang memang mempraktikan pola membuat lagunya dahulu ketimbang judulnya, yang tentu saja segala tafsir lahir setelahnya.

"Bebas sebebasnya terutama dalam keterbukaan pikiran serta penuangan menjadi titik utama yang coba parahyena bagikan," tulis Parahyena dalam rilis tertulis yang diterima BeritaBaik.

Kirata merupakan akronim dari 'di kira-kira tapi nyata'. Bentuk musikalitas khas nusantara (timur) yang disenyawakan dengan musik dari pada genre (barat) secara umum dan dieksplorasi bukan sebagai bentuk terasing, melainkan warna unik berbaur harmonis dalam kesatuan.

Konsep pertunjukannya akan ditata secara unity, dalam arti kesatuan dari keseluruhan fragmen yang dieksplorasi dalam karya-karya. Semua akan dikemas secara apik dari satu karya ke karya lainnya dan ditampilkan secara beruntun saling terkoneksi dalam satu repertoar yang utuh. Showcase ini akan menampilkan sebuah miniatur kearifan lokal. 

Parahyena bakal berkolaborasi dengan beberapa seniman loh di showcase ini. Seperti Artnay Studio (Tari Randai), Rama Syahrul (Dalang Wayang Golek), Agus Roekmana, Malire String Quartet, Tarompet Besi. Ada juga USBP dan Ketuk Tilu Bedil Karo Kembang  Ketuk Tilu Ensamble serta melakukan pementasan sedekat dan se-interaktif mungkin dengan apresiator. 

Parahyena sendiri adalah band yang dibentuk tahun 2014 oleh Radi Tajul, Saipul Anwar, Fajar Aditya, Iman Surya, Fariz Alwan dan Sendy Novian. Kultur musik yang sama justru menjadikan perbedaan dan keasyikan untuk mebangun warna musik Parahyena itu sendiri.

7 lagu instrumental dengan racikan gipsy, melodic core, swing, arabic, latin, melayu dan lain sebagainya diramu dan dibalut dengan bumbu nusantara. Disajikan bersama secangkir rindu yang penuh fermentasi menjadi sebuah gambaran yang Parahyena rangkum pada album kedua ini. 

Foto: dokumentasi Parahyena

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler