Bohemians Hadirkan 10 Nomor Rock n Roll di Album 'Euphemism'

Bandung - Butuh waktu 9 tahun bagi Bohemians untuk kembali merilis album baru. Jeda waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Band yang berisikan Kamran CR (vokal), Anwar Sadat (gitar), Bayu Prasetyo (bas), Luky Kusumah (gitar) dan Refa Ariavianda (drum) baru saja merilis album bertajuk 'Euphemism' pada 1 September 2019.

Album tersebut tentunya bisa TemanBaik dengarkan melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify, Joox, iTunes, dan lain-lain. ‘Euphemism’ menghadirkan 10 lagu yang tiga di antaranya merupakan materi yang telah dikenalkan selama empat bulan terakhir.

Adapun tema yang diusung oleh Bohemians di album ini berkisar tentang kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari, contohnya tentang kondisi mengapa orang melakukan bunuh diri, kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, ketidaksempurnaan manusia dan lain sebagainya.

"Album 'Euphemism' merupakan ekspresi sopan yang digunakan pada kata atau frasa yang mungkin dianggap kasar atau tidak menyenangkan untuk didengar. Kenapa akhirnya kami memilih diksi tersebut sebagai tajuk album? Karena dari sekian banyak 'perpecahan' yang terjadi, biasanya dimulai dari penempatan atau penggunaan kata atau bahasa yang kasar, dan kami berusaha mengkritisi itu dan mengejawantahkannya secara musik dan lirik," ujar Luky Kusumah menjelaskan filosofi 'Euphemism'.

Dalam prosesnya, 'Euphemism' sendiri turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari 3 on Choir (Rieza Mahendra, Kalia Nisrina dan Asilah Andreina), Fajri Aziz Navary pada departemen tiup alias harmonica, hingga musikus multitalenta Nissan Fortz yang tutur andil dalam mengarahkan vokal.

Untuk materinya sendiri seluruh lagu dalam album ini diaransemen oleh Bohemians, sedangkan liriknya ditulis oleh gitaris, Luky Kusumah. Tak lupa Kamran CR juga turut menyumbangkan goresannya di beberapa lagu.

Secara tidak langsung, album ini juga memiliki catatannya tersendiri dimana ‘Euphemism’ merupakan titik awal dan semangat baru bagi Bohemians untuk berkumpul lagi dan mengeksekusi karya yang bukan sekadar berakhir pada definisi hura-hura semata.

"Kami ingin menawarkan sesuatu yang lugas tentang sebuah wacana yang relevansinya bersinggungan dengan hal-hal yang positif, dan semoga hal itu dapat terealisasikan mulai dari album ke dua ini," jelas Luky Kusumah.


Foto: Dok. Bohemians

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler