Kupas Tuntas Rilisan Fisik EP 'Intelegensia' Kasino Brothers

Yogyakarta - Lama tak merilis karya, Kasino Brothers atau kerap disingkat dengan KasBro kembali menggebrak kancah musik dengan meluncurkan sebuah mini album atau EP terbaru bertajuk 'Intelegensia' yang dirilis dalam format kaset pita berjumlah terbatas dan juga ke sejumlah platform musik digital sejak 9 Oktober 2019.

Sempat mengalami pergantian bassist beberapa waktu lalu, kini band rock 'n roll asal Jogja ini beranggotakan Jeff (vokal), Yuki (gitar/backing vocal), Farigh (bass/backing vokal), dan Dary (drums). Jeff sempat mengungkapkan kepada BeritaBaik mengenai alasan yang membuat mereka terkesan vakum berkarya selama tiga tahun.

"Tentunya kami ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya KasBro tidak istirahat. Ada beberapa peristiwa di luar panggung yang memang harus dilewati sehingga menghambat proses target rilis karya musik yang sudah direncanakan," ungkapnya saat diwawancara BeritaBaik seusai konser Release Party yang mereka langsungkan pada Rabu (9/10) malam di Sangkring Art Space.

Selama tahun 2018 memang banyak rentetan tantangan dan peristiwa tidak mengenakkan yang menerpa KasBro, sehingga menghambat proses target rilis karya baru yang sudah direncanakan. Dary (drums) mengalami musibah kecelakaan tunggal pada Agustus 2018 yang mengakibatkan kaki kanan dan tangan kirinya cedera.

Dary divonis harus menjalani pemulihan selama delapan bulan, padahal saat itu mereka sedang dalam proses menggodok karya baru. Akibatnya, empat lagu yang seharusnya selesai pada tahun 2018 terpaksa tertunda hingga 2019.

Setelah Dary pulih, rupanya tantangan belum usai. Lagi-lagi Kasbro dihantam cobaan lain berupa pengunduran diri Andy (ex-bass). Namun, apapun yang terjadi toh Kasbro harus tetap berjalan terus.

"Setelah Andy keluar, kami langsung berkomitmen dengan Farigh. Dia memang sudah sering membantu Kasbro di beberapa panggung. Kami langsung menemukan kecocokan dan tanpa basa-basi kami melamar Farigh," imbuh Jeff. Farigh sendiri ternyata enggak kesulitan membaur dengan personel Kasbro yang lain. Ia juga diberi kebebasan untuk mengeksplor part solo bass ketika sedang manggung.

Baca Ini Juga Yuk: Rayakan EP Terbaru, Kasino Brothers Helat Release Party di Jogja

EP terbaru mereka berisi empat track, masing-masing berjudul 'Intelegensia', 'Salary Man', 'Capitalist Note', dan 'Pirates Song'. EP direkam di Jogja Audio School (JAS) dan Threeways Studio. Proses rekaman album dibantu Lik Joga Pratama sebagai music director, Arul Fortis sebagai mixing mastering engineer, Kemal dari studio Kanawa Records sebagai operator recording, didokumentasikan oleh Landstage Media dan didukung tim produksi dari Anti Radiasi, yakni Kiky Irman, Krishna, serta seluruh tim Pegawai Negeri Stage (PNS).

Berbeda dari album pertama yang dirilis tahun 2016 dalam format CD, Jeff pun membeberkan alasan mengapa kali ini mereka memilih EP 'Intelegensia' dirilis dalam format kaset pita. "Kalau 'Determinisme' itu rilis dalam format CD karena menurut kami lagunya lebih banyak kan sampe 10, itu salah satu alasannya. Nah, kalo ini kan cuma 4, jadi ya kayaknya enakan kaset, cuma bukan berarti kaset ini kualitasnya itu di bawah CD ya. Farigh juga beranggapan kaset itu enak, portable dan lebih fleksibel dibawa ke mana-mana, dan cocok aja kalo jadi koleksi," bebernya.

Enggak lama, Jeff langsung menambahkan alasan lain soal pemilihan kaset pita. "Satu lagi alasan nih kenapa kaset, soalnya susah dibajak kali ya kalo kaset, susah di-convert gitu. Kalo CD kan biasanya di-convert di laptop langsung deh jadi MP3. Kalo kaset kan kayaknya susah dan ribet," sambungnya sambil tertawa.

Secara garis besar, judul album yang diambil dari kata 'Intelegensi' yaitu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Menilik definisi dari Intelegensi, maka dapat dimaklumi bahwa Kasino Brothers dalam proses penciptaan musiknya mengalami dan memahami betapa sangat rumitnya menciptakan sebuah karya.

Perdebatan hebat yang terjadi selama proses berkarya, dari soal aransemen musik sampai target pasar membuat KasBro mengalami hal-hal yang enggak terduga. Namun, pengalaman yang berhasil mereka lalui itu mencapai titik kepuasan yang sesungguhnya, hingga album ini terlahir dengan kualitas musik, sound, dan aransemen sesuai dengan keinginan tiap personel.

Artwork EP ini didesain oleh Yuki (gitar) yang mengaplikasikan logo 'clubs' atau biasa kita sebut dengan 'keriting' dalam kartu remi. Berkaitan dengan album 'Intelegensia', logo tersebut bermakna khusus yang dalam filosofinya diartikan sebagai laki-laki, api, energi, kekayaan, pekerjaan, keberuntungan, dan kebahagiaan.

Terlepas dari filosofi, Yuki memang mengaku tertarik dengan simbol 'keriting' yang khas dan elegan. Dapat dilihat dari sudut demi sudut artwork yang melambangkan dan memuat interpretasi visual dari setiap lagu dalam EP ini.

"Sudut kanan atas gambar timbangan sebagai simbol capitalism yang berkaitan dengan lagu 'Capitalis's Note', sudut kiri atas stir kapal yang melambangkan lagu 'Pirates Song', sudut kiri bawah yaitu lampu bohlam yang bersinar melambangkan tentang lagu 'Intelegensia', dan sudut kanan bawah yaitu uang yang melambangkan lagu 'Salary Man'," pungkas Yuki.


Foto: Hanni Prameswari/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler