Coldiac Ceritakan Kegelisahan Perempuan di Lagu 'Tiffany'

Bandung - Usai merilis 'Don’t (Love Me)' pada Juli 2019 lalu, band asal  Malang, Coldiac kembali merilis single terbaru mereka yang berjudul 'Tiffany'. Lagu ini diciptakan Coldiac bersama Gilang Wisnandar, personel grup Rebelsuns pada sektor lirik. Perpaduan ini dilakukan karena semata-mata ingin bereksplorasi atas karya-karya mereka.

Di lagu 'Tiiffany', Coldiac memotret kegelisahan kaum perempuan. Bagaimana masyarakat memiliki opini bahwa sosok perempuan masa kini haruslah berpenampilan fisik tertentu, seperti sosok publik figur yang beredar di media massa. Apabila berbeda dari sosok stereotype tersebut, maka tidak jarang mendapatkan kritikan atau komentar negatif.

“Tidak sedikit perempuan diharuskan berpenampilan seperti ini dan seperti itu, yang bukan dirinya. Opini tersebut membuat nggak sedikit perempuan merasa ragu dan akhirnya nggak percaya dengan diri sendiri. Padahal menurut gue, nyaman menjadi diri sendiri itu lebih baik ketimbang menjadi orang lain,” cerita Sambadha, personel Coldiac.

Penyanyi Petra Sihombing diplot sebagai produser untuk lagu ini. Pelantun lagu 'Mine' itu juga merupakan sosok yang memproduseri single pertama Coldiac.

Tak hanya sendirian, Petra juga mengajak beberapa musisi untuk terlibat dalam proses penggarapan single kedua Coldiac yang dirasa punya pesan kuat dan bisa menjadi anthem kaum hawa. Karena itu lah Petra dan Coldiac mengajak Kamga (DEKAT, Hondo), sebagai vocal director, demi mendapatkan isian suara yang berkarakter, Kamga pun juga terlibat dalam menambahkan beberapa vokal tambahan.

'Tiffany' sendiri sudah dapat TemanBaik dengarkan di Apple Music, iTunes, Spotify, JOOX, Deezer. Selain itu Coldiac juga mengeluarkan musik video 'Tiffany' loh. Proyek visual ini digawangi oleh talenta muda, Priscilla Citra dan timnya, Rupa Creative.


Foto: Dok. Coldiac


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler