Tigapagi Sukses Obati Kerinduan Penggemar Lewat Konser Intim

Yogyakarta - Lama tak terdengar kabarnya, akhirnya Tigapagi kembali menyapa dan menghibur penggemar setianya lewat sebuah konser intim bertajuk 'Unplanned Vacation #3' yang digelar oleh Hookspace pada Sabtu (30/11/2019) malam di Pendhapa Art Space, Jalan Prof. Dr. Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan), Tegal Krapyak, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

'Unplanned Vacation #3' dibuka sekitar jam 7 malam oleh Jono Terbakar sebagai penampil pertama, kemudian dilanjutkan dengan aksi panggung dari Kopibasi yang sukses memanaskan suasana. Atmosfer taman berhiaskan lampu-lampu cantik di malam itu terasa semakin syahdu ketika tiba saatnya Tigapagi untuk naik ke atas panggung saat waktu sudah memasuki jam 9 malam. Suasana konser pun terasa sangat intim karena jumlah penonton memang dibatasi hanya 250 orang.

Band asal Bandung yang merilis album perdana berjudul 'Roekmana’s Repertoire' pada tahun 2013 ini membawakan 'Yes, We Were Lost in Our Hometown' sebagai lagu pertama yang kemudian disambung dengan lagu 'S(m)unda'. Rintik hujan yang turun di malam itu tidak membuat penonton beranjak dari kursi-kursi yang telah disediakan. Mereka memilih untuk tetap bertahan dan ikut bersenandung bersama Tigapagi.

Lagu ketiga yang dimainkan yaitu 'Heufken', dilanjutkan dengan 'Tangan Hampa Kaki Telanjang'. Di sela-sela pertunjukan, Sigit Pramudita, vokalis Tigapagi mengajak penonton berkomunikasi secara aktif dan menyelipkan lelucon-lelucon yang berhasil memancing tawa mereka. Ia juga sempat berujar bahwa Tigapagi hingga kini memang tidak ada niatan untuk merilis ulang album 'Roekmana’s Repertoire' mereka ke berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Joox dan lain-lain. Selain melalui segelintir album fisik yang dulu pernah dijual, para pendengar hingga kini hanya dapat menikmati karya-karya mereka melalui kanal Youtube resmi mereka (Tigapagi The Band).

Memasuki pertengahan pertunjukan, alunan lagu 'Pasir' dan 'Batu Tua' pun terdengar. Tak lupa, lagu 'Alang-Alang' juga ikut dibawakan, sebuah single pertama mereka yang dilempar seminggu sebelum perilisan album perdana mereka, tepatnya pada tanggal 24 September yang juga berbarengan dengan momen Hari Tani Nasional bagi negara Indonesia. Lagu ini bercerita tentang kerinduan akan kejayaan sebuah negara sebagai negeri yang agraris.

Sebelum lagu 'Tertidur' dikumandangkan sebagai lagu penutup, Sigit Pramudita sempat menyinggung sedikit soal persiapan album kedua mereka. "Soal persiapan album kedua, ada niat besar, udah ngumpulin materi juga, tapi kita ngga seproduktif itu. Kita coba akan mulai lagi, materi juga udah sekitar 40-50 persen. Karena stok lagunya yang buat album kedua belum bisa dibawain, ini adalah lagu terakhir," katanya.

Sebagai salah seorang pengunjung, Bambang memberikan tanggapan kepada BeritaBaik tentang konser intim Tigapagi yang baru saja ia tonton. “Secara keseluruhan, cukup buat ngobatin rasa kangen sama mereka yang jarang-jarang main live. Lebih-lebih, ini kali pertama aku lihat mereka live. Yang menarik lagi adalah konsep acaranya yang cukup intim dengan space yang kecil dan penonton yang gak banyak," tuturnya.

Pengunjung lain yang bernama Izul juga berkomentar tentang rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Hookspace ini. "Memuaskan, terutama untuk TIgapagi, karena aku belum pernah dan pengin banget nonton mereka. Komposisi line up-nya juga cakep. Hookspace berhasil bikin gigs intim dan memuaskan lah, apalagi dengan tiket seharga 50ribu. Cuman, perkara kualitas sound panggungnya sih yang kurang. Kelihatan banget mereka kayak enggak prepare untuk hujan, dan pas Tigapagi pun, channel per instrumen semacam overlapping dan kurang berimbang. Tapi, overall tadi pengalaman menonton gigs yang menyenangkan," komentarnya.

Christy, salah seorang pengunjung asal Surabaya yang datang ke Jogja, khusus hanya untuk menonton Tigapagi pun ikut memberikan kesan pribadinya setelah nonton konser ini. "Aku suka, acaranya dikemas dengan bagus sekali. Baru kali ini ngerasain konser musik yang penampil dan penontonnya melebur jadi satu, kayak enggak ada batasan gitu. MC-nya juga sukses sama interaksi yang bikin acara tunggu sound preparation-nya enggak boring. Ditambah lagi dengan lokasinya yang mendukung banget, jadi kerasa sangat intimate. Worth it banget lah buat aku yang jauh-jauh ke Jogja cuma buat acara ini,” pungkasnya.


Foto: Hanni Prameswari

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler