Ineke Vandoorn Beberkan Kesannya Setelah Konser di Jogja

Yogyakarta - Dalam rangka tur musik keliling dunia selama tahun 2019, duo jazz pemenang Grammy Belanda, Ineke Vandoorn dan Marc Van Vugt menggelar konsernya di 3 kota di Indonesia pekan ini. Salah satu kota yang mereka singgahi adalah Yogyakarta.

Konser Ineke Vandoorn dan Marc van Vugt Duo yang digagas oleh lembaga Erasmus Huis ini digelar pada Selasa (10/12/2019) malam di Pendopo Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis KM 8.4, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Dari 10 repertoar yang dibawakan di konser malam itu, tiga repertoar terakhir terasa sangat spesial karena Ineke dan Marc berkolaborasi dengan musik gamelan. Khusus untuk konser di Jogja ini, mereka bermain bersama musisi gamelan loh TemanBaik yaitu Purwanto dan Sukotjo. Keduanya merupakan anggota dari grup musik Kua Etnika yang dikomandani oleh almarhum maestro Djaduk Ferianto.

Kolaborasi Ineke, Marc, Purwanto, dan Sukotjo mampu mengeksplorasi batas-batas improvisasi dan lirik-lirik lagu. Alunan musik jazz dari Ineke dan Marc berhasil melebur dengan bunyi-bunyian berbagai macam gamelan yang ditabuh oleh Purwanto dan Sukotjo.

Selepas konser, BeritaBaik mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan Ineke Vandoorn. Ineke memberikan informasi bahwa kesempatan ini merupakan pertama kalinya mereka berkolaborasi dengan musik gamelan dalam format pertunjukan. Ia juga mengungkapkan bagaimana perasaannya setelah ia dan Marc tampil berkolaborasi dengan Purwanto dan Sukotjo di Jogja.

This is the first performance that we do with gamelan players and we are really excited about it. I’m very satisfied, because music is all about communication, listening to each other, being creative, and that’s exactly what happened. We did what we wanted to do but we also did extra and funny things so lively, that’s beautiful,” ujarnya memberikan komentar.

Ineke kemudian mengatakan siapa saja yang menjadi inspirasi terbesarnya dalam bermusik. ia pun menyebut beberapa nama yang jadi influence nya dalam bermusik. “I like Ella Fitzgerald a lot, she’s always have nice voice and happy. I also listened to pop music, and I would say that I like Joni Mitchell, too,” katanya.

Selepas itu, Ineke pun memberitahukan rencana terdekat yang akan mereka lakukan setelah bertolak dari Jogja. “Tomorrow, we will go to Sumatra, we have concert in Bandar Lampung on Friday. And then, after Christmas, we have some performances in Netherlands,” tuturnya.

Selain itu, BeritaBaik juga sempat berbincang dengan Purwanto nih. Ia menggambarkan tentang konsep kolaborasi dan tantangan terberat seperti apa yang mereka hadapi. “Kalo konsep kolaborasi selalu sama, kita harus melahirkan sesuatu yang baru dari apa yang kamu punya dan apa yang kita punya. Artinya, sesuatu yang baru itu yang sebetulnya harus kita cari bersama-sama, itu konsep kolaborasi. Bagi kami, yang sulit memang menyatukan pemahaman tentang kolaborasi itu, bukan menyatukan ide,” katanya.

Purwanto juga membeberkan bagaimana lika-liku proses kolaborasi yang mereka berempat lakukan untuk konser ini. Tentunya ada hal-hal yang harus mereka lewati mulai penyesuaian diri satu sama lain, berdiskusi mengenai alat musik gamelan, dan lain-lain, hingga akhirnya bisa bermain dengan baik di atas panggung.

“Waktu ngobrol pertama, awalnya Marc agak khawatir dengan suara gamelan itu apakah benar-benar sebagai instrumen atau sebagai sumber bunyi, mereka agak bingung. Terus, saya jelaskan bahwa ini bisa saja menjadi media sumber bunyi, bukan sebagai instrumen. Kalau instrumen punya tata aturan mainnya sendiri, tapi kalau sumber bunyi kan kita bebas memperlakukan layaknya kertas, batu, segala sesuatu yang berbunyi kita bisa eksplor. Jadi, kita bisa masuk di wilayah-wilayah yang paling aman menurut konsep kolaborasi yang kita lakukan. Hasilnya saya pikir maksimal karena hanya satu kali latihan, kemarin Senin cuma beberapa jam,” bebernya.

Foto: Hanni Prameswari/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler