Grace Sahertian Gelar Konser Talun di Museum Kota Bandung

Bandung - Musisi dan penulis lagu asal Bandung, Grace Sahertian baru saja menggelar konser keduanya di penghujung tahun 2019 bertajuk 'Konser Talun - Grace Sehaertian' di Museum Kota Bandung. Talun sendiri adalah kata yang berarti gema atau gaung. Lewat konser ini, Grace menggemakan kebaikan dengan cara menyumbangkan hasil donasi tiket konser kepada para korban gempa di Maluku melalui Sinode Gereja Protestan Maluku di Ambon.

Konser ini tak hanya sekadar pergelaran musik biasa, namun juga pertunjukan kolaborasi cross-genre yang dipadukan dengan pengalaman audio dan visual. Penonton juga diajak untuk menikmati instalasi interaktif yang disajikan apik di dalam ruang-ruang Museum Kota Bandung sebelum menikmati live performance dari Grace Sahertian dan teman-teman.

'Konser Talun - Grace Sehaertian' ini telah diselenggarakan 15 Desember 2019 lalu di Museum Kota Bandung pukul 19.00. Ada alasan kenapa Grace memilih bangunan cagar budaya itu sebagai tempat. Sebab tempat tersebut digunakan sebagai medium untuk menggemakan suaranya.    

Talun hadir sebagai suguhan pertunjukan musik yang diharapkan dapat menggemakan suara-suara di dalam diri. Konser ini turut dimeriahkan oleh rekan-rekan musisi lainnya, seperti Dhira Bongs, Gaby dan United States of Bandung Percussion (USBP).

Menyanyi di sebuah museum menjadi pengalaman baru bagi para penikmat musik di Kota Bandung dan tentunya bagi Grace sendiri. Tiket konser dengan kapasitas terbatas pun telah terjual habis sehingga tak ada tiket on the spot yang dijual pada hari pelaksanaannya.

Melalui rilis tertulisnya, Grace mengaku senang dapat menggelar konser ini. Menurutnya, malam itu adalah konser yang berkesan dan akan ia kenang. "(Konser) menjadi salah satu malam yang akan saya kenang sepanjang perjalanan bermusik saya," ungkapnya.

Proses registrasi sendiri dibuka mulai pukul 18.00, kemudian pengunjung diarahkan untuk menikmati instalasi visual 'Talun' yang dibagi menjadi dua ruangan. Ruang pertama adalah ruangan instalasi interaktif video mapping. Animasi visual diproyeksikan pada kain-kain kasa yang dibentangkan secara vertikal. Sebelumnya, pengunjung yang datang diminta untuk mengunakan baju berwarna putih.

Para pengunjung pun kemudian melebur dalam instalasi visual dan dapat berinteraksi dengan visual 'Talun'. Sementara di ruang kedua dinamakan Ruang Mantra. Ruangan ini mengajak penonton diajak untuk menikmati momen hening yang dipenuhi oleh cahaya lampu berwarna pink sembari mendengarkan audio 'Mantra Talun' yang diputar berulang-ulang.

Sekitar pukul 19.20 WIB, konser pun dimulai. Acara ini dimulai dengan penampilan dari penari kontemporer Ratu Moja Kachita. Grace kemudian membawakan 'Diam', yang merupakan carrier-single dari album perdana 'Hela'.

Ada kurang lebih 90 penonton memenuhi Museum Kota Bandung, jumlah ini melebihi kapasitas awal yang ditargetkan sebanyak 70 penonton. Para penonton juga turut hanyut dengan harmonisasi vokal yang dilantunkan oleh Grace dan lima penyanyi latar, dengan balutan keyboard, gitar dan cello.

Selanjutnya, Grace menyanyikan 'Diam'. Keni Soeriaatmadja yang malam itu berperan sebagai narator kemudian membacakan narasi 'Talun' yang ditulis oleh Theoresia Rumthe. Suasana makin hangat saat Grace menyanyikan lagu 'Honestunes' dan mengajak penonton ikut bernyanyi. Dilanjutkan dengan lagu cover medley 'Human Nature' dan 'You Gotta Be'. Lagu 'Beautiful' dan 'Apart' pun dibawakan dengan penuh penjiwaan.

Penyanyi Gaby turut memeriahkan dengan membawakan salah satu lagu dari mini albumnya yang berjudul 'Percaya'. Diikuti dengan penampilan dari Dhira Bongs yang membawakan single terbarunya 'Sungguh Terlalu'. Grace kemudian membawakan lagu cover dari Donna Lewis 'I Love You Always Forever'. Ditutup dengan impresif dengan lagu 'Sun of Hope' yang berkolaborasi dengan United States of Bandung Percussion (USBP).

Penampilan mereka selama 90 menit tersebut sukses membuat penonton terpana dengan perpaduan harmoniasai vokal menawan yang mereka suguhkan. Sebanyak 11 lagu dengan aransemen baru disajikan oleh Grace dan teman-teman malam itu.

Grace mengucapkan terima kasih dan berharap semoga konser ini menjadi langkah menuju talun berikutnya. "Dari lubuk hati terdalam, saya mengucapkan terima kasih untuk energi baik yang telah kalian gemakan. Semoga langkah-langkah kita bertalun-talun dari diri menuju dinding kota," harapnya.

Foto: dok. Sandy Adriadi

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler