Taksu Bagikan Ingatan tentang Jogja di Album Perdananya

Yogyakarta - Baru-baru ini, Taksu menggelar showcase di Sangkring Art Space dan membagi ingatan tentang Jogja kepada orang-orang terdekat dan juga berbagai media lewat sebuah album perdana bertajuk 'Titip Salam'. Unit pop yang terbentuk dan tumbuh di Yogyakarta ini digawangi oleh Angga Waskita (gitar, vokal), Desy Nugroho (bass), dan Ilman Lazulfa (drums).

Album perdana ini sangat spesial bagi Taksu. 'Titip Salam' berisi sembilan lagu yang memuat ingatan orang-orang yang pernah tumbuh kemudian mengalami kisah cinta paling berkesan di Jogja.

"Tentang sebuah perjalanan yang bisa dilihat dari orang-orang yang merantau ke Jogja. Dari remaja ke dewasa, komitmen, cinta, patah hati, kepulangan, dan memori lainnya," tutur Angga Waskita dalam rilis yang diterima BeritaBaik.

Sembilan buah lagu tersebut berjudul 'Titip Salam', 'Langkah', 'Jelita', 'Positif', 'Merindu', 'Come Back Home', 'Empty Chair', 'Hal Pertama', dan 'Kroda'. Lagu-lagu ini mewakili perjalanan masing-masing personel Taksu selama di Jogja sebagai perantau.

Angga yang berasal dari Bali, Ilman dari Surabaya, dan Desy dari Purworejo menghabiskan separuh perjalanan hidupnya di Jogja. "Makanya, tajuk albumnya 'Titip Salam', tanda ini bentuk sapa pada orang-orang yang pernah singgah di hidup kita saat mereka di Jogja, pun sebaliknya," sambung Desy.

Baca Ini Juga Yuk: Nosstress Keluarkan Lagu dan Video Klip Tentang Hujan

Proses pembuatan sembilan lagu dalam album ini memakan waktu selama dua tahun. Taksu mulai berproses menggarap lagu dari tahun 2016-2018. Setelah aransemen dan lirik dirasa sudah sesuai, mereka langsung memindahkannya ke media rekam pada tahun 2019.

Banyak musisi yang terlibat dalam album ini saat digarap dan direkam di Zhufu Studio, Sangkring Art Space. Kita bisa mendengar suara Tika Mono dalam lagu 'Jelita', 'Merindu' dan 'Kroda', kemudian Ivan di 'Positif', dan juga permainan gitar dari Teguh Joyo Santiko (Buktu, Srinthil).

"Album ini kami dedikasikan juga untuk semua orang yang telah mendukung kami berkesenian selama ini. Untuk mereka yang selalu menyemangati, memberi kami udara dan energi untuk menyelesaikan album," tambah Angga.

Artwork album ini digarap oleh I Gede Nengah Putra, perupa asal Bali yang juga merupakan teman dekat Angga Waskita. Artwork yang berjudul 'Ikang Dharma Ngarania Ituning Mare Ring Suarga Ika’' merepresentasikan salah satu filosofi saat mengarungi kehidupan. Tiap objeknya memiliki makna yang tidak main-main.

Objek hati melambangkan rasa, karena hidup tidak hanya menggunakan akal, tetapi juga hati. Objek perahu menggambarkan konsep tentang hidup yang harus penuh dengan kesabaran dan ketelitian.

Bola lampu bertindak sebagai metafora dari cahaya (matahari), layaknya perjalanan yang ringan tanpa beban. Sedangkan daun menerangkan bahwa setiap manusia tumbuh dengan sifat kompleks, kelebihan dan kekurangan yang tidak bisa dipisahkan.


Foto: Dokumentasi Taksu


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler