Jogja Noise Bombing Festival Kembali Digelar, Catat Tanggalnya Ya

Yogyakarta - Musik noise mungkin pada awalnya dikenal sebagai sesuatu yang bising dan mengganggu pendengaran. Namun, komunitas Jogja Noise Bombing (JNB) mampu menginisiasi dan mengolah musik noise menjadi sebuah seni pertunjukan sekaligus sebuah fenomena musik yang dapat mengundang perhatian masyarakat dalam dan luar negeri lewat aksinya.

JNB menawarkan sebuah kultur alternatif baru bagi mereka yang merindukan pergerakan-pergerakan musik bawah tanah. Lewat permainan musik yang dipelajari secara otodidak, improvisasi bebas tanpa batas, termasuk pemahaman teknis dari masing-masing alat dan sumber bunyinya menjadi acuan utama dalam membuat karya mereka.

Selain pertunjukan musik, kegiatan JNB juga meliputi workshop, residensi, pameran, screening film, serta diskusi yang bersinggungan dengan ranah noise.

Jogja Noise Bombing Festival merupakan sebuah pertunjukan musik noise/eksperimental tahunan yang digagas oleh JNB. Acara tersebut bertujuan untuk mengenalkan segala sesuatu tentang noise, distorsi, tools, performance dan eksistensi noise maker di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya kepada publik yang lebih luas.

Tidak hanya itu, Jogja Noise Bombing Festival juga dijadikan sebagai sarana memperluas jaringan pelaku dan penikmat musik noise, baik di Indonesia maupun di negara lain. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme orang-orang dari segala penjuru dunia yang datang untuk menyaksikan pertunjukan ini setiap tahunnya.

Tahun ini, Jogja Noise Bombing Festival akan kembali digelar pada tanggal 25-26 Januari 2020. Jogja Noise Bombing Festival 2020 akan diselenggarakan selama dua hari dengan tema utama berupa film dokumenter.

Baca Ini Juga Yuk: Taksu Bagikan Ingatan tentang Jogja di Album Perdananya

Selain pertunjukan musik noise, akan ada pemutaran empat film dokumenter bertema Jogja Noise Bombing yang dibuat oleh dua orang sutradara asal Yogyakarta, satu sutradara asal London, dan satu sutradara asal Australia.

Seluruh rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Sebelum festival berlangsung, beberapa penampil melakukan serangkaian pre-tour event untuk mempromosikan festival ini ke Malaysia, Singapura, Jawa dan berlanjut setelahnya sampai di Bali.

Sederet penampil yang akan ikut berpartisipasi dalam Jogja Noise Bombing Festival 2020, di antaranya LanSanese (USA/Yogyakarta), Classism (USA/Thailand), SAJJRA (Peru), PGR (Italia), Tzii (Belgia), SitBQ (Korea Selatan), Wei Wang (Taiwan), Catatonia (Singapore), Furchick (Australia), Aldo Achmad (Solo), Dea Karina (Yogyakarta), GRAEA (Yogyakarta), Handoyo Purwowijoyo (Yogyakarta), Thorn The Beauty (Gresik), dan Makassar Noise Terror (Makassar).

Rangkaian acara Jogja Noise Bombing Festival 2020 pada hari pertama yakni 25 Januari 2020, yaitu pertunjukan musik noise jalanan di sekitar area Malioboro, Yogyakarta pada pukul 15.00-18.00 WIB. Kemudian pemutaran empat film dokumenter di Loops Station, Jl. Pangurakan No. 2, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta pada pukul 18.00-21.00 WIB.

Sedangkan pada hari kedua, yakni 26 Januari 2020 bakal ada pertunjukan musik noise di Pendhapa Art Space, Jl. Ring Road Selatan, Tegal Krapyak, RT. 01, Glugo, Panggungharjo, Sewon pada pukul 16.00-22.00 WIB.

Informasi dan jadwal lebih lengkap tentang Jogja Noise Bombing Festival 2020 bisa dipantau di akun instagram @jogjanoiseclub dan web www.jogjanoisebombing.wordpress.com ya, TemanBaik.


Foto: dok. Komunitas Jogja Noise Bombing

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler