Yuk! Berkunjung ke Museum Musik Satu-satunya di Indonesia

Malang - TemanBaik, berkunjung ke museum bisa jadi sangat membosankan. Namun beda halnya dengan museum yang hanya ada di Kota Malang ini.

Ya, museum musik Indonesia ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Lokasinya berada di Jalan Nusakambangan, Kota Malang.

Kendati berlabel museum, pengunjung tidak hanya berkeliling untuk melihat barang-barang antik bernilai sejarah saja. Namun juga diperbolehkan memainkan alat musiknya.

Koleksinya juga sangat banyak. Ada alat musik tradisional yang bersejarah seperti sasando, angklung, karimba, kendang, rebana dan masih banyak lagi. Semuanya boleh disentuh bahkan dimainkan. Sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan saat berkunjung ke museum pada umumnya.

Tak hanya alat musik tradisional, di sini juga banyak menyimpan koleksi alat musik modern seperti gitar, drum hingga keyboard. Bagi pengunjung yang ingin seru-seruan disini bersama teman atau keluarga, sangat diperbolehkan untuk bermain musik dan bahkan bernyayi.

Museum ini juga memanjakan para pecinta produk musik klasik seperti piringan hitam dan koleksi ribuan kaset untuk tape recorder hingga compat disk (CD). Koleksinya tidak hanya dari penyanyi nusantara, namun juga penyanyi lokal Kota Malang bahkan mancanegara. Semua masih awet, tertata dalam rak-rak dengan rapi.

Untuk koleksi piringan hitam sendiri mencapai 2650 keping yang didapat dari pembelian di pasar loak hingga hibah dari masyarakat luar. Koleksi ini juga banyak didapatkan dari perusahaan rekaman kuno seperti Lokananta, Purnama, Jackson Record,  DD stereo dan lain-lain. Banyak pula koleksi album musisi legenda mulai dari Erwin Gutawa Co, Rinto Harahap, Nia Daniati, Vina Panduwinata dan masih banyak lagi.

Baca Ini Juga Yuk: Kenalan dengan Yusuf, Kolektor Rilisan Musik Fisik Sejak 1 Dekade

Semua koleksi piringan hitam ini dirawat dengan baik. Bahkan ada yang dibuatkan cover khusus yang didesain sendiri. Tujuannya agar piringan hitam ini awet dan tidak cepat rusak.

"Piringan hitam adalah bagian dari sejarah musik Indonesia. Generasi muda perlu memahami sejarah. Karena kita ada karena sejarah. Musisi Indonesia juga turut menyumbangkan karya," tutur Hengki Herwanto, Ketua Museum Musik Indonesia.

Museum ini tak pernah sepi pengunjung. Terlebih saat musim liburan. Banyak anak-anak muda yang berkunjung ke sini. Selain anak muda di Kota Malang juga banyak anak muda dari Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta.

Bahkan menurut Hengki, seringkali pengunjung dari Jakarta langsung mampir ke museum ini selepas dari stasiun atau bandara, masih dengan membawa koper kemudian menikmati koleksi yang ada museum.

"Antusiasmeya sangat besar. Kebanyakan dari mereka adalah yang jenuh dengan kehidupan di kota seperti pergi ke Mall. Jadi alternnatifnya kesini. Nambah ilmu dan mencoba sesuatu yang baru," tuturnya.

Untuk masuk kesini, pengunjung hanya dikenai biaya Rp 5 ribu per orang. Namun jika TemanBaik ingin memberikan donasi bagi perkembangan museum ini, disediakan box sebagai kotak donasi.

Museum ini buka dari pukul 10 pagi hingga 5 sore. Pengunjung juga bisa membeli berbagai macam merchandise seperti ballpoint, buku, CD hingga kaos. Semuanya diperuntukkan bagi pengembangan museum.

Foto: Nunung Nasikhah/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler