Tur Bayangan Hindia Sukses Hibur Penggemar di Jogja

Yogyakarta - Bulan Februari tahun 2020 bisa dibilang jadi bulan yang spesial dan bersejarah bagi seorang Baskara Putra, khususnya untuk perjalanan proyek musik solonya yang bernama Hindia. Pasalnya, ia menggelar Tur Bayangan ke 5 kota di Pulau Jawa selama bulan ini, dalam rangka mempromosikan album perdananya yang telah dirilis pada 29 November 2019 berjudul 'Menari dengan Bayangan'.

Sesuai dengan yang Hindia sampaikan jauh-jauh hari lewat akun instagramnya (@wordfangs), Tur Bayangan akan menawarkan pengalaman konser yang unik dan berbeda-beda di tiap kota yang dikunjungi. 5 titik tur diatur dengan spesial dan dikepalai oleh kelima anggota Lomba Sihir, sebutan untuk band pengiring Hindia untuk format live perform.

Baca Ini Juga Yuk: Bundengan, Alat Musik Serupa Payung Asli Wonosobo

Hindia menggandeng solois Aldrian Risjad selama Tur Bayangan berlangsung sebagai pembuka konser tetap di 5 kota yang mereka kunjungi. Hindia juga mendukung dan mengajak band-band lokal berpotensi yang berbeda di tiap kotanya untuk jadi pembuka konser sebelum Aldrian Risjad dan ia bersama teman-teman Lomba Sihir naik ke panggung.

Tur Bayangan dimulai di kota Malang pada 8 Februari 2020 dan dilanjutkan ke Surabaya dua hari kemudian. Titik pemberhentian Tur Bayangan ketiga jatuh di Jogja pada 12 Februari 2020, tepatnya di Pendhapa Art Space, Jl. Prof. Dr. Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan) Tegal Krapyak RT.01, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Tur Bayangan Hindia di Jogja mengusung tagline 'Seluruh Hatiku Untukmu Yogyakarta' yang dikepalai oleh Rayhan Noor. Konser dimulai sejak jam 7 malam, dibuka dengan penampilan dari Rubah di Selatan, band asal Jogja. Selanjutnya, giliran Aldrian Risjad yang menyuguhkan aksi panggungnya.

Memasuki jam setengah 9 malam, Hindia bersama teman-teman Lomba Sihir mulai naik ke atas panggung. Repertoar pertama yang mereka bawakan adalah 'Untuk Apa / Untuk Apa?' yang  kemudian disambung dengan 'Evakuasi'.

Beberapa hari sebelum tur dimulai, Hindia sudah memberi bocoran lewat instagramnya bahwa akan ada satu lagu yang diulang dua kali di Tur Bayangan Jogja, karena Rayhan Noor yakin itu satu-satunya cara agar set menjadi sempurna. Ternyata, lagu itu adalah 'Secukupnya' yang didapuk sebagai repertoar ketiga dengan dibawakan dalam dua format secara berturut-turut. Pertama, 'Secukupnya' dibawakan dalam format akustik yang berkolaborasi dengan Adha Buyung. Selanjutnya, 'Secukupnya' kembali dibawakan dalam format full band.


Lalu, Hindia memperkenalkan teman-teman band pengiringnya kepada penonton, termasuk Rayhan Noor selaku anggota Lomba Sihir yang mengepalai Tur Bayangan Jogja. Sekilas info tentang Rayhan Noor, ia mempunyai proyek musik solo sebagai penyanyi dan penulis lagu di bawah namanya sendiri, ia juga merupakan gitaris dari band Glaskaca, dan session player untuk .Feast dan Kurosuke.

"Ini yang punya hajatan hari ini nih, yang direct konser hari ini," kata Hindia sambil menunjuk ke Rayhan. "Gue selalu baper kalo di Jogja, enggak tahu kenapa. Dulu gue besarnya di sini juga," tutur Rayhan kepada penonton.

Selain membawakan seluruh materi lagu di album 'Menari dengan Bayangan', Hindia juga memasukkan lagu-lagu lain ke dalam setlist malam itu, di antaranya dua lagu ciptaan Rayhan Noor yang berjudul 'I’ll Be Around' dan 'Sweet Cherry Sunrise', serta lagu 'Tidak Ada Salju di Sini part 1' dan 'Tidak Ada Salju di Sini part 4' yang merupakan hasil kolaborasi Hindia bersama Enrico Octaviano, Petra Sihombing, dan Rubina.

Di tengah-tengah konser, Hindia sempat mengajak salah satu penonton naik ke atas panggung untuk berbincang-bincang santai dengannya. Hindia juga berkali-kali mengingatkan para penonton agar aware terhadap orang-orang di sekitarnya. "Jadi kawan-kawan, kalo kelihatan di sekitarnya ada yang mukanya pucat gitu, diperhatiin ya. Terus, jangan desak-desakan juga, kasihan yang enggak kuat nanti bisa tumbang. Ya, kita harus jaga satu sama lain. Oke?," bebernya.

Konser Tur Bayangan Jogja berakhir sekitar jam 10 malam, ditutup dengan lagu 'Evaluasi'. Crowd penonton terlihat sangat padat memenuhi lokasi pertunjukan. Selama konser berlangsung, penonton terdengar sangat antusias bernyanyi bersama. Sajian permainan lighting yang ciamik nampak turut menyempurnakan Tur Bayangan Jogja malam itu.

Foto: Hanni Prameswari

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler