Hindia Tutup Tur Bayangan di Kota Bandung

Bandung - Empat kota sudah dilalui Hindia dalam Tur Bayangan. Diawali di Malang pada 8 Februari lalu, dan berlanjut di Surabaya, Yogyakarta dan Semarang. Di Kota Bandung tepatnya pada Minggu (16/02/2020) bertempat di De Majestic, Hindia menutup rangkaian tur yang digelar dalam rangka mempromosikan debut album 'Menari Dengan Bayangan'.

Dua penampil yakni Loner Lunar dan Aldrian Risjad membuka panggung terlebih dulu. Baru lah pada pukul 20.30 WIB, Hindia naik panggung yang dibuka dengan lagu 'Tinggalkan di Sana'. Seharusnya trek tersebut tidak dibawakan di tur ini, karena bukan termasuk lagu yang terdapat di album. Hanya saja mungkin Baskara cs mempunyai alasan khusus kenapa mereka membawakannya. 

Tak perlu menunggu waktu lama, 'Membasuh' pun melantun. Baskara dan beberapa personel lain mengambil posisi duduk ketika menyanyikan lagu yang berkolaborasi  dengan Rara Sekar itu. Disusul dengan lagu 'Secukupnya' yang dibawakan dengan versi akustik. 

Baca Ini Juga Yuk: Ikkubaru Merilis Album Kedua Bertajuk 'Chords and Melodies'

Setelah secara berurutan membawakan 'Evakuasi', 'Untuk Apa/Untuk Apa' dan 'Jam Makan Siang', Baskara memperkenalkan satu per satu personel Hindia yang dinamakan Lomba Sihir. 

"Selamat malam. Terima kasih sudah datang. Gw enggak pernah expect ada tur sama sekali, apa lagi ada album ini. Hindia itu  lahirnya karena kecelakaan. Cuma ternyata berkahnya banyak," jelas Baskara. 

Memasuki waktu jeda dimanfaatkan Baskara cs untuk berinteraksi dengan penonton. Ia membacakan satu per satu tulisan yang terdapat di layar handphone mereka dengan kalimat yang beragam. 

Setelah itu, kembali dilanjutkan dengan trek 'Belum Tidur' yang dipopulerkan bersama Sal Priadi, 'Tak Ada Salju Di Sini Pt. 1', dan 'Tak Ada Salju Di Sini Pt. 4'. Saat menyanyikan lagu 'Rumah ke Rumah' lucunya  beberapa nama yang disebutkan di lagu tersebut naik ke atas panggung memberikan bunga. Sehingga membuat suasana jadi lebih haru karena Baskara terlihat mengusap pelupuk matanya yang tak kuasa menahan tangis.  

Bandung Bagi Baskara Putra 
Sesudah membawakan repertoar lainnya, Baskara pun bercerita tentang kesannya terhadap Bandung. Rupanya dulu ia ingin berkuliah di Bandung dan masuk Fakuktas Seni Rupa dan Design di Institut Teknologi Bandung. Tapi ia tidak berhasil masuk ke ke kampus impiannya. Apa yang ia inginkan tidak tercapai. 

"Dulu gue sampe ikut les biar bisa masuk ITB. Tapi ternyata enggak masuk juga," celotehnya mengolok diri sendiri. 

Karena itu lah ia memberikan tajuk 'Semua yang Sirna di Bandung' untuk turnya di Kota Kembang. Awalnya Bandung adalah kota yang sempat tidak ia sukai. Ada banyak hal tidak mengenakkan dari kota ini. Gagal masuk kampus impian. Hingga putus cinta dengan mantan pasangan. Namun pada akhirnya rasa tidak suka itu berubah kembali menjadi cinta ketika ia dan bandnya .Feast bertandang untuk manggung. 

"Waktu manggung pertama bareng .Feast ke Bandung, akhirnya perlahan gue kembali cinta dengan kota ini. Buat gue, Bandung itu sentimental, karena di Bandung tempat gue ketemu orang yang sampai saat ini menjadi pasangan hidup guw, namanya Meidiana. Guw akhirnya menemukan apa yang menggantikannya di bandung. Gue sempat berpikir karier gue tidak akan di musik, tapi ternyata tidak. Selamat menikmati sisa pertunjukan malam ini," bebernya sembari menyanyikan beberapa lagu penutup. 

Trek 'Secukupnya' pun mengalun kembali. Pada tur ini lagu tersebut menang sengaja dinyanyikan dua kali dan dibuat versi akustiknya. Cara ini mereka lakukan agar membuat pertunjukan berjalan dengan sempurna. Dan apa yang ingin mereka sampaikan bisa sampai juga ke hati para penonton yang hadir. 

Tur Bayangan pun usai. 'Evaluasi' pun secara resmi menutup Tur Bayangan di Bandung. Kesimpulannya, jelas saja Bandung dipilih sebagai kota penutup dari rangkaian tur ini. Sebab memang ada hal-hal khusus yang coba Baskara sampaikan di akhir perjalanan Tur Bayangan. 

Foto: Mentari Nurmalia/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler