Desa Wirun, Produsen Gamelan Jawa yang Mendunia

Surakarta - TemanBaik, mungkin kita tak asing dengan istilah Gamelan. Ya! Alat musik tradisional ini memang dijumpai di berbagai daerah. Yang cukup populer ditemui di berbagai tempat adalah Gamelan Jawa.

Gamelan Jawa itu sendiri merupakan seperangkat alat musik tradisional yang biasanya terdiri dari gong, kenong, gambang, celempung serta beberapa alat musik pendamping lainnya. Keistimewaan alunan musik Gamelan Jawa adalah kecenderungannya bersuara lembut.

Di tanah Jawa, Gamelan kini tak hanya dijumpai dalam pertunjukan seni tradisional saja, tetapi juga di beberapa tempat wisata atau hotel-hotel, tak jarang menampilkan gamelan sebagai musik penyambut tamu. Namun, dari manakah Gamelan yang sering kita jumpai di berbagai tempat itu berasal, ya?

Baca Ini Juga Yuk: Bundengan, Alat Musik Serupa Payung Asli Wonosobo

Melansir dari laman indonesia.go.id, sebuah desa di perbatasan timur Kota Solo menjadi salah satu produsen Gamelan Jawa sampai ke level internasional. Desa Wirun namanya. Bunyi ketukan palu besi menempa lempengan-lempengan campuran timah dan tembaga menjadi alunan suara keseharian di desa ini. Selain percikan-percikan api setinggi kira-kira 50 sentimeter dari tungku peleburan besi di rumah-rumah sekaligus workshop Gamelan.

Tradisi pembuatan Gamelan Jawa di Desa Wirun sudah ada sejak tahun 1956. Seiring pasang-surut permintaan pasar, kini tinggal 8 workshop rumahan Gamelan tersisa. Masing-masing workshop umumnya mempekerjakan sekitar 9 orang pengrajin untuk memproduksi satu set perangkat Gamelan lengkap.

Produksi Gamelan dari Desa Wirun tak hanya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia saja. Gamelan-gamelan tersebut juga banyak dipesan oleh para pembeli dari mancanegara. Kendati sudah mendunia, proses produksi Gamelan ini masih menggunakan metode tradisional.

Metode tradisional yang dimaksud ialah mengandalkan kekuatan dan keterampilan tangan manusia. Prosesnya sendiri tergolong rumit, membutuhkan keterampilan mumpuni, ketelitian dan "jam terbang" tinggi untuk menghasilkan satu perangkat Gamelan berkualitas bagus.

Membedah proses produksinya, secara umum proses produksi gamelan terdiri atas 4 pekerjaan. Yakni; pekerjaan besi, kayu, kulit dan finishing (penyempurnaan). Pengerjaan bagian besi bisa disebut jadi bagian tersulit dalam pembuatan Gamelan karena membutuhkan ekstra tenaga dan ketelitian tinggi. Awalnya materi logam timah dan tembaga dilebur dalam tungku api yang terbuat dari tanah liat. Proses ini memakan waktu sekitar 30 menit tergantung kualitas logam dan kestabilan suhu api.

Setelah kedua bahan logam meleleh, berikutnya dituangkan dalam cetakan. Istilah populer untuk hasil cetakan tersebut adalah leker. Setelah mendingin, leker dikeluarkan dari cetakan. Para pengrajin Gamelan kemudian menempanya untuk membentuk salah satu komponen besi dari Gamelan. Waktu proses pembentukan ini tergantung dari ukuran dan kualitas perangkat yang dibuat.

Proses berikutnya adalah penyetelan nada Gamelan sesuai standar bunyi tangga nada pentatonik Gamelan Jawa. Tahapan ini dikerjakan oleh pengrajin khusus karena dibutuhkan kepekaan indera pendengaran untuk menghasilkan tingkat nada yang akurat.

Ada beberapa teknis khusus untuk menggarap setelan nada pada gamelan agar setelan bertahan lama dan tak perlu berulang-ulang. Tahap berikutnya pekerjaan kayu untuk mengikat dan dudukan komponen-komponen besi, material bambu juga dimanfaatkan untuk beberapa perangkat Gamelan. Selain itu, ada juga material dari kulit binatang yaitu kulit kerbau dan kambing untuk perangkat kendang.

Selanjutnya adalah pewarnaan permukaan tiap perangkat Gamelan dan pemolesan agar tampak menarik. Waktu pembuatan satu set perangkat Gamelan Jawa yang terdiri atas 14 perangkat bisa mencapai 3-4 bulan.

Bicara soal harga, Gamelan produksi Desa Wirun ini memiliki varian yang banyak. Mengenai harga ini, biasanya tergantung ukuran dan jumlah perangkat yang dipesan. Selain itu, para pengerajin Gamelan di desa Wirun juga melayani pesanan satuan. Satu set Gamelan Jawa lengkap dihargai sekitar Rp300 juta. Bila menggunakan bahan berkualitas bagus bisa mencapai kisaran harga Rp600 juta.

Sebagai informasi tambahan, Desa Wirun terletak di sebelah timur Kota Solo, kira-kira 10 kilometer dari perbatasan kota bagian timur. Jika sedang berada di Kota Solo, tak ada salahnya melipir ke Desa Gamelan ini, paling tidak untuk melirik proses kreatif pembuatan alat musik tradisional kita yang sudah mendunia.

Foto: dok. indonesia.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler