Keliling Dunia Bersama Grup Musik Asal Malang, Wake Up, Iris!

Malang - Vania Marisca dan Bie Paksi adalah segelintir dari mereka yang meyakini bahwa lagu bisa menjadi untaian doa. Menyanyikannya berulang-ulang tak jauh beda dengan menggemakan doa-doa dan harapan kepada Sang Pencipta. Melalui rangkaian lagu di album perdana grup musik besutan keduanya, Wake Up, Iris! , Vania dan Bie menuliskan impiannya untuk bisa berkeliling dunia dengan musik.

"Menulis buku, bikin film, membuat lagu adalah doa. Apalagi ketika kita menyanyikannya berulang-ulang, maka semesta ini akan mendengar," kata Vania mengawali ceritanya.  


Dari tujuh lagu yang mereka gabungkan dalam album bernama 'Aureole', Vania dan Bie menyematkan pesan tentang keberanian bermimpi tinggi.

Wake Up, Iris! lahir pada 2015 silam dengan personel hanya dua orang. Vania sebagai vokalis dan violis sementara Bie Paksi berperan sebagai gitaris yang juga memainkan tambourin dan kick drum. Keduanya mengusung genre power folk, sebutan bagi folk yang lebih enerjik.

"Alat musik kita yang menggiring kita menjadi seperti itu. Genre-nya seperti itu karena kita tidak menentukannya secara sadar. Ya kita jalanin aja," ujar Bie Paksi.

"Tentang mereka yang bisa jadi meremehkan mimpi-mimpi, mungkin mimpinya sendiri atau mimpi orang lain. Kami pun juga merasakannya. Diremehkan lah, masa bisa sih setinggi itu? Masa bisa sih dengan ini kamu mencapai ini itu?" tandas Vania.

"Apa yang kami masukkan (dalam lagu) adalah berani jadi diri sendiri, berani bermimpi dan berani untuk membuktikan ke orang-orang kalau kita jadi diri sendiri mimpi mustahil pun akan jadi kenyataan," sambungnya.

Baca Ini Juga Yuk: Mengintip Fasilitas Rekaman Musik Gratis di Kota Bandung

Menariknya, tujuh lagu dari album tersebut selayaknya sebuah mantra dan doa yang benar-benar mewujudkan apa diinginkan Vania dan Bie. Yakni travelling, berkeliling dunia dengan musik. Pertama kali membentuk Wake Up, Iris! pada 2015, Vania dan Bie sempat berkhayal suatu hari dapat tur ke berbagai negara dengan musik yang mereka usung.

Mereka bahkan menuliskan secara detail daftar festival-festival musik yang ingin mereka datangi. Entah terealisasi sepuluh atau dua puluh tahun kemudian.

"Targetku tahun 2020 salah satu salah satunya festival South by South West (SXSW). Ya udah kita simpan aja list-nya. Kita targetnya 2020 main di SXSW enggak tahu gimana pun caranya," papar Vania.

South by Southwest (SXSW) sendiri merupakan agenda tahunan bagi pegiat film paralel, media interaktif, dan festival musik di seluruh dunia yang diselenggarakan pada pertengahan Maret di Austin, Texas, Amerika Serikat. Pada 2018, SXSW berlangsung pada 9-18 Maret.


Berkat keyakinan dan mantra-mantra dalam lagu yang terus menerus digemakan, keinginan Vania dan Bie terwujud dua tahun lebih cepat. "Tahun 2017 kami ikut sebuah acara musik terus kami terpilih dan juara waktu itu. Tapi kami nggak tahu apa hadiahnya," kata Vania.

"Baru malamnya kita tahu bahwa kita mau ke mana ternyata ke US (United States). Ke US ke mananya nih? Manggung aja atau ke studio kah atau belajar musik kah? ternyata ke  South by South West. Kita sampai nggak bisa ngomong," ujar Vania.

Dari situlah mimpi-mimpi Wake Up, Iris! mulai terealisasi satu per satu. Tak hanya manggung, lebih dari itu Vania dan Bie berkesempatan mendapat pengalaman yang luar biasa, terlebih soal musik.

"Banyak sekali pengalaman dan sesuatu yang membuat kita 'wah' menarik nih misal kita mulai dari Malang atau mulai dari manapun, kita harus bikin sesuatu yang sekiranya kita dapat dari sana," kata Bie.

"Kami jadi tahu kondisi diri kami. Itu (pengalaman di SXSW) pencerahan banget. Ketika kita bisa sadar betapa secara industri musik dan industri hiburan Indonesia itu ketinggalan jauh banget. Itu kan berarti mempunyai ruang besar untuk improvisasi dan perbaikan," sambung Vania.

"Ini sudah mulai ngomongin tentang HAKI, hak cipta, performing rights. Itu bisa jadi lima tahun sepuluh tahun lalu yang tahu cuma segelintir orang. Sekarang sudah mulai ada yang tahu dan itu sudah kemajuan yang bagus," imbuhnya.

Beranjak dari gelaran SXSW, Wake Up, Irish! juga berkesempatan untuk ikut dalam Zandari Festa di Korea Selatan di tahun yang sama. Zandari Festa merupakan festival musik dan showcase yang diadakan di berbagai tempat musik live di Seoul, Korea Selatan. Setiap tahun, festival ini menyajikan sekitar 100 performance musik dari Korea dan seluruh dunia, serta delegasi industri musik yang mewakili festival dan label.

Dalam kesempatan itu, duo grup ini berhasil menduduki semua panggung yang tersedia. Tak puas, Vania dan Bie kemudian memutuskan untuk manggung lagi di negara tempatnya transit yakni Malaysia.

"Aku pikir kok nanggung ya ke Korea Selatan aja. Ada beberapa temen juga rekomendasi kita transit di mana cari panggung di situ. Nah kita melewati Malaysia. Akhirnya mikir, 'okelah kita pengen sekalian di-tour-in," ucap Vania.

"Jadi kita di Malaysia dapat tiga panggung, Korea Selatan dapat empat panggung dan kita rangkai sebagai satu tur," tegasnya.

Selepas tur di luar negeri, Wake Up, Iris! juga berkesempatan untuk merealisasikan mimpinya berkeliling Indonesia dengan musik.

"Apa yang kami rasa dengan musik juga akhirnya kita bisa keliling Indonesia dari Aceh sampai Ambon, Papua belum sih," kata Vania.

Dari Aceh hingga Lampung melalui jalan darat, Wake Up, Iris! memilih berkolaborasi dengan grup musik asal Bali, Navicula. Begitu pula dengan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan juga Jawa. Total sudah 14 kota lebih yang mereka datangi untuk bermusik sejak 2018 hingga 2019.

Tak mau berhenti berkarya, Vania dan Bie saat ini tengah mempersiapkan album kedua yang masih dirahasiakan. Album yang direncanakan bakal launching tahun ini, sedikit banyak akan mengusung misi yang sama dengan album sebelumnya.

Foto: Dok. Wake Up, Iris!


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler