Cerita Sarah Saputri, Endorser Merek Harmonika Tertua di Dunia

Bandung - TemanBaik, bagaimana rasanya bila kamu menjadi endorser untuk sebuah produk yang kamu idam-idamkan sejak dulu? Ya, pengalaman itu yang baru saja didapat oleh penyanyi dan pemain harmonika asal Bandung, Sarah Saputri.

Beritabaik.id punya kesempatan untuk berbincang dengan Sarah Saputri. Penyanyi sekaligus pemain harmonika yang dikenal lewat karya-karyanya dalam beberapa soundtrack film serta duo Sarah n Soul ini baru saja dipercaya sebagai endorser merek harmonika tertua di dunia, yaitu C.A Seydel Sohne dari Jerman. Ia menceritakan proses terpilihnya sebagai endorser Seydel untuk perwakilan Indonesia.

"Awalnya itu saya berkenalan dan bikin video jamming main harmonika dengan Ofir Ventura dari media sosial. Ofir ini pemain harmonika dari Israel. Saat itu saya enggak tahu kalau Ofir ternyata adalah endorser-nya Seydel," ujar Sarah, Jum’at (12/6/2020).

Setelah perkenalan tersebut, ia mengaku tak menyangka akun Instagramnya mendapat perhatian dari pihak Seydel. Proses kemudian berlanjut saat keduanya saling berkirim pesan dan berujung pada pemilihan Sarah sebagai endorser C.A Seydel Sohne untuk perwakilan Indonesia.

"Mereka nunjuk saya jadi endorser saat itu. Jelas saya enggak nyangka," sambungnya.

Secara personal, Sarah memang sudah lama menginginkan produk harmonika tersebut. Namun, ia merasa belum mampu mendapatkan harmonika tersebut bila harus membelinya. Kalaupun mendapatkan harmonika tersebut melalui sistem kerjasama seperti menjadi endorser, awalnya Sarah mengaku pesimis karena reputasi Seydel sebagai produsen harmonika tertua di dunia yang sudah ada sejak tahun 1847.

Baca Ini Juga Yuk: Menyusur Perjalanan Musikal Benny Likumahuwa di Tanah Air

Ditanya mengenai alasannya menyukai produk Seydel, menurut Sarah, produk ini memiliki kualitas yang sangat bagus, bermaterial stainless steel dan memiliki ketahanan lima kali lipat dari seluruh brand harmonika yang ada di dunia. Proses pembuatannya juga masih menggunakan tangan atau handmade.

"Buat saya sih ini anugerah, ya. Kayak kita menginginkan sesuatu yang sebelumnya kita enggak kebayang untuk ngedapetinnya. Eh, enggak tahunya ada jalan juga untuk dapetin itu," jelas Sarah.


Perkenalkan 'Es Lilin' ke Mancanegara
Terpilih sebagai endorser merek harmonika asal Jerman dijadikan Sarah sebagai momentum untuk memperkenalkan musik asal daerah Jawa Barat ke mancanegara. Ia kemudian membawakan ulang lagu tradisional Jawa Barat berjudul 'Es Lilin' ke dalam versi harmonika. 'Es Lilin' dipilih oleh Sarah karena menurutnya, lagu tersebut cukup populer dan mudah dikenal oleh pendengarnya.

"Saya ingin Indonesia tuh tahu, semua lagu populer bisa dimainin pakai harmonika. Termasuk lagu 'Es Lilin' yang menurut saya sangat populer ini," jelas Sarah.

Proses kreatif dalam penggarapan ulang lagu ini melibatkan sejumlah musikus, seperti Iman Jimbot (Karinding Attack/Trah Project), Luqman Chakim, yang merupakan musikus tradisional dari Wonosobo, Aditto dan Sandi Lesmana. Pemilihan para musikus ini dalam proses kreatif diakui Sarah karena sudah terbentuknya chemistry antara dirinya dengan para musikus pengiring.

Video untuk lagu 'Es Lilin' versi harmonika dari Sarah Saputri bisa kamu saksikan melalui kanal YouTube C.A Seydel Sohne pada Jum’at (12/6/2020). Sebagai informasi tambahan, sebelum menjadi endorser, Sarah memang aktif membuat konten-konten edukatif mengenai harmonika di akun Instagram ataupun YouTube-nya. Ia banyak membagikan tips dan tutorial yang meliputi teknik, scale atau tangga nada pada harmonika, hingga membuat jamming session online bersama pendengarnya.

"Saya membawa visi-dan misi, harmonika itu bisa dimainkan dengan berbagai gaya. Enggak perlu skillfull, tapi yang penting di situ kamu berkarya habis-habisan dan fokus," pesannya.

Sebagai pamungkas, ia berharap ke depannya semakin banyak pemain harmonika yang bisa mengembangkan diri dan permainannya. Menurut Sarah, hal yang harus dipegang teguh oleh seorang musikus adalah berkarya habis-habisan dan konsisten dengan apa yang dikerjakan.

TemanBaik, pengalaman yang didapat oleh Sarah seolah mengajarkan kita bahwa dengan ketekunan dan konsistensi, kita bisa mengubah sesuatu yang awalnya terlihat tak mungkin terjadi menjadi mungkin. Yuk, semangat berkarya dari sekarang!

Foto: dok. Sarah Saputri/Yoga Ogre.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler