Inovasi 57Kustik, Terima Panggilan Manggung via Aplikasi Zoom

Bandung - TemanBaik, inovasi unik datang dari grup musik 57kustik. Ya, mereka saat ini menerima tawaran manggung via aplikasi zoom.

Saat dihubungi Beritabaik.id, Alif, salah satu personil 57kustik menyebutkan, ide menerima tawaran manggung via zoom ini bermula dari kegiatan ngamen daring yang mereka lakukan beberapa waktu ke belakang.

Tak bisa dipungkiri, imbas pandemi korona mengakibatkan ratusan musikus lepas yang biasa menjadi penyaji musik dalam acara-acara pertemuan hingga resepsi pernikahan harus kehilangan panggung untuk sementara waktu.

"Awalnya kita enggak dapet job, lalu terpikirlah untuk bikin ngamen online," ujar Alif, Jum’at (12/6/2020).

Setelah melakukan ngamen daring di Instagram dan kanal YouTube, tak disangka rupanya tawaran manggung datang dari berbagai penyelenggara acara. Alif menyebut, undangan manggung itu datang dari klien-klien yang beragam, mulai dari klien lama yang dulu pernah mengundang mereka, juga segmen klien baru.

Klien dari 57kustik banyak berasal dari penyelenggara acara. Mereka biasanya menggunakan jasa band asal Bandung ini untuk tampil mengiringi acara pertemuan (gathering) dan resepsi pernikahan (wedding) dan menghibur tamu yang hadir.

Secara teknis, penampilan daring 57kustik tak mengabaikan begitu saja terhadap kualitas suara. Mereka menghubungkan alat musik yang hendak dimainkan ke perangkat keras, lalu melewati filter di perangkat lunak sebelum suara tersebut masuk berdampingan dengan gambar. Mereka memiliki teknisi olah suara khusus untuk keperluan ini.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Sarah Saputri, Endorser Merek Harmonika Tertua di Dunia

Nampil via aplikasi zoom juga membuat mereka harus menyesuaikan diri dengan formasi band. Maksimal, 57kustik nampil dengan format berlima. Hal itu disebabkan terbatasnya ruang untuk penayangan penampilan mereka.

"Biar semua masuk frame, dan kita kan jaga jarak juga minimal satu sampai satu setengah meter," jelas Alif.

Adaptasi
Terbiasa manggung dengan riuh tepuk tangan dan interaksi dengan penonton, personil 57kustik merasa harus beradaptasi saat dihadapkan pada situasi seperti sekarang, yang mana mereka harus menjalankan tugasnya yaitu manggung virtual.

"Bicara nyaman enggak nyaman sih, ya kami mikirnya ini untuk bertahan hidup saja. Tapi enggak sepenuhnya begitu. Kami juga ambil sisi silaturahmi dengan temen-temen lain aja, karena beberapa bulan ini memang enggak ketemu dan enggak ada job di luar," terang Alif.

Lebih lanjut lagi, Alif blak-blakan soal upah yang diterimanya bersama kawan-kawan saat menerima pekerjaan manggung. Ia menyebut, upah tersebut adalah hasil kesepakatan antara personil 57kustik sebagai penyedia jasa dan klien yang mengundangnya. Konsep ini juga berlaku untuk penampilan mereka secara virtual.

Meski harus tampil secara daring dengan segala kendala dan ketidaknyamanan selama masa adaptasi, Alif mewakili 57kustik mengaku tetap menikmati bekerja di bawah masa-masa adaptasi kenormalan baru. Menurutnya, kesenangan dan keseruan tersebut muncul karena ia dan kawan-kawannya bisa menghibur klien. Mereka juga mengaku bahwa ini adalah kali pertama mereka nampil via zoom.

Sebagai pamungkas, Alif menyadari pergeseran tren saat ini mengharuskan pelaku seni harus melek digital agar bisa membuat panggungnya sendiri di dunia maya. Ia kemudian mempersiapkan infrastruktur dunia maya untuk manggung atau sekadar ngamen.

"Kami lagi garap lagu sendiri, terus mulai ngelirik YouTube, atau media sosial sebagai platform berkarya ke depannya," pungkasnya.

TemanBaik, sudah saatnya sekarang kita menatap kenormalan baru di bidang apapun. Yuk, berkarya sambil terus beradaptasi! Semangat ya.

Foto: Tangkapan Layar Siaran Langsung Facebook/Creativepodplus

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler