Cerita Bramaditya Dimas Andika, Pengarsip Video Konser Sejak 2011

Jakarta - TemanBaik, video manggung sebuah grup musik bisa jadi arsip sejarah di kemudian hari. Tapi, arsip itu tak akan muncul tanpa kehadiran sang pengarsip itu sendiri.

Beritabaik.id punya kesempatan untuk berbincang dengan Bramaditya Dimas Andika. Berawal dari kegemarannya mendokumentasikan aksi panggung band lokal kesayangan, saat ini koleksi video dokumentasi panggung milik Brama bisa dibilang relatif lengkap loh. Tidak percaya? Kamu bisa mengunjungi kanal YouTube Pfvideoworks untuk menonton aksi panggung band-band kesayanganmu.

"Awalnya saya mulai dokumentasi panggung tuh tahun 2006, berangkat dari stage photography dulu. Tadinya saya motret gig ke sana-sini. Nah, masuk tahun 2011, saya mulai nyoba-nyoba ngulik fitur video di kamera DSLR," ujarnya kepada Beritabaik.id.

Ketertarikannya terhadap videografi panggung berawal dari kegundahan selama menjalankan profesi sebagai fotografer panggung. Ia memulai proyek videografi ini dengan merekam penampilan band teman-temannya, sebelum akhirnya merekam banyak band besar di Indonesia.

"Saya milih band lokal sebetulnya karena aksesnya mudah sih. Tapi, di sisi lain kan band lokal itu banyak dan keren-keren, ya. Saya pengen orang-orang tuh tau akan hal itu," jelas Brama.

Berawal dari kanal YouTube dengan nama pengguna 'rusian77x', kini nama tersebut berganti menjadi Pfvideoworks. Menurutnya, nama ini merupakan entitas lain dari proyek Pfphotoworks yang juga digagasnya. Ia menggarap sendiri proses penyajian video mulai dari pengambilan gambar, penyuntingan, hingga video tersebut diunggah ke YouTube.

Selain aktif menjadi konten kreator, ia juga berkontribusi dalam pembuatan produksi video di kanal YouTube Sounds From The Corner. Di sana, ia bergabung dengan beberapa nama pegiat videografi panggung lainnya seperti Dimas Wisnu, yang merupakan pendiri dari Sounds From The Corner itu sendiri.

Secara personal ia mengaku dokumentasi dalam bentuk video dirasa lebih hidup daripada foto. Selain itu, ia bisa menonton kembali dokumentasi yang berbentuk video tersebut apabila sedang rindu 'nge-gig'. Di sisi lain, ia mengaku senang bisa mendokumentasikan band yang ia sukai. Secara spesifik ia menyebutkan kepuasannya saat berhasil merekam aksi panggung The Adams, Sajama Cut, Komunal, Morfem, Polka Wars, dan masih banyak lagi.

"Hal berkesan lainnya sih seneng aja gitu ngeliat perkembangan band-band yang pernah saya rekam. Dari tahun ke tahun tuh saya mantau progressnya, seneng aja," ujar Brama.

Baca Ini Juga Yuk: Sajian R&B Elektronik yang Groovy dari Single Baru Sun Grass Root

Aspek Penting
Lebih lanjut mengenai videografi panggung, Brama menekankan aspek kenyamanan penonton dalam video sebagai hal penting. Menurutnya, sudut pandang atau angle pengambilan gambar adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

"Saya ambil angle video yang enggak terhalang orang. Jadi, band yang saya rekam itu bisa keliatan dari awal sampai akhir pas lagi manggung," ujarnya.

Kualitas audio juga diakui Brama sebagai aspek penting lainnya. Dalam menggarap sebuah dokumentasi video panggung, Brama mengandalkan input suara dari kamera digitalnya, yang disebutnya memiliki fitur mikrofon stereo. Namun, ia mengaku senang apabila ada seorang temannya yang menawarkan untuk memberi rekaman suara dari aksi panggung band yang ia rekam lewat perangkat mixer.

Menurutnya, perekaman suara dari mixer relatif lebih proporsional bila digabungkan dengan video dari kamera. Walau begitu, ia juga merasa cukup puas dengan hasil perekaman suara dari kamera digitalnya.

"Perekaman audio harus enak didengar, dan angle kamera saat ngambil band manggung. Dua hal itu sih penting banget," katanya, saat ditanya mengenai kriteria dokumentasi video panggung yang proporsional.

Secara filosofis, Brama menyebut pentingnya videografi panggung adalah nilai sejarah dalam video itu sendiri. Ia menyoroti kehadiran penggemar dari band yang manggung saat itu. Menurutnya, dokumentasi panggung akan menjadi nilai sejarah dan bisa kembali ditonton ulang saat pendengar band tersebut merindukan aksi panggung dari band kesayangannya.

Akan tetapi, ia juga tak sembarangan mengunggah video penampilan band lokal. Ia akan memperhatikan dulu video mana yang bisa ditayangkan, mana yang belum bisa ditayangkan. Menurutnya, ada beberapa video penampilan band yang belum bisa diunggah ke YouTube karena lagu dari band tersebut belum dirilis ke publik.

TemanBaik, kalau kamu menengok kanal YouTube Brama, dijamin deh, sedikit kerinduanmu untuk nge-gig dan nonton penampilan band kesayanganmu bisa diredam.

Rencana ke Depan
Berbincang mengenai lalu lintas (traffic) audiensnya di YouTube, Brama mengaku sebetulnya ia tak terlalu memperhatikan segmen audiens di kanal YouTube miliknya. Namun, yang ia catat dalam ingatannya, video panggung untuk band yang sedang digandrungi kawula muda akan lebih mendapat perhatian.

"Sebetulnya saya ngerekam itu buat gig yang saya datengin aja sih. Tapi yang saya perhatiin sih (video panggung) Barasuara, Kelompok Penerbang Roket, .Feast itu cukup rame atensi penontonnya, ya. Bisa keliatan lah di kolom komentar kalau itu," jelas Brama.

Meski sudah mendokumentasikan banyak aksi panggung band-band besar, nampaknya masih ada hal yang dirasa belum tercapai olehnya. Ya, saat ini Brama sedang berkeinginan untuk menambah koleksi karya video panggung untuk solois.

"Alhamdulillah kalo ada yang bilang YouTube saya kumplit (video band lokalnya). Tapi pengen banget ngerekam solois idola kayak Lala Karmela, misalnya," ujar Brama.

Masa pandemi korona yang sudah tiga bulan dilewati oleh seluruh segmen industri juga membuat Brama belum memproduksi lagi video panggung band-band lokal. Berkaca pada hal tersebut, ia mengaku siap bila suatu hari mendapat tawaran untuk berkolaborasi atau mendapat proyek untuk videografi panggung.

Profil dan karya-karya video Brama lainnya bisa kamu lihat secara spesifik pada profilnya di laman karyakarsa.com/pfvideoworks. Sebagai informasi, lewat platform ini kamu bisa mendukung para konten kreator seperti Brama agar tetap berpenghasilan walau dalam situasi sulit seperti saat ini.

"Wah kalau ada yang mau kerjasama sih kontak langsung ke saya aja. Seneng banget dong," tutupnya sembari tertawa.

TemanBaik, aksi panggung yang kamu abadikan saat ini walaupun hanya via gawai bisa jadi arsip sejarah bagi perjalanan musik Indonesia. Nah, lalu aksi panggung band mana yang masih kamu simpan di galeri penyimpananmu?

Foto: dok. Bramaditya Dimas Andika


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler