Siasat Vendor Musik Pernikahan di Era Kenormalan Baru

Bandung - TemanBaik, fase kenormalan baru memengaruhi beberapa kegiatan pertunjukan seperti penampilan musik dalam acara pernikahan. Lalu, bagaimana cara para pelakunya beradaptasi?

Beritabaik.id punya kesempatan untuk berbincang dengan Andi Darmawan, pemilik vendor musik pernikahan Harmonic Music. Ia menceritakan, pandemi virus korona begitu menerpa sirkulasi ekonomi seluruh punggawanya. “Seratus persen panggung hilang ya selama pandemi ini. Alhasil kita menyiasatinya dengan berbagai macam cara. Mulai dari jualan makanan ataupun minuman, atau menjual produk kerajinan lainnya,” ujar Andi di Jl. Aceh No. 50 Bandung, Minggu (28/6/2020).

Saat ini, Harmonic Music menaungi 100 lebih musisi lepas dan puluhan kru yang terdiri dari penata suara serta penata suara. Dengan terpaan pandemi korona yang menerpa sejak awal Maret silam, secara otomatis ratusan pekerja kreatif dalam tubuh Harmonic Music terdampak.

Memasuki era kenormalan baru, tawaran manggung untuk Harmonic Music mulai kembali berdatangan. Kendati begitu, mereka menyebut perlu beradaptasi dengan kondisi ini. Pasalnya, pertunjukan musik erat sekali dengan kerumunan dan suasana keseruan pertunjukan yang dibangun lewat kedekatan individu.

Terapkan Protokol Kesehatan

Penerapan protokol kesehatan adalah hal pertama yang dilakukan Harmonic Music di fase transisi kenormalan baru ini. Para pemain instrumen di Harmonic Music nampak mengenakan masker. Adapun pemain instrumen tiup serta vokalis menggunakan pelindung wajah atau face shield. Sementara itu area panggung juga dibatasi dengan pelindung dari bahan plastik. Andi menyebut, pekerjaan rumahnya bersama tim adalah membuat properti pelindung ini untuk kebutuhan beberapa ukuran panggung. “Anjuran dari Pemerintah juga kan memang mengharuskan area panggung untuk dibatasi oleh properti berbahan plastik ya. Jadi, ini bakal jadi pekerjaan rumah yang kita siapin nih,” terangnya.

Patuh dan Beradaptasi

Meski tak menampik adanya ketidaknyamanan saat manggung dengan berbagai protokol kesehatan, namun Andi menyebut penerapan disiplin ini harus dipatuhi. Namun Andi optimis fase adaptasi ini tak akan berlangsung lama, dan tiap pelaku kreatif bakal menyuguhkan penampilan terbaiknya meskipun dengan ketentuan-ketentuan di era kenormalan baru.

Pengurangan Formasi

Sementara itu guna mengatasi penumpukkan orang di atas panggung, Harmonic Music mengurangi jumlah format manggung mereka. Jika pada situasi normal mereka bisa manggung dengan format full band yaitu 6 sampai 9 orang, saat ini mereka manggung dengan format 2 hingga 4 orang saja. “Untuk edisi sekarang sih kita berempat. Ada vokal, bas, keyboard dan saksofon,” jelas Andi.

Akan tetapi, formasi tersebut disesuaikan dengan kondisi pesanan. Andi menyebut untuk menghadirkan format full band, panitia penyelenggara juga mesti mempersiapkan ukuran panggung yang lebih besar.

Menatap Panggung Virtual

Ditanya mengenai panggung virtual yang belakangan menjadi tren di kalangan vendor penyedia jasa layanan pertunjukan musik, Andi tak menampik ini akan menjadi lahan baru untuk tiap penampil. Kendati begitu, Harmonic Music saat ini masih fokus membenahi kelengkapan protokol kesehatan saat manggung. “Ini kan kita baru manggung ketiga setelah disetop sekitar tiga bulanan. Manggungnya pun masih di acara simulasi begitu. Ke depannya mungkin kita bakal menatap panggung-panggung virtual. Meski rasanya pasti bakal hambar sih, tapi kita siap beradaptasi, mau enggak mau ya,” beber Andi.

Lebih lanjut mengenai kenormalan baru di kalangan penampil musik, Andi mengungkapkan harapannya yakni panggung musik bisa kembali normal meskipun dengan standar protokol kesehatan yang ketat. “Ya, harapannya sih semoga situasinya kembali normal tentunya. Panggung dan job balik normal lagi, tentu tanpa mengesampingkan protokol kesehatan dan keamanan,” tutup Andi

TemanBaik, kenormalan baru idealnya disikapi dengan cermat oleh tiap individu agar tetap bisa produktif tanpa mengesampingkan protokol kesehatan. Yuk berdaptasi dan tetap produktif menghasilkan karya-karya positif!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler