Pengingat Pandemi, Dialog Dini Hari Rilis Album 'Setara'

Denpasar - Meski pandemi COVID-19 belum kunjung mereda, trio folk asal Bali, Dialog Dini Hari tetap menelurkan karya dengan merilis album terbarunya yang berjudul 'Setara', Jumat (3/7/2020). Album yang dikemas dalam bentuk EP ini merupakan monumen pengingat akan peristiwa pandemi ini.

Album Setara berisi empat buah lagu, dua di antaranya sudah dilepas terlebih dulu beberapa waktu lalu sebagai single, yakni 'Kulminasi II' dan 'Garis Depan'. Sedangkan dua lagu lagi, 'Pemelukmu' dan 'Atas Nama Cinta' dirilis berbarengan.

Mini album ini dibangun oleh energi yang masih besar, paska Dialog Dini Hari merilis album penuh bertajuk 'Parahidup' di penghujung tahun 2019 lalu.

"Kami nggak bisa diam orangnya, ide-ide mengalir terus. Awalnya, hanya rilis single saja, tapi kemudian keterusan menggarap beberapa lagu lain. Akhirnya jadilah Setara ini," kata Dadang Pranoto, gitaris dan vokalis Dialog Dini Hari..

Pandemi yang mengharuskan hidup menjadi pelan, justru jadi pengalaman baru bagi Dadang, Brozio Orah (bas, synthesizer dan vokal) dan Putu Deny Surya (drum). Mereka memaksimalkan studio rumah masing-masing untuk merekam dan mengerjakan 'Setara'. 

Ia menjelaskan, konsep utuh Setara adalah refleksi kolektif Dialog Dini Hari akan keadaan yang menghampiri kemanusiaan saat ini. "Sebagai penulis lagu aku mencoba merangkum tatanan baru manusia. Ada hal-hal signifikan yang bisa dilihat di depan mata, bagaimana orang bahu-membahu, bagaimana semua lini berjalan dengan sangat dinamis," jelasnya.

Empat lagu di album 'Setara' mencerminkan ide ini. "Mungkin terlihat biasa saja, tapi ada hal-hal baru yang bisa kita pegang bahwa manusia diingatkan untuk kembali ke dasar, sesuatu yang sebenarnya ada di dalam diri kita. Bahwa manusia tetap bergantung kepada yang lainnya," katanya tentang ide dasar yang menjadi nafas dominan album 'Setara'.

Baca Ini Juga Yuk: 'Adu/h' dan 'Udah', Materi Terbaru Petra Sihombing

Secara teknis, mereka juga melakukan percobaan baru. Brozio Orah, mengambil peran vokal utama di lagu 'Pemelukmu'. "Pemelukmu adalah lagu lama sebenarnya. Di album 'Parahidup', dia sudah mulai bernyanyi dan dia adalah penyanyi yang bagus. Ketika menggarap lagu ini, dengan bongkar pasang aransemen yang kita buat, kami sepakat bahwa versi yang akhirnya kami rilis menampilkan vokalnya," papar Pohon Tua.

Selain itu, di lagu 'Atas Nama Cinta', Dialog Dini Hari juga mengundang Lyta Lautner dari Soulfood dan Bonita dari Bonita and The Hus Band untuk mengisi vokal latar. Bonita merekam suaranya di rumahnya di Salatiga, Jawa Tengah.

Pola rekaman jarak jauh, memang menjadi solusi selama pandemi. Hasrat berkarya juga tidak bisa dibendung begitu tantangan jarak bisa dicarikan solusi. Setara menghidupi momen ini. Meski kemudian, metodenya bisa jadi tidak lagi diulang oleh Dialog Dini Hari.

"Band bekerja bagaikan tim, mulai dari konsep sampai produksi teknis. Ini sekali sajalah, selama pandemi," katanya

"Kondisinya memang mengharuskan kami beradaptasi. Hasilnya, memang tidak kalah dengan biasanya. Tapi sebagai sebuah tim, rasanya kami harus bekerja, diskusi, berargumen, hal-hal begitu merupakan landasan proses kreasi Dialog Dini Hari. Setelah ini selesai, kami akan kembali ke studio dan melakukan hal sebagaimana biasanya," tutup Pohon Tua.

Setara dirilis di berbagai platform digital di bawah label Rain Dogs Records. Mereka juga merilis versi fisiknya yang melibatkan paket bundle dengan kaos eksklusif sudah tersedia di laman resmi band Dialog Dini Hari dan beberapa rekanan retailer fisik. Seluruh desain visual pada album ini digarap oleh ilustrator asal Jakarta, Cempaka Surakusumah.

Foto: dok. Dialog Dini Hari

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler