Tips Konsisten Berkarya ala Ogest Yogaswara

TemanBaik, untuk bisa hidup dari sebuah profesi yang dijalankan, tentu membutuhkan konsistensi dari pelakunya. Tak terkecuali profesi yang nampak menyenangkan, yaitu musikus.

Musikus Ogest Yogaswara berhasil memelihara konsistensinya menekuni dunia musik. Ya, mantan penyanyi cilik ini total sudah 35 tahun berkarya di musik. Karirnya berawal saat ia menjadi penyanyi cilik dekade 80-an. Kendati sempat vakum di awal dekade 90-an karena harus berjuang melawan penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS) yang dideritanya saat berusia 17 tahun.

Hampir 10 tahun vakum bermusik, Ogest memutuskan kembali bermusik di akhir dekade 90-an saat meyakini dirinya sanggup untuk bermusik di tengah keterbatasan akses fisiknya saat ini. Tak disangka, konsistensi di bidang musik itulah yang mampu menghidupi Ogest hingga saat ini.

Kepada Beritabaik.id, ia memberikan tips bagaimana menjaga konsistensi bermusik. Bila dihitung sejak awal fase terjunnya ke dunia musik, total Ogest sudah berkarya selama 35 tahun. Nah, tips ini cocok banget nih untuk kamu yang sedang coba merintis karir di bidang industri kreatif. Yuk kita simak!

Disiplin

Ogest menyebut, disiplin adalah kunci utama yang membuatnya bisa hidup dari musik. Ogest menerapkan disiplin itu pada pola berlatih vokal dan produktivitasnya menulis lagu. Menurutnya, tanpa menanamkan disiplin, mustahil dirinya masih eksis di industri musik. Apalagi keadaan fisiknya relatif tak sekuat musikus pada umumnya.

“Disiplin, terus berlatih dan belajar. Jangan mudah menyerah. Itu penting banget,” ujar pria berusia 46 tahun ini.

Temukan Pola Berlatih yang Cocok

Ada banyak pola berlatih yang cocok untuk memperdalam musik. Namun Ogest lebih percaya bahwasannya tiap orang punya karakter yang berbeda. Nah, perbedaan karakter itu mempengaruhi kecocokan pola berlatih tiap orang. Oleh karenanya, Ogest menyarankan pola latihanmu disesuaikan dengan kenyamanan dirimu saat berlatih.

Secara personal, Ogest juga punya pola berlatihnya sendiri. Ia selalu meluangkan waktunya untuk berlatih vokal walau hanya satu jam. Durasi berlatih Ogest tentu menyesuaikan dengan kemampuan fisiknya. Sebagai informasi, sistem pernafasan Ogest hanya bekerja 30 persen dari kemampuan maksimum.

“Ada beberapa nada yang saya enggak bisa gapai karena nafasnya udah enggak kuat. Tapi enggak apa-apa. Saya berlatih dengan segala keterbatasan yang ada,” terangnya.

Jangan Berhenti Membuat Karya

Selanjutnya, Ogest mengajak kepada kamu yang ingin jadi musikus untuk jangan berhenti membuat karya. Ia menyayangkan saat ini banyak musikus muda yang hanya membawakan ulang lagu orang lain tanpa membuat lagu sendiri untuk dibawakan saat manggung. Padahal menurutnya, seorang musikus haruslah punya karya musik yang dibuatnya sendiri.

Karya-karya Ogest sendiri antara lain album ‘Jangan Kasihani Aku’ yang dirilis pada tahun 2018. Selain itu ia juga menulis lagu tema untuk buku ‘Ouhibuki Areta’ karangan Risma El Jundi. Lagu-lagu tema yang ditulis Ogest itu kemudian dibawakan oleh grup Papa Romantic.

Jangan Takut Karyamu Dibilang Jelek

Ogest juga menambahkan beberapa faktor mengapa musikus muda cenderung lebih percaya diri saat membawakan ulang lagu orang. Ia menduga, musikus muda tersebut punya kekhawatiran karyanya akan dinilai jelek saat sudah tersebar di telinga orang lain. Padahal menurutnya, tak ada karya bagus dan jelek.

“Bagus jelek itu kan tergantung. Kalau kata saya lagu saya bagus, belum tentu kata orang lain bagus. Intinya itu merupakan satu hal bersifat relatif yang seharusnya enggak perlu dikhawatirin musikus muda,” pesannya.

Membuat Inovasi

Mengikuti perkembangan zaman dan membuat inovasi dari musik adalah hal penting dalam merawat konsistensi menurut Ogest. Ia mengaku kagum dengan musikus Maher Zein karena dianggap telah berinovasi menyajikan musik religi ke dalam bentuk yang lebih segar.

“Itu (Maher Zein) keren banget. Liriknya bahasa arab, musiknya modern kayak R&B atau fusion. Jangan salah, itu merupakan sebuah inovasi loh. Menyampaikan pesan moral positif dengan balutan yang enggak jadul,” katanya.

Ia kemudian mencoba untuk mengaplikasikan inovasi tersebut dalam tiap karya-karya yang dibuatnya. Ya, merujuk pada lagu-lagu dalam album ‘Jangan Kasihani Aku’, kita bisa mendengar bagaimana Ogest memadukan banyak unsur musik dari pop, fusion, hingga sentuhan musik elektronik. Sehingga album dengan isi pesan motivasi ini tersaji dengan konsep modern layaknya lagu-lagu populer dekade ini.

Bagaimana, TemanBaik? Sudah mantap menjatuhkan pilihan untuk jadi musikus? Kalau sudah, yuk mulai berkarya sejak saat ini. Sebarkan hal positif lewat musik yang kamu bawakan, ya!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler