Belum Ada Konser Lagi, Ini Ungkapan Rindu Pecinta Musik

Bandung - TemanBaik, menonton konser adalah bagian paling menyenangkan untuk sebagian besar pecinta musik. Dengan adanya terpaan pandemi, kerinduan nonton konser tentu jadi hal yang enggak bisa dihindari oleh sebagian pecinta musik.

Beritabaik.id menghimpun kisah dari para penikmat musik, khususnya di Kota Bandung yang terdiri dari grup penggemar (fan base) hingga penonton konser. Mayoritas dari pecinta musik ini mengaku sangat rindu aktivitas nonton konser yang sudah lebih dari empat bulan ini belum bisa dilakukan.

Saat dihubungi Beritabaik.id, Penanggung Jawab Penunggang Badai Bandung (PBB) fan base grup musik Barasuara yaitu Fabian Insan Faturrahman tak menampik kerinduannya bersama para penggemar Barasuara untuk menyaksikan penampilan band kesayangannya. Lebih jauh lagi, ia juga mengaku rindu akan kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh komunitas ini.

"Biasanya sih ada dua acara rutin: BubarkeunPBB (acara buka bersama Penunggang Badai Bandung) sama acara ulang tahun di bulan Desember. Tapi dua acara ini terpaksa batal karena pandemi," terangnya, Selasa (14/7/2020).


                                                                      Foto: dok. Penunggang Badai Bandung

Selain itu, mereka juga kerap membuat acara 'GigTrip'. Acara ini adalah sejenis tur saat Barasuara manggung di luar kota. Anggota PBB ini bakal mendatangi kota tempat manggung Barasuara. Namun, tentu saja selama empat bulan ini kegiatan tersebut tak digelar karena jadwal manggung dari band kesayangan pun belum kunjung ada.

Fabian mewakili teman-temannya menyebut, kerinduan akan aksi panggung Barasuara tak bisa dielakkan. Apalagi, menurutnya, Barasuara adalah grup musik yang punya tingkat kedekatan yang erat dengan penggemar.

"Interaksi di belakang panggung sih yang dikangenin. Habis konser itu pasti kita ketemuan personil, dan tentunya foto bareng sih," katanya.

Walau beberapa kegiatan seperti diskusi, hingga menonton perform Barasuara telah dilakukan lewat media virtual seperti melalui aplikasi zoom, namun Fabian merasa ada beberapa aspek yang tidak bisa digantikan oleh kecanggihan teknologi. Hal ini utamanya meliputi sentuhan personal dan suasana saat seseorang datang ke acara konser atau bertemu secara tatap muka.

Baca Ini Juga Yuk: Hitam Putih dalam Single Baru Plastisin

Hal serupa juga dialami oleh Insurgent Army Bandung. Saat dihubungi Beritabaik.id, Alam Hidayat, salah satu pengurus dan anggota Insurgent Army Bandung menceritakan hampir seluruh agenda tahunan fan base dari grup band The Sigit ini tak bisa terselenggara.

"Kayak gathering dan beberapa gig musik kecil-kecilan itu kacau. Artinya enggak bisa terselenggara," terangnya.

Senada dengan Fabian, Alam juga menyebut interaksi antara penggemar dan artis idolanya jadi salah satu hal yang sangat dirindukan. Apalagi, belum diketahui kapan berakhirnya masa-masa serba virtual dalam kegiatan pertunjukkan musik ini. Sebagai pendengar yang cukup loyal mengikuti karya-karya band idolanya, Alam mewakili kawan-kawannya di Insurgent Army juga merindukan karya baru dari The Sigit.

"Kangen album baru tuh pastinya," ujar Alam, singkat.


                                                                       Foto: dok. Insurgent Army Bandung

Meski demikian, keduanya optimis situasi ini segera membaik dan mereka kembali bisa menyaksikan geliat panggung musikus idola masing-masing. Kendati nantinya akan diberlakukan protokol kesehatan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru, keduanya tak menampik hal itu mau tak mau harus diikuti oleh pecinta musik dengan tujuan melepas rindu akan penampilan band kesayangan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

"Kalau udah normal, kayaknya GigTrip bakal jalan lagi. Tapi yang deket-deket dari Bandung dulu aja," terang Fabian.

Sementara itu Alam menyebut, apabila situasi sudah kembali normal, ia bersama kawan-kawannya akan kembali menghimpun dan mempererat kembali hubungan antar anggota. Beberapa gig musik juga akan mereka siapkan guna melepas rindu akan kegiatan apresiasi musik.

"Soalnya sekarang kan memang kegiatan anak-anak tuh ya, seperti sibuk dengan kegiatan non-musik dan mereka jalan masing-masing. Jadi begitu suasana udah normal sih, pasti bikin gig jadi rencana besar kita," tutup Alam.

Angin Segar
Dengan adanya transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Indonesia, perlahan-lahan mulai muncul titik terang soal hadirnya kembali konser musik. Hal ini muncul ketika Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 diterbitkan. Keputusan ini berisikan tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang terbit pada 19 Juni 2020. Salah satu yang dibahas dan diatur adalah tentang teknis penyelenggaraan acara.

Belum lama ini ramai dibicarakan tentang salah satu poin yaitu, "Tidak dianjurkan untuk menyelenggarakan event dengan model pengunjung/penonton berdiri (tidak disediakan tempat duduk) seperti kelas festival dikarenakan sulit menerapkan prinsip jaga jarak."

Bila dikaitkan dengan kegiatan nonton konser, tentu hal ini akan menjadi unik ketika penonton hanya diperbolehkan duduk tanpa boleh berdiri ketika menonton konser secara langsung. Bila dilihat secara luas, hal ini demi konser yang tetap diadakan dan tetap menjaga agar COVID-19 tak menyebar di kerumunan acara konser tersebut.

Kebijakan adaptasi kebiasaan baru dalam penyelenggaraan acara musik juga menarik perhatian salah seorang pegiat konser asal Bandung, Aulia Nur Assyifa. Menurutnya demi mengikuti standar protokol kesehatan dari pemerintah, hal ini perlu dilakukan agar tidak tersebarnya COVID-19. Meski akan terjadi beberapa hal yang tidak biasa dalam sebuah konser, nyatanya para pegiat konser lain harus bisa beradaptasi dengan hal ini.

"Kalau emang dianjurkan seperti ini ya it’s okay, biar sesuai keputusan protokol kesehatan aja. Cuma mungkin bakal agak aneh karena untuk segi konser musik jarang sih yang pake kursi gitu, terutama yang outdoor semua. Mungkin bisa disesuaikan nanti sama penyelenggara konsernya," ungkap Aulia.

Berkaca pada adaptasi di berbagai negara saat menonton konser, mungkin ada istilah baru, yaitu drive-in concert. Salah satu contoh keberhasilan konser ini dilakukan oleh Mad Langers dan Mirai. Mad Langers adalah musisi asal Denmark dan merupakan musisi pertama yang menggelar konser dengan format drive-in concert. Selain itu ada Mirai, band asal Ceko yang berhasil menjual habis tiket konser drive-in dan menggelarnya pada bulan Mei 2020 silam.

Namun pertanyaannya, seberapa besar kesanggupan promotor Indonesia mewujudkan format baru ini? Lalu, seperti apa kesiapan masyarakatnya? Salah satu promotor Berlian Entertainment, nampaknya mulai menjawab sebagian dari pertanyaan ini dengan menggelar sebuah konser drive-in. Konser bertajuk New Live! Experience ini rencananya bakal digelar di Parkir Barat JIExpo Kemayoran Jakarta selama dua hari. Konser ini ramai diperbincangkan di sejumlah linimasa media sosial dan kabarnya bakal digelar pada bulan Agustus 2020 mendatang.

Apabila promotor sudah siap dengan segala adaptasi yang perlu dilakukan, maka pekerjaan rumah berikutnya adalah membangun pola pikir audiens untuk juga cepat beradaptasi. Salah satu pegiat konser asal Jakarta, Tamiya Prasetyowati menilai, semua hal yang berhubungan dengan acara yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak di satu tempat termasuk konser, harus mulai beradaptasi, utamanya dengan mengedepankan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan selama acara berlangsung. Walau mungkin tak bisa sepenuhnya merasakan keseruan saat nonton konser dalam situasi normal, namun ia mengaku tak keberatan bila harus mengikuti sejumlah protokol kesehatan.

"Pengennya cepet normal lagi aja ya, biar bisa nonton tanpa perlu khawatir. Tapi setelah normal kembali sih, penonton juga harus mulai sadar akan kebersihan dan kesehatan di sebuah konser,” ungkap Tami.

TemanBaik, seberapa besar kerinduanmu untuk kembali menonton konser? Sambil menunggu regulasinya resmi diterbitkan, yuk kita persiapkan diri dengan cara menerapkan protokol kesehatan seperti halnya kita menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Tetap sabar dan semangat, ya!

Foto: dok. Mirai/Yeni Safak


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler