Luqmanul Chakim, Sulap Bunyi Permesinan Jadi Komposisi Musik

Wonosobo - TemanBaik, apa rutinitas sehari-hari yang kamu jalani? Lalu, kamu sadar enggak sih kalau kegiatanmu sehari-hari mengandung bebunyian yang bisa dikomposisi menjadi musik mainstream?

Percobaan itu dilakukan oleh seniman asal Wonosobo, Luqmanul Chakim. Lulusan program studi Etnomusikologi ISI Surakarta ini sedang disibukkan dengan kegiatan membuat komposisi musik yang berasal dari kegiatan sehari-hari. Komposisi musik yang disebutnya sebagai #MusicAroundMe ini belakangan menghasilkan kolaborasi unik antara Luqman dengan salah satu gerai sekaligus pusat layanan dari merek mobil ternama yang bengkelnya terletak di Wonosobo.

Pada video kolaborasinya, Luqman menyajikan musik dari bebunyian yang ditangkap pada saat jam operasional dealer dan pusat layanan kendaraan tersebut berlangsung. Hasilnya, tercipta alunan musik perkusif yang juga menyimpan unsur hip-hop, musik elektronik dan sedikit R&B yang sumber bunyinya berasal dari sesuatu yang tak terbayangkan oleh kita sebagai bunyi instrumen musik. Karya video tersebut bisa kamu saksikan di kanal YouTube milik Luqmanul Chakim.

"Proses kreatif waktu kerja sama dengan salah satu dealer mobil itu bikin saya jadi peduli. Ternyata banyak sekali bebunyian yang belum tertata rapi sehari-hari dan setelah ditata, bunyinya bisa menjadi sebuah musik," ujar pria kelahiran 3 Februari 1994 ini saat dihubungi Beritabaik.id, Selasa (21/7/2020).



Baca Ini Juga Yuk: Menikmati Senja Bersama Frau di 'Prambanan Jazz Online'

Proses kreatif itu tersebut juga menyadarkan Luqman kalau seluruh aspek dalam kegiatan sehari-hari rupanya bisa ditata menjadi komposisi musik. Hanya saja, Luqman menyebut perlu ada proses tata suara untuk merekonstruksi bunyi tersebut menjadi satu kesatuan musik tertentu. Proses tata suara atau sound design ini dianggapnya sebagai tahapan paling penting.

Ia mencontohkan seperti video 'Musik dari Mobil, Kunci & Permesinan' yang baru diunggahnya. Pertama-tama, ia merecah unsur bunyi yang bisa ditangkap menjadi beberapa bagian. Pembagian itu didasarkan pada frekuensi dari sumber suara. Misalnya suara pintu mobil yang punya frekuensi relatif lebih rendah, ia masukkan ke dalam kelompok low-freq.

Nantinya, pembagian ini akan berpengaruh pada penempatan peran bunyi tersebut. Sebut saja bunyi pintu mobil dalam karya Luqman, yang kemudian dijadikan pengganti instrumen kick drum. Selain itu ada suara kunci-kunci mesin yang terbuat dari besi, yang kemudian dijadikan melodi utama pada komposisi musik yang dibuat Luqman.

Belum lagi ada bunyi klakson, mesin printer, telepon, hingga percakapan orang dalam aktivitas di gedung tersebut. Semua direkam dan disajikan ulang ke dalam bentuk musik. Tak hanya aktivitas di dealer atau bengkel mobil saja, Luqman juga menyebut, seluruh kegiatan kita sehari-hari bisa dikomposisi menjadi musik loh.

"Tergantung, kita mau jeli atau enggak saat mengeksplorasi kumpulan bunyi tersebut," terang Luqman.


Menurutnya, hampir tidak ada pendekatan gaya musik tertentu untuk membuat #MusicAroundMe atau musik dari kegiatan di sekitar kita. Artinya, kita bisa membuat gaya musik apapun dari bebunyian liar sehari-hari. Syaratnya adalah kejelian kita dalam mengubah bebunyian liar tersebut menjadi bunyi pengganti untuk instrumen musik yang diperlukan. Misalnya untuk membuat musik disko, kita bisa mengubah suara ketukan pintu dan mendesainnya menjadi pengganti suara drum elektronik dengan gaya atau beat disko tersebut.

Kreativitas musik inovatif seperti ini diakui Luqman selain sebagai sarana pengembangan diri sebagai seniman, namun di sisi lain juga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi pelaku industri kreatif hari ini. Ia berkaca pada kemajuan teknologi dan informasi, serta fleksibelnya kebutuhan bidang industri kreatif.

"Buat saya pribadi sih sebetulnya lebih karena saya menyukai musik, sehingga saya seneng aja, bisa sadar akan bebunyian liar yang akhirnya saya komposisi jadi karya. Tapi kalau dari segi ekonomi, saya pikir ide kreatif ini bisa jadi alternatif baru untuk bidang periklanan. Seperti kolaborasi saya dengan bengkel mobil, itu bisa jadi alternatif untuk iklan merek mobil tertentu, misalnya. Karena sekarang kan kita memang butuh konten kreatif yang enggak ngebosenin gitu," beber Luqman.

Ia juga mengaku masih banyak bebunyian yang belum sempat dieksplorasi olehnya. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang sedikit demi sedikit diurai oleh Luqman. Ia berharap, ke depannya bisa menghasilkan lebih banyak musik lagi dari kegiatan sehari-hari lainnya. Kamu bisa mengintip eksplorasi bunyi dari Luqman di akun Instagramnya @luq_music.

TemanBaik, banyak hal sederhana yang apabila dikumpulkan, akhirnya menjadi karya yang luar biasa. Lalu, hal sederhana apa yang bisa menginspirasimu untuk menciptakan sebuah karya?

Foto: dok. Pribadi/Luqmanul Chakim

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler