Keindahan Alam Garut dalam Single Kedua Sarah Saputri

Bandung - Penyanyi, pemain harmonika, dan penulis lagu Sarah Saputri merilis single bertajuk 'When Garut Smiles in Longing' pada Sabtu (8/8/2020). Ini merupakan single kedua Sarah setelah sebelumnya merilis single instrumental harmonika berjudul 'The Sun of Di Hyang'.

Menurut Sarah, lagu ini didedikasikan untuk anugerah alam Indonesia yang berada di Garut. Inspirasi untuk lagu ini diambil berdasarkan potensi, keindahan alam, dan kearifan lokal di daerah Garut, Jawa Barat. Secara personal bagi Sarah, Garut merupakan tempat yang menyimpan banyak cerita. Ada kerinduan yang membuat dirinya selalu ingin kembali berkunjung ke sana.

"Ada rasa rindu dan ingin selalu kembali ke Garut. Saya berharap setiap orang Garut yang mendengarkan lagu ini akan terbawa rasanya untuk kembali ataupun mengingat tentang kampung halamannya. Untuk pendengar yang sama sekali belum pernah ke Garut, mudah-mudahan setelah mendengar dan menonton video ini jadi lebih tahu akan potensi daerah dan wisata alam yang ada di Garut dan semoga suatu saat dapat membuatnya datang juga menikmati keindahan kota ini," ujar Sarah.

Lagu ini secara musikal menawarkan komposisi yang didominasi oleh sentuhan kibor sebagai latar pengiring, tentunya harmonika sebagai "vokal" utamanya. Pemilihan nada dan aransemen di 'When Garut Smiles in Longing' seolah membuat lagu ini menjadi lagu pengantar beristirahat bagi pendengar. Selain itu, lewat visualisasi yang disampaikam dalam video klipnya, lagu ini seakan mengajak pendengarnya berwisata ke Garut.



Baca Ini Juga Yuk: Bali Revival, Konser Musik Gaya Baru Segera Digelar

Dalam proses kreatifnya, proses penggarapan single dan video klip 'When Garut Smiles in Longing' ini melibatkan sejumlah nama musisi. Mulai dari Jason Limanjaya sebagai arranger, Sandi Lesmana yang mengisi bagian bas dan Aditto sebagai pengisi bagian gitar. Sedangkan untuk proses olah suara atau mixing dan mastering dibantu oleh Tantan Nugraha dari Garputala Studio.

Ada banyak keindahan alam dan kearifan lokal yang ditampilkan Sarah pada video klip  lagu ini, misalnya Leuwi Tonjong, Curug Nyogong, Rancahideung Kecamatan Cihurip, Cijapati Kadungora, Kamojang, Darajat, Pantai Sayang Heulang, Cijeruk, Rancabuaya, Leuweung Datar, dan Candi Cangkuang. Sejumlah potensi alam mulai dari pemandangan, area wisata, hingga pertanian menjadi inspirasi untuk diangkat ke dalam lagu dan visual olehnya. Proses penggarapan video klip untuk lagu ini juga melibatkan putra-putra daerah asli Garut, yaitu Hartas Deris (Garut Turunan Kidul), Prakoso Umam, Iam Geges, Rehan Anshori dan Cici Chintya.

Melalui single ini, ia mengajak pendengarnya untuk saling menumbuhkan rasa syukur dan rasa memiliki antar sesama makhluk hidup. Selain itu, ia juga mengajak pendengarnya untuk mengintip keindahan salah satu wilayah di Jawa Barat yaitu Garut. Ditanya mengenai rencananya untuk menulis lagu tentang wilayah lain, Sarah menyebut Pelabuhanratu di Jawa Barat akan jadi wilayah berikutnya yang menjadi inspirasinya. Tak hanya Jawa Barat saja, juga punya mimpi untuk mengabadikan seluruh wilayah di Indonesia ke dalam bentuk lagu.

"Setiap tempat, setiap daerah, pasti punya cerita. Saya lagi coba ingat-ingat lagi dan saya coba eksplorasi lagi. Saya rasa semua wilayah di Indonesia harus diabadikan," pungkasnya.

TemanBaik, jika kamu ingin menikmati karya Sarah Saputri yang satu ini, saat ini lagu dan video klipnya baru tersedia di kanal YouTube milik Sarah. Yuk, jadikan keindahan alam Indonesia sebagai sumber inspirasi membuat karya!

Foto: dok. Sarah Saputri

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler