Pendewasaan Diri Sivia Azizah lewat Debut Album "Love Spells"

Jakarta - Sivia Azizah, solois perempuan yang sudah menapaki karir bermusik sejak usia 6 tahun ini baru saja merilis album debutnya yang berjudul 'Love Spells'. Untuk kamu, yang senang dengan musik bernuansa soul dan R&B, album ini rasanya cocok didengarkan sebagai teman berkegiatan sehari-hari.

Sivia merilis album 'Love Spells' pada 11 September 2020, dan album ini menjadi sebuah titik balik kembalinya Sivia ke blantika musik Indonesia.

'Love Spells' sendiri berisi satu intro dan delapan lagu penuh. Sebelumnya, Sivia telah merilis tiga single terlebih dahulu yang juga ada masuk kedalam album debutnya. Tiga single tersebut adalah 'New York', 'Storm' dan 'Love Jokes'.

Jika dilihat dari ketiga single tersebut, tema besar dari album debut Sivia ini bisa dibilang merupakan proses pendewasaan diri sendiri. Sivia yang baru berusia 23 tahun ini rasanya memang sedang berada di fase saat mulai mempertanyakan eksistensi dirinya di kehidupan. Kehadiran 'Love Spells' seakan menjadi penegas eksistensinya, baik di kehidupan maupun dunia musik.

Beritabaik.id berkesempatan untuk hadir di konferensi pers daring album peluncuran album 'Love Spells' yang diadakan pada Jumat, (11/9) lalu. Pada kesempatan tersebut, Sivia bercerita tentang apa yang ia coba ceritakan lewat album debutnya ini. Pendewasaan diri dan juga tantangan kehidupan yang ia alami selama ini, jadi alasan dan bumbu utama hadirnya 'Love Spells'.

Album ini menurut Sivia juga menjadi titik terang di kehidupannya, sehingga ia semakin mengetahui apa yang ia sukai dan apa yang ia inginkan selama ini.

"Jadi 'Love Spells' ini bisa dibilang bercerita tentang proses pendewasaan sih. Nah, di proses pendewasaan itu kan maksudnya aku bisa menemukan diriku, atau aku bisa menemukan kaya 'oh ternyata gue sukanya, ini gue maunya ini'. Itu tuh setelah aku melewati banyak hal lah," ungkap Sivia.

Rasa galau dan patah yang kerap dihadapi di usia Sivia sekarang ini juga menjadi pengalaman kehidupan yang ingin ia bagikan di 'Love Spells' Bukan hanya tentang cinta, tapi pekerjaan dan juga lingkungan di sekitarnya jadi cerita yang dirangkai manis lewat lagu-lagu pada album debutnya ini.

"Bisa dibilang kaya aku pertama kali patah hati, aku galau sama kerjaan aku sendiri, jadi ada banyak galau, ada macem-macem galau yang aku rasakan, dan tapi enggak cuma sama pasangan doang, jadi sama pergaulan, sama lingkungan, sama pekerjaan sih udah pasti, jadi album ini menceritakan kegalauan-kegalauan aku, ketakutan, kekhawatiran, keraguan si proses pendewasaan aku ini," tutur Sivia.

Meski memiliki lingkungan dasar bermusik dengan genre jaz, nyatanya Sivia sempat khawatir bila membuat karya musik jaz karena berbagai faktor. Akhirnya setelah mengulik sendiri dan menyadari apa yang ia inginkan, barulah muncul musik-musik soul dan R&B yang ada di album 'Love Spells' seperti sekarang ini.

Pada penggarapan albumnya, Sivia melibatkan nama-nama besar lainnya di dunia permusikan Indonesia, ada Petra Sihombing, Iwan Popo, Asta Andoko, Teddy Adhitya, hingga Handy. Uniknya, di album ini menghadirkan choir di keseluruhan lagu yang dinyanyikan oleh Sivia.

Baca Ini Juga Yuk: Jon Kastella, dari Streetballers hingga Panggung Folk

Lagu-lagu pada 'Love Spells' ini terdiri dari sembilan judul berbahasa Inggris. Sesuai urutan pada album tersebut, ada 'Intro', 'New York', 'Storm', 'Love Jokes', 'Old Love', 'Ego', 'Love Spells', 'Goodbye Rumbling Heart', dan juga 'Breathe'. Tapi meski dengan judul berbahasa Inggris, lirik dari semua lagu tersebut berbahasa Indonesia, menarik!

Hal ini terjadi karena semua lagu yang diciptakan Sivia ini memiliki versi bahasa Inggrisnya terlebih dulu, dan Sivia menyukai konsep kiasan. Hal ini dipaparkan Sivia karena ia ingin pendengar juga memahami isi pikiran dan apa yang ingin ia curahkan di setiap lirik lagunya tersebut.

"Sebetulnya pertama, aku tuh suka banget kiasan, karena aku suka banget kalau misalkan aku sebagai penyanyinya, kan aku tuh sebetulnya punya pesan nih, punya misi di lagu aku, aku pengen menyampaikan sesuatu, dan aku pengen orang-orang itu aware sama itu sebetulnya, aku pengen mereka tuh sensitif sama lirik,' ucap Sivia.

Salah satu yang menarik perhatian lainnya di album ini ada lagu 'New York'. Lagu yang dirilis sebagai single pertama oleh Sivia pada  2019 lalu ini menggambarkan Sivia dan musiknya di debut album ini. Dari tempo yang mengayun ala musik soul dan R&B, serta warna musik moderen khas Sivia membuat lagu ini mudah dicerna dan diresapi. Lewat lirik "semakin tinggi semakin kata hatiku mengingatkanku untuk menyayangi diriku sendiri," mempertegas apa yang coba diceritakan Sivia, yaitu pendewasaan diri.

Selain itu, coba dengar lagu berjudul 'Old Love', yang dari musiknya saja kita dapat merasakan bahwa ini adalah lagu yang sangat Sivia sekali. Cerita yang coba dihadirkan pada lagu ini adalah bagaimana Sivia menghadapi segala keraguan hidup dan mencoba mengenal dirinya sendiri lebih dalam lagi. Lagu ini juga yang menjadi gambaran kegalauan Sivia tentang apakah ia akan kembali bermusik atau tidak.

"Di lagu 'Old Love' ini aku menceritakan tentang banyak keraguan, banyak keraguan aku terhadap apapun itu yang sempat hilang, terus mau kembali lagi gitu, jadi ini tuh sebenarnya kegalauan aku terhadap 'gua tuh balik lagi ke musik apa enggak ya?' terus kaya banyak hal yang sempat hadir di hidup aku tapi tiba-tiba hilang dan hadir lagi, jadi lebih kaya berantemnya aku sama diri aku sendiri, lebih kaya yakin enggak nih," tambah Sivia.

Musik dengan tempo yang lebih pelan namun di tengah-tengah diberikan warna musik yang lebih banyak beat di dalamnya, membuat lagu ini cocok didengarkan ketika TemanBaik sedang mengerjakan sesuatu dan butuh hiburan yang hangat di telinga.

Selain itu ada lagu berjudul 'Ego', yang ketika baru memutarnya saja musik dan suara choir seakan-akan menyayat hati, dan mengingatkan TemanBaik untuk beristirahat sejenak dari kesibukan selama ini. Lagu ini jadi lagu yang memiliki banyak arti dalam pendewasaan diri.

Pertanyaan-pertanyaan terhadap diri sendiri lewat lirik "apakah ada peran yang terlewati, siapakah peran yang paling penting," menjadi pengingat untuk jangan pernah melupakan diri sendiri. 'Ego' sangat cocok didengarkan ketika TemanBaik sedang sendirian, ditemani rintik hujan, dan mulai mempertanyakan apakah diri sendiri ini sudah merasa puas dan senang atas pencapaian selama hidup ini.

Album debut Sivia Azizah yang berjudul 'Love Spells' ini dapat didengarkan di berbagai layanan musik daring. Satu album ini pastinya akan menarik hati para pendengar musik dengan genre R&B dan soul, atau membuat yang sebelumnya mungkin belum familiar mendengar genre tersebut, untuk mulai menyukainya. Selamat mendengarkan TemanBaik, tetap sayangi dirimu sendiri, ya!

Foto: dok. Sivia Azizah

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler