The SIGIT Buka "Dapur" Lewat Serial Dokumenter 'Footnote'

Bandung - Setelah 16 tahun berkarya, The SIGIT akhirnya membuka "dapur" kegiatan mereka ke publik lewat serial dokumenter yang dirancang untuk tayang periodikal, bertajuk 'Footnote'. Musim perdana Footnote ini terbagi ke dalam empat seri film dokumenter.

Empat seri dokumenter 'Footnote' ini sudah bisa disaksikan oleh TemanBaik lewat Pitchplay per hari ini, Jum’at (2/10/2020). Dalam jumpa pers daring yang digelar The SIGIT, Rekti menyebut sebetulnya keinginan membuat dokumenter sudah terbesit sejak tahun 2017.  Namun, karena proses pengumpulan data sejak tahun 2004 diakui cukup rumit, maka film dokumenter ini baru rampung pada 2020.

Ada nama Adika Hernandi, videografer The SIGIT yang juga berandil besar dalam pengerjaan dokumenter ini. Menghimpun dokumentasi bermusik sejak 2004, seri dokumenter 'Footnote' bisa dinikmati dalam empat tayangan dengan beberapa tema, antara lain 'Hompimpa', 'Absar Lebeh', dan 'Teknisi'. Nama Footnote itu sendiri diakui oleh The SIGIT bermakna kumpulan cerita yang mungkin tidak terbaca oleh orang lain. Sudut pandang dokumenter yang mereka ambil bukan sejarah band, melainkan semacam video trivial.

"Selain praktiknya enggak mudah, tapi menurut saya saat ini waktunya sudah tepat. Andaikata kita bikin dokumenter ini sepuluh tahun lalu, bahannya mungkin kurang. Dan ini bisa jadi hiburan buat kita, karena untuk kita mengenang masa lalu adalah bagian dari hiburan juga," ujar Rekti.



Baca Ini Juga Yuk: Langkah Pasti Mikha Angelo Setelah Rilis Album Perdana

Sementara itu Aditya Bagja melihat 16 tahun perjalanan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ia merasa perjalanan panjang ini tidak terasa, karena banyaknya pekerjaan dan proyek musik yang digarap. Senada dengan Rekti, ia mengaku dokumenter ini menjadi sesuatu yang seru untuk disaksikan karena dalam dunia nyata pun, obrolan tentang perjalanan mereka seolah tak ada habisnya. Hal tersebut juga diaminkan oleh Donar Armando Ekana alias Acil, drummer The SIGIT.

Proses pengelolaan arsip yang tidak sederhana ini dilakukan oleh Adika Hernandi. Ia mengaku menelusuri data dari tim dokumentasi The SIGIT sejak awal mereka manggung. Berbekal semua data yang terkumpul, Adika kemudian 'membungkusnya' jadi sebuah cerita yang dirangkai. Dari seorang fotografer ke fotografer dari masa ke masa, ia menelusur berjam-jam foto dan video perjalanan The SIGIT dan menyortirnya.

"Empat seri ini seperti kick off sesi perdana. Akan sangat mungkin ke depannya kita bikin sesi kedua dan selanjutnya, tentu dengan topik yang berkembang, ya," terang Dika, sapaan akrabnya.

Sejauh ini, diakui oleh Dika masih ada juga beberapa data yang baru diterimanya dari tim dokumentasi yang pernah bekerjasama dengan The SIGIT. Sehingga data dokumentasi yang lebih lengkap sangat memungkinkan dirinya untuk mengeksplorasi sesi berikutnya dari serial dokumenter ini.

Dalam sesi jumpa pers, The SIGIT juga memperkenalkan keempat teaser dari dokumenter 'Footnote'. Dari teaser-nya saja, penonton seolah dibuat penasaran dan bernostalgia dengan sentuhan visual lawas, musik-musik The SIGIT di era awal kemunculannya, dan masih banyak lagi. Selain itu ada ritual 'Hompimpa' yang dilakukan The SIGIT sebelum manggung.



Ritual ini akan dibahas secara utuh pada seri kedua dokumenter 'Footnote'. Pada seri ketiga, sosok Absar Lebeh, yang merupakan additional player gitar di The SIGIT juga mendapat ruang untuk bercerita mengenai keterlibatannya di band ini. Bahkan seri ketiga ini secara spesifik diberi judul 'Absar Lebeh'. Wah, tentu penasaran kan?

Selain itu, pada seri keempat, The SIGIT menampilkan pula orang-orang di balik layar seperti kru dan teknisi. Di antara orang-orang di balik layar tersebut, kita bisa menemukan hal unik seperti fans yang kemudian ditarik jadi kru, atau seorang kru loyal yang sudah bekerjasama dengan The SIGIT selama belasan tahun.

Rekti menanggapi kalau dokumenter ini bukan sebuah perayaan ulang tahun The SIGIT. Dokumenter ini seolah menjadi keterkaitan info untuk melengkapi info yang sudah ada.

"Jadi kita tuh bakal ngerasa kayak abis baca diary aja setelah nonton film ini. Sebab, ya film dokumenter ini enggak melulu ngebahas soal musiknya aja," terangnya.

Sebagai penutup, menjawab kebiasaan The SIGIT yang merilis karya dalam format rilisan fisik dan dikemas premium, untuk konteks film dokumenter ini, mereka justru belum bisa menjawab apakah dokumenter ini bakal dirilis dalam format fisik atau tidak. Hanya saja yang jelas, mereka menginformasikan kalau dalam waktu sepekan ke depan, mereka bakal merilis single 'Another Day' dalam bentuk fisik yaitu kaset, dengan bundling yang dianggapnya cukup mewah untuk ukuran rilisan fisik. Selain itu, ada pula hidden track yang telah mereka sajikan dalam kaset pita tersebut.

Oh ya, empat seri film dokumenter 'Footnote' sudah bisa kamu nikmati di Pitchplay dengan membeli paket khusus seharga Rp20 ribu. Wah, cukup dengan Rp20 ribu saja, kita bisa menyaksikan perjalanan band yang berpengaruh di belantika musik Tanah Air. Jadi, jangan sampai ketinggalan ya TemanBaik!

Foto: Dok. The SIGIT

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler