Mengenal Kualitas Audio pada Layanan Pemutar Musik Digital

Bandung - TemanBaik, aplikasi pemutar musik seperti Spotify, JOOX, YouTube Music, dan masih banyak lagi tentu enggak asing dengan kita. Nah, pernah terpikir enggak kira-kira sebuah lagu yang kamu dengarkan di layanan pemutar musik digital itu formatnya apa, ya?

Pada dasarnya, mendengarkan musik di layanan pemutar digital enggak ada bedanya dengan mendengarkan lagu berformat MP3 di komputer atau handphonemu. Hanya saja, saat menikmati layanan ini, kamu membeli karya artisnya secara legal. Lain hal dengan mendengarkan di perangkat komputer atau handphone, sebab hanya kamu sendiri yang tahu apakah lagu yang ada di perangkatmu adalah hasil membeli secara digital atau mengunduh secara illegal.

Sebagai informasi, MP3 sendiri merupakan MPEG-1 Audio Layer 3 sebuah berkas pengodean suara yang memiliki kompresi yang baik (meskipun bersifat lossy) sehingga ukuran berkas bisa memungkinkan menjadi lebih kecil. MP3 sendiri dikembangkan oleh seorang insinyur Jerman Karlheinz Brandenburg.

Nah, mengenai kualitas suara dalam tiap layanan pemutar musik digita, sebetulnya tiap layanan pemutar musik tentu punya setelan dasar berbeda-beda untuk disuguhkan ke pendengarnya. Dari beberapa layanan digital yang kami telusuri, setidaknya ada dua format suara yang umumnya diterapkan. Apa saja sih? Yuk simak ulasannya!

Baca Ini Juga Yuk: Gebrakan The Storefront, Toko Musik Digital yang Utamakan Musisi

Format AAC
Kualitas suara dengan format AAC (Advanced Audio Coding) ini banyak jadi setelan dasar di tiap layanan pemutar musik digital. Misalnya Spotify. Melirik laman resmi mereka, kualitas audio yang diputar Spotify adalah format AAC 128kbit per detik untuk kamu yang menikmati layanan gratis. Sedangkan untuk kamu yang menikmati fitur premium, kamu bakal mendapat layanan musik dengan format file AAC 256kbit per detik.

Hal yang jadi catatan di sini adalah, semakin besar jumlah bitrate (kilo bit per detik), maka semakin bagus kualitas suara. Artinya, kualitas suara di Spotify dengan fitur premium (AAC 256kbit per detik) lebih baik ketimbang fitur gratis (AAC 128kbit per detik). Namun, makin besar jumlah bitrate-nya, maka ukuran filenya pun akan makin besar. Enggak hanya di Spotify saja, layanan pemutar musik digital JOOX dan YouTube Music pun menerapkan setelan dasar yang sama, yakni file suara AAC dengan kualitas 128kbit per detik hingga 320kbit per detik.

Format WAV
WAV (Waveform Audio Format) merupakan format suara dengan kualitas yang tinggi alias Hi-Fi (High Fidelity). Salah satu aplikasi pemutar musik digital yang menerapkan format ini adalah JOOX. Musik dengan format WAV ini punya ukuran empat kali lipat ketimbang musik kualitas tinggi (mp3 atau AAC 320kbit per detik). Dalam musik berformat WAV, bitrate nya mencapai 1.140kbit per detik, sehingga tidak heran kalau satu lagu dengan format WAV bisa mencapai ukuran file di atas 50 MB, atau mungkin hingga ratusan megabyte.

Dengan ukuran besar yang bisa menghabiskan ruang penyimpanan tersebut, kamu bisa merasakan sensasi mendengarkan musik secara nyata, layaknya nonton konser musik saja. Detail-detail suara dari tiap instrumen bakal terdengar lebih jelas. Ibarat menonton sebuah tayangan, kamu seperti menyaksikan tayangan dengan kualitas gambar tinggi apabila sedang mendengarkan musik dengan format WAV ini.

Belakangan, toko musik independen The Storefront juga menghadirkan layanan ini untuk pendengarnya. Hal itu disampaikan langsung oleh salah satu founder mereka, Argia Ardhidanendra. Bedanya, sistem layanan di The Storefront berbasis beli dan unduh, bukan beli dan putar layaknya Spotify, JOOX atau YouTube Music. Cara mendapatkan layanan ini juga cukup simpel. Kamu hanya perlu mengirim email berisi permintaan audio dengan kualitas tinggi untuk musik yang sudah kamu beli di toko musik digital ini.

Pentingnya Perangkat Pendukung
Setelah membaca perbedaan kualitas audio di atas, lalu kamu langsung akan mengunduh semua file WAV agar telingamu bisa lebih termanjakan lagi dalam mendengarkan lagu? Tahan dulu, TemanBaik. Pasalnya, sensasi mendengarkan musik dengan kualitas tinggi juga memerlukan perangkat pendukung yang mumpuni. Sebut saja dari speaker atau kabel headset yang kamu pakai.

Ya, andaikata kamu mendengarkan musik berkualitas tinggi namun perangkat pendukung pemutar musikmu masih tergolong standar, rasanya percuma saja kamu mengunduh file dengan ukuran besar itu. Sebab, perangkat pendukung tersebut enggak bisa secara maksimal mengeluarkan sumber suara yang mendetail dalam audio berkualitas tinggi.

Nah, lalu bagaimana dong barometer perangkat pemutar suara yang ideal untuk memutar musik dengan kualitas tinggi? Sebetulnya, di pasaran atau di toko alat musik banyak dijumpai pengeras suara, headset, ataupun headphone dengan kapasitas tinggi yang ideal untuk jadi temanmu mendengarkan musik berkualitas tinggi. Namun balik lagi, harganya pun relatif mahal ketimbang perangkat pendukung pemutar musik standard di toko elektronik.

Untuk mendapat sebuah headset atau headphone yang ideal ini, kamu perlu merogoh kocek setidaknya Rp600 ribu. Harga ini bisa lebih tinggi jika yang kamu cari adalah speaker. Kabarnya, harga speaker dengan kapasitas tinggi ini bisa mencapai Rp5 juta. Wah, lumayan ya! Meski begitu, peribahasa 'ada harga, ada kualitas' berlaku untuk konteks ini. Kamu bisa merasakan sensasi baru saat mendengarkan musik di rumah. Menyenangkan bukan?

TemanBaik, musik seolah jadi bagian dari hidup tiap orang. Apapun kualitas musik yang kamu dengarkan, itu semua kembali kepada kamu dan kemampuanmu, ya. Jadi, mau putar musik apa untuk menemani kegiatan hari ini?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Szabo Viktor

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler