'Puncak Janggal', Album Kedua yang Meriah dari LAZE

Jakarta - Rapper LAZE baru saja merilis album berjudul 'Puncak Janggal'. Album ini melanjutkan misi LAZE dalam menghadirkan musik hip-hop berbahasa Indonesia.

Album ini seolah melanjutkan misi LAZE untuk memajukan hip-hop berbahasa Indonesia. Dua tahun silam, ia menggebrak dengan album perdananya bertajuk 'Waktu Bicara'. Sedangkan di album keduanya yang berisi 14 lagu, rapper dengan bernama asli Havie Prakarsya itu menyebut kalau album ini merupakan upaya untuk melebarkan sayap dari ranah hip-hop dengan pendekatan yang lebih pop, baik dari segi musik, visual dan kolaborator.

"Gue ingin orang-orang bisa nyaman dengar lagu hip-hop," terangnya.

Menelaah makna di balik judul albumnya, 'Puncak Janggal' itu sendiri adalah situasi saat seseorang mengira dirinya sedang berada "di atas", namun banyak hal yang janggal karena tidak sesuai ekspektasin orang tersebut. Saat seseorang tersebut kemudian beradaptasi agar bisa memanjat ke puncak, tiba-tiba muncul rasa tidak nyaman dan tidak cocok.

"Album ini tentang manusia–dalam hal ini gue–di kehidupan yang mendambakan puncak, penasaran ada apa di atas sana. Dari kecil gue ingin banget jadi musisi, dan ternyata itu enggak seindah kelihatannya," ujar LAZE.



Baca Ini Juga Yuk: 'Balada Semburan Naga', Sajian Musik Segar dari The Panturas

Alhasil, apabila pada umumnya musik hip-hop mungkin lebih identik dengan lagu-lagu tentang sisi kehidupan kelam maupun glamor, lagu-lagu dalam album 'Puncak Janggal' justru banyak berisi renungan tentang bagaimana cara mencapai kesuksesan dan menyiasati fananya ketenaran, tanpa harus mengorbankan prinsip dan integritas.

Oh ya, keempat belas lagu dalam album ini antara lain 'Puncak Janggal (Intro)', 'Penghargaan', 'Dari Layar', 'Teman Lama', 'Pertanda Baik', 'Turun dari Langit', 'Dari Jendela', 'Titik Terendah/Titik Tertinggi', 'Biar Mereka Tau', 'Sombong', 'Sementara', 'Bintang 5', 'Ruang Tunggu', dan 'Kemenangan Sejati'.

Kolaborator utama Laze untuk urusan musik di Puncak Janggal adalah Randy MP, yang sebelumnya dikenal sebagai produsernya Teza Sumendra dan belakangan ini menjalankan proyek bernama Parlemen Pop.

"Yang bikin gue tertarik kerja bareng dia adalah kemampuannya memainkan alat musik. Jadi ada lebih banyak sound instrumen analog, termasuk 'synth', strings dan trompet," jelasnya.

Tidak sendirian, ada juga beberapa nama produser lain yang turut terlibat di Puncak Janggal, antara lain Riza Rinanto pada 'Dari Layar' dan 'Dari Jendela', Monty Hasan di 'Turun dari Langit', serta Marcellino Aditya pada 'Bintang Lima'. Para produser ini seolah menyediakan fondasi musikal yang kaya dan memikat bagi rima-rima LAZE yang memukau, mengharukan dan menghibur dengan beraneka referensi mulai dari Tetris dan teropong Bosscha hingga Maradona dan Marie Kondo.

Tidak berhenti di situ, album 'Puncak Janggal' juga dimeriahkan oleh sejumlah bintang tamu dari luar kancah hip-hop, antara lain Kay Oscar pada lagu 'Teman Lama', Petra Sihombing di 'Pertanda Baik', Kara Chenoa pada lagu 'Turun dari Langit', Ben Sihombing di 'Dari Jendela', Hindia pada lagu 'Sementara', serta Mono di 'Kemenangan Sejati'.

"Gue banyak ajak kolaborator yang malah bukan dari ranah hip-hop, karena gue ingin menjangkau pendengar baru, dan mungkin pintunya adalah dari musisi favorit mereka yang gue ajak kolaborasi," kata Laze. 

Penggemar hip-hop Indonesia garis keras juga tak perlu merasa diabaikan, karena Laze mengajak A. Nayaka. Sahabat dan sesama rapper maut itu beradu bait di lagu 'Sombong'.

Meriahnya proses kreatif dan kolaborator pada album 'Puncak Janggal' menjadikan album ini layak dinantikan. Nah, saat ini album tersebut sudah bisa kamu nikmati di berbagai layanan musik digital. Selamat mendengarkan ya, TemanBaik!

Foto: dok. LAZE

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler