Vicky 'Burgerkill' Bercerita Tentang Proyek Musik Terbarunya

Bandung - TemanBaik pasti sudah kenal dengan Vicky Mono, dong? Ya, vokalis grup metal Burgerkill ini sedang disibukkan dengan kegiatan bermusiknya bersama Suarahgaloka. Seperti apa sih?

Saat ditemui Beritabaik.id, Vicky mengaku saat ini kesibukannya bertambah. Selain berlatih dan melakukan workshop bersama Burgerkill, ia juga aktif menggarap proyek musik solonya bersama tim Suarahgaloka. Dalam kurun waktu 2 bulan ini, Vicky sudah punya tiga single sekaligus, antara lain berjudul 'Sang Putra Fajar', 'Tanah Raja', dan 'Jamrud Dunia'.

Proyek musik solo ini diakuinya sebagai media penyampai keresahan akan isu persatuan di Indonesia. Secara personal, Vicky menyadari kalau Indonesia merupakan negara yang kuat dan hebat. Ia juga menyebut Indonesia sebagai "tanah surga", yang mana apapun isi di dalamya, pasti mengandung banyak nilai positif.

Nah, di satu sisi, Vicky agak menyayangkan terhadap isu persatuan di Indonesia. Melalui karya-karyanya ini, ia berharap agar pemuda Indonesia kembali ingat akan pentingnya saling merangkul, bersatu, dan menunjukkan kehebatan diri sebagai orang Indonesia.

"Sebetulnya, ini adalah upaya dalam menyampaikan keresahan. Saya dan temen-temen Suarahgaloka ini punya pandangan yang sama. Kita ini kan hidup dalam kultur yang majemuk, tapi kita tetep satu Indonesia. Nah, semangat kebersatuan ini yang saya coba angkat dan tularkan," ujarnya di Bandung, Rabu (9/12/2020).

Apabila kita mengenal Vicky dengan vokal scream, growl, dan balutan musik metalnya di Burgerkill, pada proyek musik solonya ini, Vicky nampil dengan sentuhan yang jauh berbeda. Hanya ada suara bersih (clean vocal) gitar akustik, dan balutan kibor saja dalam musiknya. Selain itu, ada juga lantunan puisi hingga pidato Bung Karno yang diselipkan dalam lagu.

Baca Ini Juga Yuk:

Kendati begitu, ia menampik kalau ini merupakan upaya membangun karakter baru dalam bermusiknya. Ia mengaku sangat nyaman bermusik dengan gaya berbeda dengan apa yang telah ia lakukan di Burgerkill. Bagi Vicky, apapun jenis musiknya, ia tak merasakan ada perbedaan apapun dalam membawakannya. Ia juga merasa ada banyak hal yang bisa dikembangkan dengan musik barunya ini.

"Enggak, saya enggak ada niat buat bikin atau kayak membuat settingan karakter baru di proyek musik ini. Proyek musik ini tuh murni berangkat dari keinginan saya untuk menuangkan keresahan. Dan entah kenapa, saat saya bermusik dengan gaya yang baru ini, ada kesan kayaknya apa yang ingin saya sampaikan itu lebih cepet ngena, begitu," ujarnya, santai.

Ada beberapa tantangan musikal yang dihadapinya dalam menjalankan proyek musik ini. Ia merasa banyak belajar teknik vokal jernih, karena selama di Burgerkill apa yang disajikannya seolah hanya teriakan dan luapan amarah. Berbeda dengan proyek solonya, ia mengaku ada penghayatan dan peresapan makna yang lebih mendalam.

"Sebetulnya di Burgerkill itu kan hanya kesannya aja, kayak yang marah gitu si vokalnya karena banyak scream atau growl. Padahal aslinya mah enggak," terangnya.

Sudah Hasilkan Tiga Lagu
Saat ini, proyek musik solo dari Vicky Mono telah memiliki tiga lagu, antara lain berjudul 'Sang Putra Fajar', 'Tanah Raja', dan 'Jamrud Dunia'. Ketiganya telah tayang dan pertama kali ditampilkan di kanal YouTube Suarahgaloka. Yuk, kita berkenalan dengan satu persatu lagu di dalamnya!

'Sang Putra Fajar' adalah pembuka dari proyek musik Vicky ini. Dalam penampilannya, ia berkolaborasi dengan musisi Aria Adikoesoma. Lantunan harmoni vokal, piano, dan petikan gitar akustik membuka lagu ini. Mengamati liriknya, di bait pertama saja, kita sudah bisa menyimpulkan kalau lagu ini merupakan persembahan untuk Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Meski dibawakan dengan gaya musik pop balada, namun sesekali rintihan dari harmoni backing vokal yang dilantunkan oleh Aria seolah menekankan kesan etnik. Ya, hal itu enggak terlepas dari pemilihan nadanya.

Pada sepertiga akhir bagian lagu, iringan gitar akustik dan harmoni backing vokal disandingkan dengan pidato Bung Karno. Pidato ini pula yang diselipkan grup musik Noah dalam salah satu lagunya berjudul ‘Raja Negeriku’, yang kebetulan memiliki tema yang sama; kerinduan terhadap sosok Bung Karno.

"Ada rasa kerinduan terhadap sosok Bapak Bangsa, yaitu Soekarno. Emosi kerinduan ini yang saya coba tuangkan dalam lagu ‘Sang Putra Fajar’. Jadi lewat musik yang lebih clean, saya nyoba menyajikannya dengan penghayatan semaksimal mungkin biar pesannya sampai," jelas Vicky.

Kemudian hadir lagi lagu 'Tanah Raja', yang diakui Vicky terinspirasi dari keinginannya mengingatkan sesama generasi muda akan pentingnya nilai persatuan bangsa. Secara musikal lagu ini terdengar lebih sendu. Dentingan kibor yang dibalut suara gitar akustik ini terdengar seperti lagu yang hendak menggambarkan sebuah melankolia. Konsep musiknya tak beda jauh dengan 'Sang Putra Fajar', yang mana terselip harmoni vokal membuka lagu. Hanya saja, pada lagu ini, lantunan vokal Vicky nampak lebih santai.

Diakui olehnya, lagu ini menggambarkan kondisi Indonesia sebagai 'Tanah Raja'. Menyelami liriknya, ia coba berpesan kalau kita sebagai negeri dari 'Tanah Raja' ini mampu jadi sesuatu yang besar dan digdaya di mata dunia.

Berbeda dengan dua lagu sebelumnya, pada lagu ketiga yang bertajuk 'Jamrud Dunia', Vicky menyelipkan karakter lamanya di Burgerkill. Ya, di beberapa bagian lagu, kita bakal mendengarkan perpaduan vokal distorsi alias scream dan growl berpadu dengan aransemen musik yang minimalis yakni mengandalkan gitar akustik saja. Wah, boleh juga nih!

Berbincang lebih lanjut, Vicky menyebut proyeksi dari karya solonya ini bakal dikemas menjadi album penuh dan akan diluncurkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sejauh ini, ia merasa lagu-lagu yang sudah ada belum direkam secara maksimal di studio. Saat ini pun lagu-lagunya baru bisa kita dengarkan di kanal YouTube Suarahgaloka saja.

"Pengen secepetnya jadi sih ini album. Jadi, saya mohon doanya aja dari temen-temen," katanya.

Dengan gaya musik yang berbeda, Vicky menyebut pesan utamanya adalah semangat persatuan yang coba ia bangun kembali. Ada harapan besar dengan gaya musik yang relatif lebih universal, pesan tersebut bisa meraup lebih banyak pendengar ketimbang dengan gaya musik metal yang cenderung hanya menyasar kalangan penikmat musik tertentu.

TemanBaik, sudah lihat penampilan baru Vicky Mono bersama Suarahgaloka? Nah, bagaimana pendapatmu tentang lagu-lagunya?

Foto: dok. Suarahgaloka

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler