'Butaneko', Lagu untuk "Si Pemalas" dari Muchos Libre

Bandung - Unit garage rock asal Bandung Muchos Libre kembali muncul dengan single terbaru mereka 'Butaneko'. Meski terlihat sederhana, ada nilai penting yang berharga dalam lagu ini.

Dalam keterangan resminya, mereka menjelaskan kalau 'Butaneko' berasal dari kata Buta (豚) dan Neko (猫) merupakan dua kata dari Bahasa Jepang yang memiliki arti babi dan kucing. Keduanya lalu disatukan menjadi 'Butaneko' untuk dijadikan judul lagu. Lagu ini menceritakan tentang seekor babi ternak yang diakhir hidupnya kita ketahui hanya akan menjadi daging olahan. Namun sang babi memilih untuk menjadi kucing supaya tidak menjadi daging olahan.

Istilah 'Butaneko' juga merupakan ungkapan yang kerap dilempar oleh Bagongtempur (vokal) dan teman-teman asramanya saat di Jepang, untuk menggambarkan sifat orang malas. Berasal dari kata "butanuki" (daging babi), 'Butaneko' juga mereka anggap sangat pas bila dijadikan metafora terkait orang-orang yang menjalani kehidupannya dengan setengah hati.

"'Butaneko' adalah metafora kehidupan manusia dibanyak kalangan, begitu banyak orang didikte untuk menjadi dokter, professor, pengusaha sukses ataupun staf pemerintahan atas keinginan orang tua-nya atau oleh lingkungan sekitarnya. Sehingga banyak orang tidak diberikan kesempatan untuk memilih menjadi sesuatu yang sejalan dengan hatinya," ungkap Bagongtempur, sang vokalis.

Baca Ini Juga Yuk: Nostalgia Pop 90-an Lewat Lagu Ganda Space Comma Space

Dibuka dengan suara gitar yang bergaung, lagu kemudian berjalan tanpa basa-basi. Tabuhan drum langsung menghentak, dibarengi distorsi gitar dan vokal yang melantun. Meski begitu, ada kesan pembawaan jenaka dari lirik yang mereka sajikan.

Proses kreatif pembuatan lagu ini dimulai pada tahun 2016, ketika Bagongtempur sedang belajar bahasa Jepang dasar. Menjelang kepergiannya ke Negeri Sakura, lirik lagu Butaneko dibuat secara kilat dan sesederhana mungkin agar Korongmentah (vokal) juga para pendengar bisa dengan mudah menghafalnya serta menyanyikannya.

Selain itu, 'Butaneko' juga dibuat saat Bagongtempur tengah menggandrungi band asal Jepang, The 5678’s dan sedang dibuat kagum oleh salah satu band garage rock Bandung, Boys Are Toys yang memiliki lagu dengan lirik pelesetan dari Bahasa Jepang.

Selain dikemas dalam bentuk audio, 'Butaneko' juga hadir dalam bentuk visual yakni animasi. Video animasi 'Butaneko' dibuat oleh para personel mereka yakni Korongmentah dan Bagongtempur saat masa pandemi. Mereka mengaku saat itu mereka tidak begitu sibuk dan komputer mereka hanya digunakan untuk bermain game. Terinspirasi dari anime yang berjudul 'Ping-Pong', gambar bergerak tersebut dibuat dengan metode Rotoskop. 

Pengambilan gambar dilakukan dikamar pribadi mereka dan direka ulang dari frame ke frame. Animasi 'Butaneko' juga diberikan lirik dengan huruf Hiragana dan Kanji dengan tujuan supaya para penonton tidak bisa membaca tulisan tersebut.

TemanBaik, saat ini 'Butaneko' sudah bisa kamu dengarkan di berbagai layanan pemutar musik digital. Selamat mendengarkan!

Foto: dok. Muchos Libre

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler