19 Tahun Berlalu, Themilo Hadirkan Kembali Album 'Let Me Begin'

Bandung - Akhirnya, album monumental Themilo 'Let Me Begin' hadir dalam format digital. Album ini menjadi salah satu album paling berkesan bagi grup musik shoegaze-dream pop ini.

Sebagai pengingat, pada tahun 2002, album ini hadir dengan 11 lagu dalam format kaset pita, dan dirilis ulang dalam format repackaged pada 2003. Ketika itu Themilo sempat mengalami penambahan personil dengan Krucil (drum) menggantikan Coro, dan Unyil mengisi kibor. Pengerjaan album ini pada masanya membuat Themilo mengaku cukup bekerja keras selama proses kreatif berlangsung. Ajie bersama personil lainnya merekam semua lagu tersebut selama sepuluh bulan di studio Violet, Bandung.

"Ngobrol sana-sini ternyata operator (studio) pun masih belajar dengan software Pro Tools. Alhasil, kami semua belajar bersama Pro Tools di dalam studio," kenang Ajie Gergaji, vokalis sekaligus gitaris Themilo.

Eksperimen lainnya selama proses rekaman dilakukan. Mulai dari penyesuaian waktu rekaman dengan operator studio, sampai eksplorasi para personel dalam mengatur setelan perangkat keras alat rekaman selama proses kreatif berlangsung. Namun, enggak disangka, eksperimen itu justru menghasilkan album dengan musikalitas yang epik!



Baca Ini Juga Yuk: Hursa Menatap Album Kedua dengan Rilis Single Baru

Lihat saja karakter dari side A dan B dalam format kaset yang seperti dua mata koin berbeda. Side A punya karakteristik cenderung fuzzy dan distorsi seperti karakter bermusik Boo Radleys, Ride, atau Revolver. Sementara itu side B cenderung dream pop dan ethereal seperti Slowdive dan Cocteau Twins. Ajie menjelaskan bahwa lagu-lagu di side A justru adalah lagu-lagu terawal dari Themilo, sementara side B adalah lagu-lagu yang terakhir dibuatnya menjelang rilis.

'Malaikat' dan 'Romantic Purple' menjadi dua single andalan dari album 'Let Me Begin' ketika itu, dan memiliki video klip yang nampil di berbagai televisi nasional dan saluran MTV Indonesia. Themilo juga berkolaborasi dengan Alexandra J. Wuisan (Sieve) di lagu 'Yin’s Evolving' dan 'Sianida', yang mana Alexandra menulis lirik dan mengisi vokal. Uniknya lagi, album rasa shoegaze-dreampop ini sejatinya adalah album dengan lagu-lagu yang bisa disebut tak terpakai atau tak pas dengan band Ajie Gergaji (vokalis, gitaris) sebelumnya, Cherry Bombshell

"Lagu 'Malaikat' sebetulnya termasuk lagu terawal, awalnya mau saya siapkan untuk Cherry Bombshell, ketika itu," kata Ajie.

Let Me Begin termasuk album shoegaze esensial di skena lokal. Album ini seperti mosaik berbagai selera referensi musik menarik yang disukai para personil Themilo dari shoegaze, dilakukan dengan cara mereka, dan menjadi rilisan yang dicari banyak orang hingga sekarang. Setelah sembilan belas tahun berlalu, kini 'Let Me Begin' dari Themilo coba hadir kembali dan lebih dekat dengan pendengarnya lewat layanan pemutar musik digital. Kehadiran teknologi ini juga di sisi lain bisa membuka jalan agar album ini bisa dinikmati oleh lebih banyak pendengar lagi.

TemanBaik, saat ini 'Let Me Begin' sudah tersedia di berbagai layanan pemutar musik digital. Lagu manakah yang jadi favoritmu?

Foto: dok Themilo/Anoa Records

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler