'Letter to My Youth', Jalan Bermusik Tanayu dalam Balutan Fesyen

Jakarta - Penyanyi dan Penulis Lagu, Tanayu, memperkenalkan single sekaligus video klip terbarunya berjudul 'Letter to My Youth' pada Senin (25/1/2021). Ia menggandeng desainer fesyen Nila Baharuddin dalam perilisan karya ini.

'Letter to My Youth' itu sendiri berangkat dari proses pembelajaran yang dialami Tanayu dalam perjalanan hidupnya, terutama selama ia terjun di dunia musik. Pernah dikenal sebagai musisi dengan gaya musik blues dan rock n' roll, Tanayu dalam beberapa edisi karyanya muncul dengan gaya musik electronic dance.

Lebih filosofis lagi, Tanayu menyebut lagu ini ini bukan sekadar menampilkan transformasi bermusiknya saja, melainkan juga transformasi hidupnya, yang mana di masa muda dirinya terkadang melakukan atau mengambil keputusan tertentu yang mengubah arah hidupnya.

"Dulu kalau ngelihat ulang tuh kadang saya suka berpikir, 'Kok bisa ngambil keputusan ini sih?' tapi, kalau kita enggak ngelewatin fase itu, kita enggak akan ada di posisi saat ini," ujarnya dalam Siaran Langsung perilisan karyanya melalui aplikasi Zoom.

Kolaborasi dengan merek fesyen dari desainer Nila Baharuddin dimulai saat pada tahun 2019 Tanayu manggung di Azerbaijan. Panggung itu merupakan salah satu panggung luar Indonesia yang berkesan untuk Tanayu. Dalam penampilannya, ia melibatkan desainer fesyen, yaitu Nila.


                                                                           Foto: Tangkapan Layar Peluncuran Video Klip Tanayu

Baca Ini Juga Yuk: ‘Pick Up Your Phone’ Lagu Penuh Kode dari Sheryl Sheinafia

Merasa ada kecocokan antara karakter desain fesyen Nila, akhirnya Tanayu mantap menjalin kolaborasi setelah manggung di Azerbaijan tersebut. Perlu waktu satu tahun untuk Tanayu dan Nila merealisasikan proyek audio visual ini. Senada dengan ucapan Tanayu, Nila Baharuddin menyebut kalau pertemuan dan kolaborasi keduanya merupakan arahan dari semesta. Sebab, ia merasa koleksi yang dipamerkannya dalam visual video klip 'Letter to My Youth' seolah mempresentasikan karakter Tanayu.

"Beberapa tampilan seperti di awal, Tanayu mengenakan topeng, itu menunjukkan bagaimana ia belum membuka dirinya. Lalu ada representasi wanita sebagai pejuang, wanita sebagai makhluk yang bebas berkarya dan berekspresi, serta wanita yang bebas memilih jalan hidup, itu semua ditampilkan dan diterjemahkan ke dalam koleksi ini. Dan ada tampilan origami di akhir video, itu merepresentasikan malaikat penolong dalam hidup," ujar Nila.

Secara visual, video klip dalam lagu ini menampilkan berbagai koleksi fesyen karya Nila. Sekali lagi, koleksi tersebut dipadukan dalam karakter musik Tanayu dan juga memadukan beberapa unsur karakter desain fesyen seperti nuansa Barat dan gaya fesyen Jepang. Oh ya, istimewanya lagi, video klip ini disutradarai secara langsung oleh Olaf Djanuismadi, yang merupakan suami dari Tanayu.

Lebih lanjut, Tanayu menyebut bahwa fesyen dan musik adalah dua hal saling terkait dan sangat penting untuk melibatkan keduanya. Sebab, seorang musisi secara langsung maupun tidak langsung akan merepresentasikan karyanya lewat tampilan visualnya terlebih dahulu sebelum bicara karya. Ya, singkatnya, audiens bakal melihat tampilan fesyen musisi tersebut sebelum akhirnya mendengarkan karyanya. 

Mengenai perjalanan hidup yang diterjemahkan dalam media fesyen, Tanayu menyebut kalau dirinya menikmati fase demi fase dalam hidupnya. Dan ia belum mau beranjak dari fase berkaryanya saat ini, karena ia menganggap fase berkarya saat ini adalah fase yang cukup nyaman untuk dijalani.

"Panggilan jiwa buat saya ya musik. Mau seperti apapun fase hidup saya, ujung-ujungnya saya akan bikin musik dan saya menikmati semua fase itu. Saya belum mau bicara ke depannya mau bertransformasi seperti apa, karena saya menikmati fase yang saat ini dijalani," pungkasnya.

TemanBaik, tampilan fesyen keren dalam video klip 'Letter to My Youth' bisa disaksikan mulai hari ini, Senin, 25 Januari 2021 pukul 19.00 di kanal YouTube Tanayu dan juga Nilla Baharuddin. Lagunya sendiri baru bisa kamu dengarkan di berbagai layanan pemutar musik digital mulai 5 Februari 2021 mendatang.

Foto: Dok. Tanayu

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler