Kaveh Kanes Rilis Debut EP Mereka dalam Format Digital

Jakarta - Mini album perdana Kaveh Kanes 'Arabia's Frankincense Trail' dirilis ulang dalam format digital. Sebelumnya, mini album ini dirilis dalam format fisik pada 2012 silam.

Jika kembali dibedah, keempat lagu yang terdapat dalam mini album ini antara lain 'Rose Garden’, 'Modern Times', 'Sabine', dan 'This is Pure' menghadirkan formula jangly pop, twee pop, dan dream pop yang apik. Dalam keterangan rilisnya, mereka menyebut kalau karya di mini album ini mengadopsi musik indiepop yang tengah naik daun ketika itu di US, dan menjadi hal baru yang membuat nama mereka hingga di skena luar Yogyakarta.

"Awal mula berdirinya Kaveh Kanes pun ketika itu gegara gue dan Mumu lagi suka banget sama band-band rilisan Captured Tracks," kata Asad vokalis dari Kaveh Kanes.

Baca Ini Juga Yuk: Unwell, Debut Proyek Solo Gitaris Murphy Radio

Dari segi lirik, mini album ini menampilkan tema-tema yang kasual, seperti cinta dan keluarga. Namun uniknya, pemilihan 'Arabia's Frankincense Trail' sebagai judul mini album ini berawal dari kegemaran Asad mengumpulkan majalah National Geographic. Saat itu, ia menemukan artikel utaman tentang sejarah kemenyan di dunia Arab dengan nama Arabia’s Frankincense Trail.

"Kok tampak menarik yah, secara emang menyan juga hadir di kultur Arab dan Indonesia," kata Asad, mengenang proses kreatif pembuatan mini album yang dirilis pada 2012 silam ini.

Sebagai pengingat untuk kamu, Kaveh Kanes bisa dibilang sebagai band indiepop terawal, bersama Humsikk, yang membawakan karakter jangly dreampop yang khas di US pada awal 2010-an. Bedanya, juka Humsikk hadir di tengah kolektif kecil bernama Heyho Records, maka Kaveh Kanes menyeruak muncul di skena pop Yogyakarta, di awal dekade 2010-an.

Personil terawal Kaveh Kanes ketika itu selain Mumu dan Asad, juga ada nama Royan dari Brilliant at Breakfast dan Zaim dari Lazyroom. Dan menariknya, mereka berangkat dari keluarga Arab. Alhasil band ini enggak sekadar jadi band indiepop, tetapi juga menjadi 'perlawanan' keempat anak muda Arab.

"Kalau mau diliat dari alam bawah sadar mungkin ini juga pemberontakan kita sama kultur stereotip yang ada di keluarga Arab. Kita pengen nunjukin kalau kita punya interest lain loh dalam hidup yang enggak melulu soal settle down sebagai orang Arab dan mengikuti kultur yang sudah ada di keluarga kami," jelas Asad.

Setelah mendirikan band dan serius menemukan pencariannya di musik, Kaveh Kanes kemudian membawakan lagu-lagu dari band macam Diiv dan Beach Fossils. Lambat laun mereka menemukan gaya penulisan lagu dengan gaya jangly pop indiepop yang terus berkembang.

Debut EP mereka, 'Arabia’s Frankincense Trail' cukup menjadi perhatian karena judulnya yang panjang dan susah diingat sehingga kebanyakan orang menyebutnya Arabia’s EP. Namun, justru mini album tersebut termasuk salah satu rilisan indiepop esensial di ranah lokal. Dan saat ini, kamu bisa menjumpai rilisan perdana ini di layanan pemutar musik digital. Selamat mendengarkan ya!

Foto: dok. Kaveh Kanes/Anoa Records

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler