Perkenalan Lomba Sihir lewat Single 'Hati dan Paru-Paru'

Bandung - Grup musik Lomba Sihir baru saja melepas single 'Hati dan Paru-Paru'. Di lagu ini, Lomba Sihir coba menggambarkan kegemerlapan dan kehidupan sosial di ibu kota lewat musik yang lebih ringan.

Berbicara musik yang disajikan Lomba Sihir dalam single barunya, mungkin ini akan mengagetkan bagi kamu yang sudah akrab dengan musik bising yang biasa dibawakan oleh Baskara bersama .Feast, Rayhan dan Tama bersama Glaskaca, maupun Rayhan dan Enrico di Martials. Ya, di lagu ini, mereka terdengar lebih nge-pop.

Nuansa musik 80-an begitu menohok dengan ritmis drum yang lebih sederhana, pemilihan nada pada melodi gitar yang dibuat enggak sekompleks isian gitar di lagu-lagu Hindia, misalnya. Lagu ini tentu lebih mudah dicerna oleh pendengarnya. Lirik lagu ini berupa pesan kepada pendatang baru di Jakarta yang terpana oleh kilaunya Ibukota, disertai imbauan untuk menjaga diri agar tidak silau oleh segala kegemerlapan itu.

"'Hati dan Paru-Paru' itu andaikan kita bisa omong ke teman yang baru pindah ke Jakarta dan enggak tahu menahu tentang kotanya. Akan kita bawa ke mana dan bilang apa?" kata Baskara Putra.

Jika didengarkan seksama, kenyataan secara pribadi terkait kehidupan di Ibukota coba disajikan lewat lirik di lagu ini. Barangkali kamu pernah menjajal tinggal di sana, penggalan lirik di lagu ini akan mudah kamu cerna, karena boleh jadi senada dengan pengalaman personalmu.

Baca Ini Juga Yuk: Akhirnya, Sieve Luncurkan EP ‘Biara’ dalam Format Digital

Mengusung tema musik pop boleh jadi sesuatu yang enggak disangka oleh sebagian personilnya. Misalnya seperti Rayhan dan Enrico, yang berangkat dari kebiasaan memainkan musik dengan karakter lebih keras di proyek musik sebelumnya.

"Anehnya dapat nada tema lagu ini bareng Rayhan berdua, padahal biasanya kami berisik di Martials. Kocak juga jadi pop begitu," kata Enrico terkait proses kreatif pembuatan single ini.

Buat kamu yang belum kenal, Lomba Sihir ini merupakan session player untuk proyek musik Hindia. Enrico, salah satu personilnya juga merupakan pengiring untuk musisi seperti Rendy Pandugo atau Petra Sihombing.

Cerita Lomba Sihir itu sendiri bermula di pertengahan tahun 2019 atas inisiatif Baskara yang mengajak Tama, Enrico, Tristan, Udu dan Rayhan untuk menjadi band pengiring Hindia di panggung setelah sebagian besar di antara mereka juga terlibat di proses rekaman album 'Menari dengan Bayangan'. Seiring berjalannya waktu, Lomba Sihir berkembang menjadi band yang 'utuh' dengan kontribusi merata dari semua anggota dalam proses pembuatan musiknya.

'Hati dan Paru-Paru' merupakan gerbang awal mereka untuk memulai gebrakan lainnya. Bahkan dalam keterangan resminya, mereka menganalogikan lagu ini sebagai hidangan awal dari band yang akan segera terdengar di mana-mana. Wah keren!

TemanBaik, saat ini ‘Hati dan Paru-Paru’ sudah bisa kamu dengarkan di berbagai layanan pemutar musik digital. Selamat hari Senin!

Foto: Dok. Lomba Sihir

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler