Nuansa Tarling Dekade 40-an dalam Album Mama Djana

Cirebon - Seniman cum musisi Gitar-Suling (tarling) legendaris asal Cirebon Mama Djana merilis album penuh berjudul 'Tanana Kubra'. Terdapat 10 lagu yang bisa kita eksplorasi dari album ini.

Secara musikal 'Tanana Kubra' menampilkan progresi dan pola melodis tarling klasik bernuasa 1940-an. Album ini tidak saja menyajikan bunyi gitar semata, melainkan satu kesatuan komposisi yang akan membawa pendengar pada perenungan spiritual.

Dalam sudut pandang teknis musik, album 'Tanana Kubra' mampu merepresentasikan Cirebon sebagai wilayah pesisir kota. Hal tersebut akan kita temukan dalam keindahan notasi bernuansa Sunda, Jawa, Arab, China, bahkan gaya Spanyol.

Secara filosofis, judul 'Tanana Kubra' itu sendiri berasal dari bahasa Cirebon yang artinya 'jangan sampai sirna'. Ini menjadi isyarat bahwa keyakinan Mama Djana akan tarling klasik yang tak akan pernah lekang dimakan zaman.

"Titip budaya dewek, budaya tanana kubra (titip budaya sendiri, budaya jangan sampai sirna)," ucap pria bernama asli Sudjana Partanian ini terkait perilisan album 'Tanana Kubra'.

Baca Ini Juga Yuk: Nuran Wibisono, 'si Cupu' di Balik Jurnalisme Musik Tanah Air

Album ini didedikasikan Mama Djana untuk mendiang istri tercinta Alm. Entin Kartini dan Alm. Haniv Ghanim selaku rekan tercinta dalam proses produsi rekaman. Selain itu, ia juga mendedikasikan album ini untuk semua pihak yang telah mendukung secara langsung dan tidak langsung dalam proses penyelesaiannya.

Realisasi album 'Tanana Kubra' merupakan implementasi kerja kolektif lintas wilayah. Kamarku Recording (Cirebon), Tilis Musik (Yogyakarta) dan segenap dukungan kawan baik dari Cirebon, Bali dan Yogyakarta menjadi roda penggerak di balik proses kerja album Tanana Kubra. Album ini dikerjakan secara bertahap, dimulai dari proses produksi dan mixing yang dilakukan di Cirebon, kemudian proses mastering, design cover, hingga produksi duplikasi kaset pita diproses dan dirilis oleh label musik asal kota Yogyakarta ini.

Sebagai informasi, Sudjana Partarnian pria kelahiran Cirebon yang lahir pada dekade 1930-an. Ia memang dikenal sebagai pemain gitar dalam kesenian tarling dengan nama Mama Djana. Ia memiliki seorang Ibu yang mahir bermacapat dan Ayah yang pandai berpencak silat.

Kendati demikian, Mama Djana justru memilih gitar sebagai hal yang ingin ditekuni. Senar dan resonansi kayu menjadi hal yang cukup akrab dengannya sejak ia berusia 5 tahun.

TemanBaik, kamu dapat menikmati karya Mama Djana lewat platform Bandcamp,  mamadjana.bandcamp.com. Selain itu, kamu dapat mengunjungi situs resmi Tilis Musik untuk mendapatkan rilisan fisiknya. Selamat mengapresiasi!

Foto: Dok. Mama Djana


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler