Paduan Pop & Musik Tradisional Bugis dalam Single Baru Pusakata

Bandung - TemanBaik, Pusakata kembali merilis sebuah single berjudul 'Namamu Kueja Pelan-Pelan'. Lagu tersebut merupkan lagu keenam dalam album Mesin Waktu 2020. Lagu ini menampilkan nuansa musik Bugis-Makassar yang menohok.

'Namamu Kueja Pelan-Pelan' itu sendiri adalah sebuah rangkuman penutup pada kisah lima lagu sebelumnya; 'Amy', 'Kucari Kamu', 'Di Ujung Malam', 'Kerinduan', dan 'Ruang Tunggu'. Pusakata menyebut lagu ini adalah perenungan seorang insan yang selalu mencari makna cinta dan pengorbanan.

Secara musikal, lagu ini menampilkan musik pop akustik dengan balutan folk yang dibangun dari nuansa bebunyian instrumen tradisional. Unsur kedaerahan ini terdengar dari suara kendang, suling, hingga pui-pui (alat musik tiup dari Sulawesi selatan yang hampir punah). Ada nuansa magis yang menohok dari langgam suara latar yang dilantunkan Is (Pusakata) di beberapa bagian lagu.

Pusakata sengaja menggali lebih jauh potensi musikalitas dan pengaruh seni tradisional Bugis-Makassar dalam mengolah rasa dan komposisi. Pemilihan instrumen serta gaya instrumentasi tradisional terasa jauh lebih dalam dihadirkan, setelah sebelumnya juga dimunculkan pada lagu ‘Di Seberang Sana’ yang memuat kalimat penyemangat khas suku Bugis-Makassar.



Baca Ini Juga Yuk: Representasi Hari Kemenangan dalam Video Klip UTBBYS

Tidak beda jauh dari proses kreatif di single-single sebelumnya, Pusakata memainkan seluruh instrumen pengisi pada lagu ini sendiri. Multi instrumen itu meliputi bas, gitar akustik dan elektrik, kibor dan sythesizer, serta beberapa alat musik tradisi mulai dari udu, kendang, suling sampai pui-pui.

Bukan tanpa alasan ia menjadi multi instrumentalis belakangan ini. Lewat keterangan resminya, Is menyebut dirinya ingin mengajak para pendengar lebih jauh terlibat menikmati perjalanan spiritual lewat eksplorasi ini.

"Semua instrumen saya mainkan sendiri sesuai dengan batas kemampuan, sebagai wujud komitmen saya untuk berkarya dengan jujur," ungkapnya.

Proses kreatif berikutnya dilakukan di tanah Sulawesi. Sesi rekaman diselesaijan oleh Capung, dilanjutkan proses olah suara dirampungkan oleh Daniel Samarkand dan rekaman dilakukan di Rucs Studio, Makassar. Pusakata juga menggandeng Anaz, seorang illustrator dari Ternate untuk mengerjakan sampul (artwork) dari lagu ini.

TemanBaik, kamu bisa merasakan perjalanan spiritual Pusakata mulai dari sekarang. Sebab lagunya sudah tersedia di berbagai layanan pemutar musik digital.

Foto: Dok. Pusakata

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler