'The Sixth Day', Bukan Sembarang Rock Jenaka dari Suarloca

Bandung - Unit rock asal Bandung, Suarloca mengeluarkan single bertajuk 'The Sixth Day'. Lagu ini memadukan musik rock yang garang dengan komedi pada liriknya.

Lewat keterangan resminya, grup beranggotakan Fahman Fauzi (drum), Husein Muhammad (gitar), Lana Syahbani (gitar), Pahlevi Arie (vokal, synth), dan Rami Satria (bas) ini menceritakan proses kreatif pembuatan single kedua ini diawali rekaman riff gitar yang dikumpulkan masing-masing personel. Meski musik sudah selesai digarap, penulisan lirik lagu ini memakan waktu cukup lama. Mereka menyebut, ini kali pertama Suarloca menulis lirik storytelling alias bercerita.

Lagu ini pada intinya mengisahkan tentang seorang pria paranoid yang memiliki ketakutan berlebihan pada kematian. Pria ini mengira dirinya didatangi wanita cenayang yang mendakwa hidupnya hanya sampai hari ke-enam. Kenyataannya, sang wanita tua memberi tahu bahwa hutang pria ini jatuh tempo pada hari ke-enam.

"Kami berulang kali memikirkan ending dari lagu ini, pengen ngasih plot twist komedi yang sesuai sama konsep lagu. Ceritanya sempat berubah beberapa kali, sampai akhirnya lirik baru beres beberapa jam sebelum take vokal di studio," ungkap gitaris Lana Syahbani.

Baca Ini Juga Yuk: Ulangi Sukses Album Perdana, Coldvvave Kembali dengan Single Baru

Secara musikal, rasanya tak salah menyebut 'The Sixth Day' sebagai lagu gitar-sentris. Bagaimana tidak? Dominasi bagian gitar pada lagu ini terdengar begitu menohok. Dibuka dengan bebunyian fuzz nyaring, awalnya pendengar diberi ekspektasi musik progresif rock dengan kisah dan ilustrasi yang mencekam.

Nyatanya, mereka justru menyajikan komedi lewat lirik yang dibalut garangnya distorsi dan riuh tabuhan drum. Intro 'garang' dari fuzz itu kemudian seolah berbelok menjadi melodi jenaka di sepertiga akhir lagu. Nuansa 'paranoid' juga muncul dari isian vokal beserta synthesizer yang dilantunkan serta dimainkan Pahlevi Arie.

Levi, sapaan akrabnya, juga mengakui jika beberapa bagian vokal pada lagu ini cukup menantang baginya. Bagian lirik ‘My mind’s just trying to ignore’, dianggapnya sebagai yang paling menantang.

"Pas udah beres bagian ini kerasa mantap sih," cetus Levi.

Seluruh proses rekaman 'The Sixth Day' dilakukan di Studio Rekamkamar (Jakarta). Suarloca menggaet Rama Harto dan Febio Sondakh sebagai co-produser untuk lagu ini. Proses mixing dan mastering lagu ini turut dikerjakan oleh Rama Harto yang sebelumnya pernah mengerjakan proyek bersama Iga Massardi, Ringgo 5, dan Zombie Autopilot.

Kabar gembiranya lagi, lagu 'The Sixth Day' dan single perdana mereka 'Umbra' yang telah rilis beberapa waktu silam merupakan bagian dari rangkaian tiga single yang Suarloca rilis sebagai pengantar menuju album debut. Rencananya, album tersebut bakal rilis pada Agustus 2021 mendatang.

TemanBaik, saat ini kamu sudah bisa mendengarkan 'The Sixth Day' di berbagai layanan pemutar musik digital. Selamat menyambut Senin pagi!

Foto: Dok. Suarloca

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler