Kenalan dengan Ridel, Pencetak Sejarah E-sport Indonesia

Bandung - Sejak awal ditunjuk sebagai salah satu gamers yang tampil di Asian Games 2018 untuk nomor Clash Royale, Ridel Yesaya Sumarandak sudah tahu bahwa itu bukan hal mudah. Namun, ia punya segunung niat untuk membuktikan kemampuannya dalam e-sport yang pertama kali dimainkan di multi event olahraga tersebut.

Menurut dia, lawan pertamanya bukanlah gamers negara lain, melainkan dirinya sendiri. Ia sempat merasa grogi saat bertanding di Asian Games 2018 untuk Clash Royale di BriTama Arena, Jakarta, Senin (27/8).

Grogi adalah hal yang sangat menghambatnya selama bertarung di nomor Clash Royale. “Biasanya saya bermain mewakili tim. Kali ini berbeda, karena yang saya tanggung adalah nama negara,” kata Ridel, Selasa (28/8).

Baca juga: Torehan Sejarah Baru Jojo di Dunia Bulu Tangkis Indonesia

Clash Royale merupakan gim yang lahir pada 2016 dan langsung menggebrak dunia e-sport Indonesia. Namun, belakangan pamor Clash Royale menurun drastis karena ketatnya persaingan gim ponsel pintar di Indonesia.

Selama masa itu, BenZer Ridel (Namanya di Clash Royale) tetap bermain gim yang diorbitkan oleh Supercell, perusahaan asal Finlandia. Selain menggemari sistem pertarungan dalam gim berjenis real-time strategy tersebut, pria 16 tahun ini memang yakin bahwa Clash Royale merupakan gim yang akan membuatnya sukses.

Ternyata keyakinannya terbukti. Dalam pertandingan Asian Games 2018, Ridel bukanlah sorotan. Penonton lebih cenderung ingin menyaksikan Nova Lciop, gamers asal China, yang memang sudah tenar. 

Namun, selama mengarungi ketatnya persaingan, Ridel terlihat mampu mengatasi rasa groginya. Ia berhasil mengalahkan wakil-wakil negara pesaing seperti Hong Kong dan Vietnam. 

Singkat cerita, di babak final, perjuangannya nyaris terhenti oleh Lciop yang unggul lebih dulu dari Ridel. Namun, dengan senjata andalannya, Fireball, dan strategi bertahan yang rapih, Ridel sukses membalikkan keadaan sekaligus menyabet emas e-sport pertama dalam sejarah Indonesia.

Baca juga: Sutan Aqsa Aswar Sumbang Emas ke-12 untuk Indonesia

“Saya merasa harus mendapatkan hasil sebaik-baiknya dalam momentum bersejarah ini,” katanya. Dengan hasil itu, Ridel membuktikan bahwa Indonesia saat ini menjadi raja baru dalam persaingan Clash Royale Asia.

Sementara itu, dalam nomor Arena of Valor (AoV) yang digelar Minggu (27/8), medali emas disabet tim nasional China, setelah mengalahkan tetangganya, Taiwan, di babak final dengan skor 2-0.


Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Ady Sesotya

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler