ITB Juara Kompetisi Ilmiah Bikin Inovasi Masker dari Limbah

Bandung - TemanBaik tahu enggak, ternyata masker bisa loh dibuat dengan bahan dasar limbah. Adalah tiga mahasiswa Teknik Material ITB yang melakukan inovasi terbaru dengan membuat biomask.

Biomask tersebut kemudian berhasil menjadi juara 1 pada Innovative Material Engineering Competition 2019 yang diselenggarakan pada 24 – 25 September 2019 lalu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Pada kompetisi ilmiah tersebut, tim ITB yang beranggotakan Ilham Octiano (MT 15), Hening Puji Pangastuti (MT 15), dan Farhandra Ramdhani (MT 15) berhasil menyingkirkan peserta lain dari berbagai universitas seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, dan Universitas Riau.

"Kami mencoba menggabungkan fungsi tabir surya dan masker. Sehingga kami membuat biomask yang bahan dasarnya seperti nanoselulosa dari limbah pisang, kitosan dari limbah cangkang udang, dan biomassa english ivy. Bahan-bahan ini telah mencakup fungsi sebagai masker, anti-mikroba, serta anti-UV," jelas Ilham mengenai inovasi biomask yang timnya buat lewat siaran pers.

Baca Ini Juga Yuk: Aplikasi Buatan ITB Permudah Petani Identifikasi Penyakit Tanaman

Nanoselulosa, kitosan, dan biomassa english ivy sendiri merupakan bahan dasar untuk pembuatan masker. Ilham lalu menjelaskan keunggulan dari biomask. Biosmask bisa menggabungkan dua produk sekaligus, masker dan tabir surya. Tabir surya berfungsi untuk perlindungan kulit terhadap sinar ultraviolet, sementara masker berfungsi menjaga kelembapan kulit dan anti mikroba.

"Secara industri, biomask menggunakan material dari limbah sehingga proses produksi lebih efisien. Ditinjau dari aspek lingkungan, produk ini berbahan biodegradable material sehingga tidak menghasilkan dampak berbahaya jangka panjang. Serta dari aspek ekonomi, produk ini diharapkan mampu bersaing secara kompetitif," ungkapnya.

Sementara itu, Hening, anggota lainnya menerangkan secara rinci mengenai desain dan pengaplikasian produk biomask yang rupanya didesain seperti sheet mask yang kerap kali kita pakai.

"Masker ini akan melembapkan dan memberi nutrisi pada kulit sekaligus mengandung active agent yang masuk ke kulit, yang berperan sebagai anti-UV. Sehingga setelah penggunaan masker, kita tidak perlu mengaplikasikan tabir surya lagi," jelasnya.

Bagi para anggota tim yang tengah menempuh tingkat akhir ini, kesempatan dan pengalaman yang didapatkan sebelum lulus ini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Mengingat sebelumnya beberapa anggota tim belum memiliki pengalaman dalam kompetisi apapun.

"Salah satu yang paling memotivasi saya sebenarnya adalah mencoba segala hal sebelum lulus dari status mahasiswa. Saat ini yang belum saya coba adalah berkompetisi, maka bagi saya tidak ada salahnya mencoba," tutur Andra, anggota tim lainnya.

Foto: itb.ac.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler