UB Borong Juara di Joints Competition 2020 Kategori UX Design

Malang - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) belum lama ini berjaya di Joints Competition 2020 dengan memborong dua juara sekaligus dalam kategori UX Design. Dua tim yang masing-masing beranggotakan tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) itu berhasil mendapat predikat juara 1 dan juara 2 dalam kompetisi yang dimulai sejak April 2020 tersebut.

Kompetisi kategori UX Design ini menitikberatkan pada pembuatan desain pengalaman pengguna atau user experience (UX) baik dalam bentuk website, aplikasi, maupun Progressive Web App (PWA) yang mengutamakan pengalaman, kenyamanan, kepuasan dan efisiensi saat digunakan.

Tim yang berhasil menyabet juara 1 beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2017 yakni Gilang Nur A'idi selaku ketua tim dan UX Designer, Natasya Eldha Oktaviana sebagai researcher dan Riefqi Ardhya Bisma sebagai interaction designer. Mereka membuat desain UX dalam bentuk aplikasi mobile yang diberi nama 'Ocare'.

Gilang menjelaskan bahwa Ocare adalah platform donasi berbasis arisan. Di dalamnya terdapat fitur hadiah setiap melakukan donasi yang dirancang dalam sistem bernama pohon kebaikan.

Ada juga fitur integrasi dengan e-money untuk bisa melakukan donasi dengan uang kembalian belanja, serta fitur asuransi kebaikan berbasis subsidi silang.

"Jadi di UX yang kami rancang, kami coba mengintegrasikan sebuah kegiatan crowdfunding tradisional yaitu arisan, ke dalam kegiatan berdonasi," ungkap Gilang.


Baca Ini Juga Yuk: Kolaborasi Musik Universitas Atma Jaya Raih Penghargaan MURI

Sementara itu, tim yang berhasil mendapat predikat juara II beranggotakan Safira Eldi Romadhona sebagai UX Researcher dan ketua tim, Syahshiyah Rohidah sebagai UX Designer dan Hanifa Putri Rahima sebagai User Interface Designer/UI Designer. Ketiganya juga membuat desain UX dalam bentuk aplikasi mobile.

Tim kedua ini membuat aplikasi yang berfungsi memudahkan pengguna dalam membeli kosmetik secara daring. Aplikasi tersebut diberinama 'Glam On'.

Fitur unggulan pada aplikasi ini adalah tester virtual. Dengan fitur ini pengguna dapat membeli kosmetik dengan terlebih dulu mencoba kecocokan warna kosmetik secara virtual.

Pengguna tinggal memanfaatkan fitur kamera swafoto dan memilih barang serta warna yang diinginkan. Selanjutnya, sistem akan menampilkan kondisi virtualnya jika produk tersebut digunakan oleh pengguna.

"Dengan vitur tester virtual maka barang yang dibeli bisa cocok dan sesuai dengan yang diinginkan pembeli. Selain itu pembeli juga bisa terhindar dari bahaya penggunaan tester secara langsung yang sering kali tidak higienis," tutup Safira.

Foto: dok. Humas Filkom UB

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler