Kentaro Nanayama, Siswa SMA yang Direkrut Purdue Golf Team

Jakarta - TemanBaik, Indonesia memiliki salah seorang bakat hebat dalam olahraga golf pada diri Kentaro Nanayama. Ia adalah peraih juara golf junior dunia pada turnamen ATI-Ciputra Golfpreneur Junior World Cup 2019.

Selain itu, Kentaro memiliki rentetan prestasi yang cukup banyak. Sehingga, bakat Kentaro diperhitungkan dunia. Bahkan, terhitung 12 November 2020, Kentaro direkrut klub golf elit Purdue Golf Team dari Purdue University, Amerika Serikat. Tak hanya direkrut jadi bagian klub, ia juga diberi beasiswa untuk kuliah di Purdue University.

Sebelum resmi bergabung dengan Purdue University, ada banyak tawaran yang menghampirinya. Berbagai kampus melancarkan rayuan agar Kentaro mau kuliah dan bergabung dengan klub golfnya. Namun, dengan mantap ia memilih bergabung dengan Purdue University dan klubnya.

"Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University," kata Kentaro.



Baca Ini Juga Yuk: Kursi dengan Sensasi Digendong, Siap Tembus Italia Nih!

Purdue Golf Team sendiri mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus, serta kemampuan hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim.

Tim golf Purdue University diisi atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota menjadi lebih baik. Sehingga, mereka diharapkan sukses memenangkan penghargaan bagi kampus.

Kentaro pun memiliki harapan besar dengan bergabungnya ia ke Purdue University. Ia optimistis mimpi besarnya akan semakin nyata. "Saya yakin Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan menjadi pegolf kelas dunia," ungkapnya.

Mengenal Golf Sejak Usia 7 Tahun
Apa yang diraih Kentaro saat ini jelas bukan sebuah hasil instan. Ada proses panjang yang mesti dilalui. Ia sudah mengenal golf sejak usia 7 tahun dari ayahnya. Berlatih setiap hari dilakukan Kentaro sejak menginjak grade 4 hingga 8. Ia pun mulai berkecimpung dalam ragam turnamen golf sejak usia 11 tahun.

Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team. Di sana ia mendapat banyak pengalaman hingga meningkatkan kemampuan yang membuatnya bisa seperti sekarang.

"Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar," tutur Kentaro.

Ia pun menyebut kerja keras guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaiannya. Apalagi, ia juga punya pengalaman penting karena di tim golf tersebut ditunjuk sebagai kapten tim.

"Peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University," jelas Kentaro.

Pencapaian Kentaro pun diharapkan menjadi inspirasi bagi para siswa di Jakarta Intercultural School. Selain itu, prestasi Kentaro juga diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa lain di Indonesia, terutama yang ingin menjadi atlet.

"Jakarta Intercultural School sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia," kata Head of School Jakarta Intercultural School Dr. Tarek Razik.

Foto: dok. Jakarta Intercultural School

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler