Sudah Tahu Belum? Di Gedung Sate Trotoarnya Bermotif Batik

Bandung - Gedung Sate yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, dikenal sebagai salah satu ikon Kota Bandung. Gedung itu sarat dengan sejarah karena dibangun di zaman kolonial Belanda.

Kegagahan Gedung Sate pun cukup dikenal publik. Bahkan, banyak warga dari luar Bandung dan luar negeri sengaja datang ke sana untuk berfoto dengan latar belakang Gedung Sate.

Tapi, di luar kegagahan Gedung Sate, ternyata ada sisi lain yang tidak terlalu banyak orang sadari. Di bagian trotoar Gedung Sate, tepatnya yang terletak di Jalan Diponegoro hingga Jalan Cilamaya, trotoar dihiasi motif batik.

Trotoar itu menampilkan beberapa jenis batik khas asal Jabar. Ada tulisan jenis batik dan lantai yang terbuat dari batu yang membentuk motif batik. Di antaranya Batik Garutan Sedamukti Payung, Batik Seureuh Bogor, dan Batik Gergaji Cianjur.

Trotoar batik itu memiliki ukuran sekira 2x2 meter dan total panjang sekira 500 meter. Warna motifnya didominasi oleh putih, merah, dan hitam.

Kasubag Rumah Tangga Setda Pemprov Jabar Ebet Nugraha mengatakan trotoar itu ada sejak sekira 2015 lalu. Ide awalnya adalah untuk memberikan edukasi bagi publik bahwa Jabar memiliki beragam motif batik.

"Trotoar itu jadi media untuk memperkenalkan atau sosialisasi batik-batik yang ada di Jabar kepada masyarakat. Paling tidak, saat orang berjalan bisa melihat motifnya dan tahu bahwa kita punya banyak motif batik," ujar Ebet kepada BeritaBaik, Selasa (2/10/2018).

Sehingga bagi TemanBaik yang ingin tahu motif batik dari Jabar, kamu bisa berjalan-jalan di trotoar Gedung Sate. Berjalan di sana pun cukup asyik karena di kiri dan kanannya terdapat berbagai tanaman yang cukup asri.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler