Unik! Surabaya Kreasikan Batik dari Olahan Mangrove

Surabaya - Kreatifitas tidak pernah membatasi setiap insan untuk berinovasi, termasuk dengan mencari inspirasi dari lingkungan sekitar. Begitupula dengan kekayaan Indonesia yang beragam, mulai dari suku, adat istiadat, budaya dan berbagai kerajinan batik yang menjadi ciri khas dari suatu daerah.

Satu lagi jenis batik yang menarik untuk kita miliki adalah Batik Mangrove, yang dapat ditemukan di daerah Wonorejo, Surabaya, karena memiliki keistimewaan dalam hal motif dan proses pembuatan.

Motif pada Batik Mangrove umumnya terinspirasi dari daun, bunga sampai untaian buah dari tanaman yang hidup di pesisir ini. Begitupula dengan makhluk yang hidup di sekitarnya seperti, ikan, kepiting, udang dan burung juga menjadi ciri khas yang membedakan dengan berbagai motif batik lainnya. Karena Batik Mangrove ini termasuk dalam jenis batik tulis, maka corak satu kain dengan kain lainnya akan berbeda.

Proses pembuatan Batik Mangrove menggunakan malam hitam dan kuning. Sedangkan asal pewarnaan yang dibuat dari pewarna alami, mulai dari buah, bunga dan daun Mangrove yang dicampur dengan bahan pewarna alami lainnya menjadikan Batik Mangrove memiliki pallete warna yang khas, seperti hijau, kuning, cokelat, merah muda, oranye, biru, hitam dan ungu. Namun, warna merah pada tanaman Mangrove biasanya akan menjadi warna merah muda atau merah merona. Hal ini dikarenakan belum ditemukannya campuran yang tepat untuk membuat warna merah menyala.

Baca Ini Juga Yuk: Kreasi Kain Batik untuk Acara Santai, Cobain Yuk!

Batik Mangrove ini juga telah dipasarkan secara nasional hingga internasional, loh, seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat dan Australia dengan harga mulai dari 300 ribu hingga 5 juta rupiah.

Salah satu seniman yang membuat pakem pada Batik Mangrove ialah Lulut Sri Yuliani.berkat inovasinya, ia telah diundang ke berbagai negara, karena teknik pengolahan Mangrove ini sangat ramah lingkungan. “Satu pakem dimiliki oleh satu orang, oleh karenanya ada hadiah sertifikat kepemilikan untuk pembeli sekaligus menjadi tanda sumbangsih terhadap upaya pelestarian lingkungan Mangrove” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Lulut Sri Yuliani terus mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah Mangrove menjadi sirup, pupuk sampai pembersih lantai. Berkat kerja kerasnya, Ia memperoleh berbagai prestasi, seperti Perempuan Inspiratif dan Penghargaan Kalpataru.

Untuk Teman Baik yang akan membeli Batik Mangrove, salah satu tips untuk menjaga warna khas dapat menggunakan Sirvega, pencuci batik dari Mangrove jenis Jijibus jujuba, lerak dan campuran lidah buaya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler