Mampir ke Kampung Wayang Urban di Tengah Kota Bandung

Bandung - Wah ternyata di tengah kota Bandung ada pembuatan wayang tradisional yang tersohor di mancanegara loh. Namanya Kampung Wayang Urban yang berlokasi di Jalan Pangarang Bawah. Tempatnya enggak  jauh dari Pendopo Kota Bandung dan Taman Alun - Alun.

Memasuki generasi ketiga, pusat pembuatan wayang golek ini ternyata sudah eksis sebelum Konfrensi Asia Afrika diselenggarakan loh. Bahkan pada waktu itu, presiden Soekarno kerap memesan souvenir khas sunda ini untuk para petinggi negara yang singgah di Paris Van Java.

Setelah 64 tahun berlalu, kini Kampung Wayang Urban sudah berganti kepemilikan pada Tatang Heryana (66). Dia adalah cucu dari sang perintis Ruhiyat yang dulu tersohor sebagai pemahat wayang kawakan. 

"Di sisi lain, saya merasa bersyukur kalau warisan seni budaya sunda ini sangat dicintai para pelancong dari berbagai negara dari Eropa hingga Australia. Bahkan belakangan banyak wisatawan muda yang sengaja datang kesini untuk mengapresiasi seni wayang golek," ujar Tatang kepada BeritaBaik, Rabu (3/7/2019).

Tatang bercerita, tak banyak orang tahu bahwa Kampung Wayang Urban Bandung juga sudah masuk pada guides book agenda pariwisata di Eropa dan Australia. Enggak heran, sejak dulu galeri sederhana yang berada di gang sempit ini enggak pernah sepi diburu wisatawan mancanegara.

Ia mengisahkan, tak hanya melayani pembuatan wayang untuk para dalang, sejak era 80-an Kampung Wayang Urban juga kerap didaulat untuk memenuhi pesan souvenir crafting dari berbagai negara di dunia.

"Seiring perubahan zaman, pemesanan wayang golek untuk dalang juga semakin surut. Saya kebanyakan membuat wayang golek ini untuk souvenir saja. Jadi aktivitas ritual dan pakem yang dulu kerap dilakukan ayah saya sudah enggak pernah dilakukan lagi," ungkapnya.

Menurut Tatang,  lebih dari 160 tokoh pewayangan dibuat di Pangarang. Tatang sendiri mengambil karakternya dari sejarah Mahabrata dari kisah perebutan kekuasaan hingga Ramayana yang lekat dengan percintaan. Zaman kian modern, Tatang juga mengakui banyak terjafi perubahan tampilan  wayang golek.

Sementara untuk materialnya, wayang golek dibuat dari kayu albasiah yang diproses menjadi tiga tahap mulai dari memahat kayu elip, bakalan hingga memahatnya sebagai bahan setengah jadi. 

"Sejak tahun 1967 saya sudah memahat wwyang golek untuk kebutuhan dalang juga souvenir seperti pajangan, patung, hingga barang kecil seperti pulpen. Setiap hari ada anak saya yang membantu pengecetan hingga menjahitkan baju sesuai makna dan filosofinya," terangnya.

Terlepas dari rasa bangga karena seni budaya Sunda ini dikenal luas di manacegara, Pak Tatang mengajak TemanBaik loh umtuk turut melestarikan seni wayang golek. Enggak cuma mengikuti kemajuan teknologi, kakek yang satu ini juga mengajak anak muda di Indonesia untuk turut melestarikan seni budayanya sendiri. 

Karena saya melihat budaya sunda belakangan semakin luntur. Kalau boleh sih, saya pengin mengenalkan seni warisan leluhur ini pada anak muda. Jangan sampai punah," pungkasnya.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler