Serunya Berburu Lukisan di Kampung Seni Jelekong

Bandung - Mau jalan-jalan ke kampung lukisan terbesar di Bandung? Yuk sambangi Kampung Seni dan Budaya Jelekong yang terletak di Kabupaten Bandung. 

Pusat aneka lukisan ini, berada satu area dengan padepokan seni wayang golek Giriharja III, milik dalang kahot Almarhum Asep Sunandar Sunarya.

Sekilas, desa ini seperti kawasan biasa. Atsmosfer seninya memang tak sekental kawasan Ubud, Bali, tapi siapa sangka, di balik kampungnya yang bersahaja, beberapa tahun lalu 90 persen hasil lukisan Jelekong sempat dipasarkan di Ubud, Yogya termasuk Jalan Braga, Bandung.

Seiring perubahan zaman, lukisan khas Jelekong mulai meredup. Bahkan jumlahnya seniman lukis yang awalnya berjumlah sekitar 600-an orang, kini kian menyusut hingga bersisa 50 persen saja. Sebagian alih profesi menjadi kuli bangunan, buruh hingga sopir ojek. 

"Sejarah lukisan Jelekong dimulai tahun 1969. Waktu itu almarhum Odin Rohidin melukis di daerah ini dan menularkan ilmunya kepada 4 orang, termasuk bapak saya, Asep Sancang yang mendirikan salah satu pionir, Galeri Lukis Dewi Matra," ujar generasi kedua Dewi Matra, Chandra kepada BeritaBaik.


Candra bercerita, ia berharap sekali para penikmat seni, khususnya milenial bisa lebih mengapresiasi lukisan Jelekong. Alasannya, selama ini image lukisan di daerah ini lekat dengan seni murahan, harganya murah dan kurang memiliki makna filosofi.

Di sisi lain, Chandra dan keluarga telah berupaya keras untuk mengubah pandangan itu dengan berbagai cara. Salah satunya sang ayah yang sempat menamatkan kuliah di Fakultas Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

"Ada istilah bakat ku butuh di sini. Jadi saat lukisan ditawar murah pun pasti dijual karena memang diburu kebutuhan dapur. Makanya sebagus apapun lukisan khas Jelekong pasti citranya selalu disebut lukisan. Apalagi kalau dibelinya sama tengkulak," tambahnya.

Tapi Chandra tak patah arang. Galeri Dewi Matra kini tetap eksis meskipun sudah tak menjual lagi hasil lukisannya ke tengkulak. Ia lebih nyaman menjualnya langsung di galerinya.

Ia juga memastikan, kalau koleksi lukisannya komplit loh. Ada dekoratif, abstrak, surealis hingga realis dengan kualitas cat dan kanvas yang sudah cukup baik.

"Kalau dilihat dari kualitasnya sih, sudah masuk middle to high karena cat dan kanvasnya terbilang bagus. Ada beberapa kategori lukisan yang dijual, tapi rata-rata yang di sini memang mulai dari Rp 1 jutaaan per lukisan," katanya.

Gimana nih TemanBaik tertarik untuk menyambangi Kampung Seni dan Budaya Jelekong? Jangan khawatir, di desa ini banyak banget loh toko yang menjual beragam lukisan. Harganya mulai dari Rp 100 ribu saja. 

Sambil berburu lukisan, di tempat ini kita juga bisa memesan paket wisata seni wayang golek yang dipadukan dengan atraksi lain seperti singa depok atau tarian lainnya yang berlatarkan budaya sunda.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler