Wayang for Student, Pagelaran Seni Etnik Bercita Rasa Milenial 

Bandung - Panggung megah di auditorium itu terasa magis, saat Rafi Assidiqi Sudrajat (13) muncul dan melakonkan perannya sebagai Aradea. Rautnya pongah dan terkesan jahat. Sah saja, karena ia diceritakan sebagai musuh bebuyutan dari tokoh wayang, Gatot Kaca.

Pernah menyaksikan pagelaran wayang bercita rasa milenial? Ya, TemanBaik bisa memetik inspirasi ini lewat pagelaran Wayang for Student yang dipentaskan di Universitas Kristen Maranatha, belum lama ini. Rafi enggak sendiri, ada ratusan siswa berbakat yang turut meramaikan.

Demi melestarikan tradisi wayang sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui Unesco, sejumlah sekolah yang terpilih di Bandung dan sekitarnya bikin persembahan wayang ini secara kolosal. Setiap tahun, peserta yang ikut juga bergantian loh biar mereka bisa memetik pengalaman sekaligus belajar soal pewayangan.

"Awalnya memang enggak tahu wayang dan belum pernah memperlajarinya. Baru setelah sekolah saya terlilih untuk masuk Wayang for Student 2019, saya mulai mengenali tokoh dan ceritanya, ternyata menarik juga. Apalagi di sini saya harus belajar mimik jahat karena berperan jadi musuh besar Gatot Kaca," ujar Rafi kepada BeritaBaik.

Siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat ini berkisah, ia mengikuti pagelaran ini bersama teman satu sekolahnya yang jumlahnya 21 orang. Tak butuh waktu lama, karena latihan intensif itu cuma berlangsung 8 pertemuan selama 2 bulan.

Selama dua bulan itu Rafi mulai mengggali perannya dengan penuh totalitas. Ia belajar mimik jahat, gestur tubuh di atas panggung hingga mendalami filosofi ceritanya dari banyak sumber.

"Jujur sih setelah pentas ini saya jadi penasaran untuk mempelajari wayang. Awalnya kan saya suka seni tapi memang enggak tahu soal seni wayang," katanya.

Seperti diketahui nih TemanBaik, Wayang for Student 2019 kali ini menampilkan pagelaran "Jaya Perbangsa" dan Pementasan Wayang yang melibatkan 140 pelajar dan dinikmati 560 siswa dan guru yang berasal dari 7 sekolah di Bandung.

Event ini juga menjadi agenda rutin dari Kemendikbud, berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam bidang Budaya. Tahun ini merupakan penyelenggaraannya yang kesebelas loh.

"Wayang yang merupakan budaya asli Indonesia harus dikenal kaum milenial. Pesan moral yang disampaikan melalui pementasan wayang masih berkaitan dengan kehidupan kita. Jadi kami akan terus berupaya melalui ragam program yang edukatif dan fun mengenalkan wayang secara mendalam kepada pelajar di beberapa wilayah Tanah Air, salah satunya di kota Bandung ini," ujar Executive Vice President CSR BCA, Inge Setiawati di sela pementasan.

Ia menceritakan, para siswa yang terpilih, telah melewati kurasi berdasarkan memiliki bakat dan minat di bidang seni tari, drama, dan musik. Mereka berlatih untuk pagelaran Wayang for Student di masing-masing sekolah. Tiap sekolah mendapatkan judul pementasan yang beragam, antara lain Rebutan Konta, Jabang Tutuka, Brajamusti Gugat, dan Gatotkaca Sabda Guru.

Adapun tujuh sekolah yang terlibat antara lain SMA Negeri 1, SMA Negeri 7, SMA BPI 2, SMK Pelita, SMP AL FALLAH, SMP Negeri 1 Lembang, dan SMP Negeri 1 Cisarua.

Menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, wayang telah menjadi salah satu dari delapan elemen budaya yang masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak tahun 2003. .

"Wayang dapat berpotensi untuk mengembangkan budaya populer Indonesia. Melalui kegiatan edukasi yang persuasif dan interaktif, wayang dapat mendorong semangat kebhinekaan dan nasionalisme dalam jiwa generasi muda," pungkasnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler