Perupa Perempuan Bali Unjuk Karya di Pameran Sesananing Luh

Denpasar - Sebanyak 23 perupa perempuan di Bali memamerkan karya mereka dalam pameran bersama di Taman Budaya Provinsi Bali, Kota Denpasar. Pameran dengan tema "Sesananing Luh" ini resmi dibuka Rabu (20/11/2019) dan bakal berlangsung hingga Rabu (4/12/2019).

Selama dua minggu para perupa perempuan Bali ini menampilkan 41 karya rupa di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali. Kurator pameran I Made Bakti Wiyasa menyampaikan pameran kali ini menarasikan khasanah seni rupa Bali yang ditekuni oleh perupa perempuan di Bali.

"Pameran menampilkan perkembangan seni rupa dari seni lukis Bali klasik, seni lukis kamasan, seni lukis batuan, serta perkembangan seni grafis di Bali yang ditekuni perupa perempuan Bali," ungkapnya. Para perupa perempuan ini, lanjut Wiyasa, memiliki latar belakang beragam

"Ada berlatar pendidikan seni rupa akademis dan non-akademis, namun mereka intens dalam berkarya dan menunjukan kecenderungan-kecenderungan baru," tambahnya. Para peserta pameran ada dari kampus ISI Denpasar, Undiksha Singaraja, serta alumni ISI Yogyakarta, alumni ITB Bandung, PSSRD Udayana, alumni IKIP PGRI Bali, perupa perempuan Batuan, dan perupa perempuan Kamasan.

"Secara keseluruhan karya-karya mereka beragam dengan menghadirkan sosok fisik perempuan sebagai daya Ibu. Ia menjelma sebagai spirit, alam semesta, harapan, doa, juga sebagai sebuah kegelisahan, kegembiraan naluriah perempuan," paparnya. Wiayasa menambahkan pameran ini menghadirkan suasana psikologis dari perempuan Bali di masa kini.

Salah satu perupa yang berpameran adalah Mangku Muriati, satu satunya penerus pelukis kamasan wanita di Klungkung. Pada pameran ini ia menyajikan dua karya "Wanita Karir" dan "Bhineka Tunggal Ika".

Putri dari maestro seni lukis kamasan, Mangku Mura ini mengatakan perempuan Bali perlu untuk tetap berkarya. "Tidak saja menjalankan tugas sebagai perempuan Bali, seperti membuat banten, dan sebagainya. Tapi kita harus meluangkan waktu untuk berkarya," katanya.

Sebagai informasi, pameran perupa perempuan Bali ini digelar yang ketiga kalinya. Pameran pameran perupa perempuan Bali telah berlangsung sejak 2017 diawali dengan tema Luwih Utamaning Luh dan dilanjutkan pameran kedua pada 2018 dengan tema Mahavidya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler