Gubernur Bali Beri Penghargaan Seni Pada 40 Sanggar

Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan memberikan Penghargaan Seni Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha untuk sejumlah sanggar, komunitas, dan Yayasan seni di Bali. Penghargaan diberikan atas prestasi, dedikasi, dan kontribusinya dalam bidang penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan Kepala Dinas Kebudayaan Bali I Wayan "Kun" Adnyana di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (20/12/2019).

"Ada 40 sanggar, komunitas dan yayasan seni yang ada di sembilan kabupaten/kota seluruh Bali dengan yang diberikan penghargaan dan uang tunai masing-masing sebesar 50 juta rupiah," kata Kun Adnyana.

Penghargaan seni ini diharapkan mampu menggelorakan semangat beraktivitas para sanggar, komunitas dan yayasan seni untuk terus menggali, melestarikan, membina, dan mengembangkan seni budaya Bali yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Untuk menentukan 40 sanggar yang berhak menerima penghargaan, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebelumnya melakukan seleksi dan verifikasi yang melibatkan tim seleksi lima orang yang terdiri dari budayawan, aktivis, akademisi, hingga jurnalis.

Penyerahan Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha dilangsungkan dalam serangkaian penyampaian Pidato Akhir Tahun Gubernur Bali. "Secara khusus memang dikemas dalam pagelaran budaya multiseni, dari yang tradisi sampai genre musik yang kontemporer," ungkap Kun Adnyana.

"Acara ini sekaligus sebagai pesta akhir tahun masyarakat Bali karena dimeriahkan dengan kesenian kolosal dan multimedia," sambungnya. Adapun 40 sanggar, komunitas, dan yayasan seni yang mendapat penghargaan tersebut antara lain Yayasan Suar Agung, Bali Experimental Teater, Sanggar Tari Bali Satya Laksana, Teater Selem Putih.

Selanjutnya Sanggar Seni Shanti Budaya Traditional Art Studio And Costume, Sanggar Seni Lukis Kaca Nagasepaha, Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan, Sanggar Tari Ayu, Sanggar Seni Saraswati Sadhana, dan Sanggar Kepucuk. Kemudian Sanggar Seni Kecupu Mas, Komunitas Laboratorium Study Teater, Yayasan Penggak Men Mersi, Yayasan Bumi Bajra Sandhi, Sanggar Teater Bumi Bali, Sanggar Kukuruyuk, Sanggar Rareangon Sejati, Pramusti Bali, Sanggar Teater Agustus, dan Sanggar Lukis Jepun Putih, dan seterusnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler